- BI diproyeksi mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% hingga 2026 di tengah inflasi 1Q yang berpotensi naik dan volatilitas rupiah.
- Efek basis rendah dari diskon tarif listrik dapat mendorong inflasi di atas target, membatasi ruang pelonggaran lebih lanjut.
- Stimulus fiskal dan injeksi likuiditas diperkirakan menopang pertumbuhan dan memperkuat transmisi kebijakan.
Ipotnews - Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakan di level 4,75% hingga 2026, seiring prediksi kenaikan inflasi sementara pada kuartal I tahun depan dan berlanjutnya volatilitas rupiah, menurut ekonom CIMB dalam sebuah catatan.
Dalam jangka pendek, inflasi kemungkinan naik di atas target pada awal tahun mendatang akibat efek basis rendah dari diskon tarif listrik, sehingga mempersempit ruang bagi pelonggaran kebijakan lebih lanjut.
Sementara itu, stimulus fiskal dan suntikan likuiditas diperkirakan dapat mendukung pertumbuhan dan memperkuat transmisi kebijakan moneter.
CIMB menilai Bank Indonesia akan bersikap sabar, menjaga pendekatan wait-and-see untuk mengevaluasi efektivitas transmisi kebijakan, memberi waktu bagi stimulus fiskal bekerja, dan sekaligus menjaga stabilitas rupiah.(Dow Jones Newswires)
Sumber : admin