BPS: Hasil Sensus Pertanian, Jumlah Petani Di Indonesia Anjlok 7,42 Persen
Monday, December 04, 2023       12:54 WIB

Ipotnews - Hasil Sensus Pertanian 2023 (ST 2023) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah petani di Indonesia sebanyak 29,36 juta unit pertanian. Jumlah ini turun 7,42 persen jika dibandingkan hasil ST 2013 yang mencapai 31,72 juta unit usaha.
Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto mengatakan penurunan angka petani ini perlu menjadi perhatian bersama karena sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Penurunan jumlah petani ini dipicu oleh turunnya unit usaha pertanian (UTP) yang turun 7,45 persen dari 31,70 juta menjadi 29,34 juta unit.
Meski UTP turun, untuk jumlah unit usaha pertanian berbadan hukum (UPB) naik 35,54 persen dari 4.209 unit di tahun 2023 menjadi 5.705 unit. Kemudian jumlah usaha pertanian lainnya (UTL) naik signifikan sebesar 116,08 persen dari 5.982 unit menjadi 12.926 unit.
"UTP paling banyak di Jawa Timur sebanyak 5,67 juta unit atau 19,35 persen dari total UTP di Indonesia dan UTP paling sedikit di provinsi DKI Jakarta sebanyak 13.416 unit usaha atau 0,05 persen," ujar Atqo dalam Diseminasi Hasil ST Tahap I 2023 di Jakarta, Senin (4/12).
Dijelaskan juga bahwa dari sisi sebaran petani berdasarkan usia, terungkap jumlah petani dengan rentang usia 55 - 64 tahun justru meningkat menjadi 23,20 persen dari 20,01 persen. Kemudian usia di atas 64 tahun jumlahnya naik dari 12,75 persen menjadi 16,15 persen.
Sedangkan jumlah petani muda/ dewasa dari usai 15 - 54 tahun proporsinya turun. Hal ini menjadi tantangan bersama terkait dengan produktivitas petani yang semakin menurun karena terkait dengan usia.
"Peningkatan proposi pengelolaan UTP yang berumur di atas 55 th justru naik tapi yang di bawah 44 tahun mengalami penurunan. Ini kondisi petani di Indonesia yang secara umum," ulasnya.
Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan sektor pertanian menjadi salah satu basis perekonomian nasional dimana 12,4 persen PDB berkontribusikan dari sektor pertanian Kehutanan dan Perikanan. Ini berarti di tengah tantangan yang kompleks, sektor pertanian masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.
"Kita ketahui bersama sektor pertanian merupakan sektor yang menyerap tenaga besar dibandingkan sektor lainnya dalam perekonomian kita yaitu 29,96 persen dari total tenaga kerja di Indonesia," ulas Amalia.
Diakui terdapat sejumlah tantangan di sektor pertanian yaitu SDM yang rendah karena per Februari 2023, sebanyak 74,89 persen petani hanya menamatkan pendidikan paling tinggi SD. Kemudian mayoritas petani di Indonesia berumur di atas 45 tahun sehingga berimbas pada produktivitasnya.
Di tahun 2023 petani dengan status informal mencapai 88,42 persen. Proposi ini semakin menguatkan posisi petani di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir jumlah petani informal selalu di atas 88 persen dari total jumlah petani.
"Walaupun menjadi motor perekonomian Indonesia, namun produktivitas sektor pertanian jauh lebih rendah dubandjngksn dengan sektor industri pengolahan," lanjut Amalia.
Dia berharap dengan temuan BPS di sektor pertanian melalui ST 2023 diharapkan bisa menjadi sumber rujukan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menentukan arah kebijakan yang tepat demi mendorong produktivitas sektor pertanian di masa depan. Selain itu juga ada upaya bersama untuk penyempurnaan tata kelola data pertanian nasional.
"Harapannya tidak hanya berhenti pada penyediaan data pertanian secara komprehensif tapi juga dapat menjadi langkah awal penyempurnaan tata kelolaan data pertanian nasional dan peningkatan kualitas desain kebijakan pembangunan pertanian nasional," pungkas dia.
(Marjudin)

Sumber : admin