- Dividen besar: akan membagikan dividen Rp10 miliar atau Rp1,38 per saham, setara 86,4% dari laba bersih 2025.
- Kinerja positif: Laba bersih 2025 naik 9% menjadi Rp12,57 miliar, dengan penjualan Rp584,75 miliar.
- Strategi pertumbuhan: Perseroan fokus pada efisiensi produksi, modernisasi mesin, inovasi produk, serta penguatan kolaborasi melalui Trisula Innovation Center (TIC).
Ipotnews - PT Trisula Textile Industries Tbk () - emiten penyedia kain, seragam, dan fashion - bakal membagikan dividen sebesar Rp10 miliar atau setara dengan Rp1,38 per saham. Ketetapan pembagian dividen ini didasarkan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Rabu (22/4).
Direktur , Heru Jatmiko menjelaskan bahwa dividen tersebut setara dengan 86,4 persen dari total laba bersih yang diraih perseroan di tahun 2025. Seperti diketahui, mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,57 miliar di tahun 2025 atau naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year). Sementara itu, penjualan tercatat sebesar Rp584,75 miliar.
Ia menegaskan bahwa perseroan secara konsisten membagikan dividen setiap tahun sebagai wujud apresiasi kepada para pemegang saham, meskipun industri tekstil dalam negeri sempat menghadapi berbagai tantangan.
"Dividen ini diberikan sebagai apresiasi terhadap para pemegang saham. Rencananya dividen akan dibagikan pada 22 Mei 2026," kata Heru dalam paparan publik usai menghadiri RUPST.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan kinerja jangka panjang, terus mendorong kinerja di seluruh segmen usaha, mulai dari manufaktur, seragam, distribusi, hingga ritel.
Langkah-langkah yang ditempuh meliputi efisiensi dan optimalisasi produksi, restrukturisasi serta modernisasi permesinan untuk menjaga kualitas produk, pengembangan produk yang unik dan inovatif sesuai preferensi pasar, serta pemanfaatan kapabilitas Trisula Innovation Center (TIC) dalam memperkuat kolaborasi dengan Trisula Group.
Sementara itu Direktur , Lukas Ginting menambahkan bahwa pendirian TIC yang dioperasikan pada Desember 2026 dimaksudkan untuk mendorong inovasi dari Trisula group. Selain itu juga untuk menjadi pusat kolaborasi bisnis dan penjualan digital serta pengembangan hingga pembelajaran.
"Kami menghubungkan ide, teknologi dan kebutuhan pasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi (melalui TIC). Ini bisa mendorong peningkatan produk dan memperkuat daya saing di tengah dinamika industri yang berkembang," kata Lukas. (Marjudin/AI)
Sumber : admin