BEI Bantah AISA Salah Tunjuk KAP Ernst & Young
Tuesday, April 02, 2019       13:31 WIB

Ipotnews - Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membantah kabar yang menyebutkan bahwa PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk () telah salah menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melakukan audit investigasi terhadap Laporan Keuangan Tahun 2017.
Menurut Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, pada pekan lalu BEI sudah melakukan dengar pendapat dengan (manajemen baru), terkait dugaan terjadinya laporan keuangan ganda yang dilakukan oleh manajemen lama .
Lebih lanjut inarno menegaskan, tidak salah tunjuk KAP terkait pelaksanaan audit investigasi terhadap dugaan laporan keuangan ganda. "Tidak salah tunjuk," kata Inarno di Gedung BEI Jakarta, Selasa (2/4) ketika ditanya wartawan mengenai kemungkinan telah salah menunjuk auditor investigasi.
Perlu diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ( RUPS -LB) pada akhir Oktober 2018 lalu mengamanatkan agar manajemen perseroan melakukan audit investigasi dengan menunjuk KAP dan/atau Konsultan Hukum Independen. Pada pelaksanaannya, menunjuk PT Ernst & Young Indonesia (EY).
Pada Selasa, 26 Maret 2019, menyampaikan keterbukaan informasi melalui BEI mengenai "Laporan atas Investigasi Berbasis Data" yang dilakukan EY. Investigasi tersebut didasari dugaan adanya laporan keuangan ganda yang dilakukan oleh manajemen lama .
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen mengatakan, OJK akan segera melakukan klarifikasi terhadap manajemen terkait "Laporan atas Investigasi Berbasis Fakta yang dilakukan EY.
"Kami nanti meminta klarifikasi ke emitennya (). Seperti apa? Kami akan melakukannya dalam bentuk hearing," kata Hoesen saat ditemui di Gedung BEI Jakarta, akhir bulan lalu.
Hoesen mengaku, OJK belum secara formal menerima hasil investigasi yang dilakukan EY. "Kami belum melihat itu, belum bertemu mereka (). Kami juga belum menerima laporan secara formal," ucapnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasi BEI pada Selasa, 26 Maret 2019, EY menemukan pencatatan keuangan (data internal) yang berbeda (klasifikasi maupun nilai) dengan pencatatan keuangan yang digunakan auditor dalam melakukan audit laporan keuangan Tahun Buku 2017.
Informasi dari manajemen baru sebelum RUPS -LB pada 22 Oktober 2018, manajemen lama membuat pembukuan yang berbeda untuk tujuan eksternal.
Jika dibandingkan antara internal dengan laporan keuangan 2017 (audited), maka ditemukan dugaan overstatement sebesar Rp4 triliun pada akun piutang usaha, persediaan dan aset tetap grup , serta sebesar Rp662 miliar pada penjualan dan senilai Rp329 miliar pada EBITDA di entitas Food.
Selain itu, terdapat dugaan aliran dana Rp1,78 triliun dengan berbagai skema dari grup kepada pihak-pihak yang diduga terafiliasi dengan manajemen lama. Aliran dana tersebut berupa pencairan pinjaman grup dari beberapa bank, pencairan deposito berjangka, transfer dana di rekening bank serta pembiayaan beban pihak terafiliasi.
(Budi)

Sumber : admin
168
0.0 %
0 %

0

BidLot

0

OffLot