BSML Paparkan Strategi Transformasi Bisnis Berbasis Enam Pilar
Saturday, December 13, 2025       10:25 WIB

Ipotnews - PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk () memaparkan strategi transformasi bisnis berkelanjutan guna menghadapi dinamika industri pelayaran nasional yang semakin kompetitif, dengan berbasis pada enam pilar.
Langkah strategis tersebut akan disampaikan dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Paparan Publik (Public Expose) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Desember 2025, di Jakarta. Namun dokumen paparan publik acara tersebut telah diunggah melalui Keterbukaan Informasi di laman resmi IDX, Sabtu (13/12).
Manajemen menegaskan bahwa transformasi bisnis menjadi kunci utama Perseroan dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah fluktuasi harga komoditas, tekanan biaya operasional, serta ketidakpastian geopolitik global.
Dalam paparan publiknya, menjelaskan enam pilar utama transformasi bisnis yang saat ini dijalankan Perseroan, antara lain:
Pertama, fokus pada komoditas tambang serta layanan angkutan jarak dekat hingga menengah untuk menjaga pangsa pasar sekaligus meningkatkan kecepatan dan keandalan layanan.
Kedua, diversifikasi bisnis melalui pengembangan jasa bernilai tambah, termasuk layanan tunda dan pandu, serta penguatan kemitraan strategis. Salah satunya melalui kerja sama pengembangan keagenan kapal dengan PT Jasa Armada Indonesia yang telah dimulai sejak 2024.
Ketiga, optimalisasi pengoperasian armada, baik armada milik sendiri maupun sewaan, dengan memastikan pemeliharaan terjadwal, efisiensi operasi, serta kepatuhan terhadap standar regulator.
Keempat, peningkatan efisiensi rantai pasok dan operasional melalui standardisasi manajemen kapal, peningkatan kompetensi kru, serta revitalisasi aset produktif.
Kelima, penerapan strategi pemasaran yang lebih agresif dengan menitikberatkan pada kualitas layanan, ketepatan waktu, dan harga yang kompetitif, sekaligus memitigasi risiko waktu tunggu dan penyesuaian tarif.
Keenam, transformasi dan eksplorasi jasa pendukung transportasi laut, termasuk penguatan Crew Management System dan Planned Maintenance System, guna membangun ekosistem layanan maritim terpadu di luar bisnis pelayaran konvensional.
Dengan strategi tersebut, manajemen optimistis Perseroan mampu mengubah tantangan industri menjadi peluang pertumbuhan, sekaligus memperkuat posisi bisnis jangka panjang di sektor transportasi laut nasional.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited per 30 September 2025, mencatat sejumlah perbaikan signifikan pada neraca keuangan. Total aset Perseroan menurun menjadi Rp202,01 miliar, dari Rp247,81 miliar pada akhir 2024, yang antara lain ditopang oleh penurunan posisi kas.
Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp70,84 miliar dari sebelumnya Rp118,89 miliar pada 2024. Penurunan kewajiban tersebut turut mendorong lonjakan ekuitas Perseroan menjadi Rp131,16 miliar, naik signifikan dari Rp128,91 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas, meskipun pendapatan masih menghadapi tekanan seiring tren industri, tetap membukukan laba. Laba kotor hingga Q3 2025 tercatat sebesar Rp17,62 miliar, sementara laba bersih tahun berjalan mencapai Rp2,25 miliar.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin