Banggar DPR Setujui Sejumlah Asumsi Makro 2019, Ini Rinciannya...
Wednesday, July 11, 2018       17:40 WIB

Ipotnews - Badan Anggaran (Banggar) DPR dan pemerintah menyepakati sejumlah asumsi dasar ekonomi makro 2019 yang akan menjadi pedoman penyusunan RAPBN 2019, seperti pertumbuhan ekonomi 5,2-5,6%, inflasi 2,5-4,5%, dan nilai tukar rupiah Rp13.700-Rp14.000 per dolar AS.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut baik asumsi makro hasil pembahasan panitia kerja Badan Anggaran, meski hanya berupa kisaran. "Ini merupakan pembahasan awal RAPBN 2019. Beberapa postur yang disampaikan masih konsisten dengan kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal," katanya, usai rapat kerja dengan Banggar di Gedung Parlemen, Rabu (11/7).
Ia menambahkan penetapan asumsi dasar ekonomi makro itu akan disampaikan oleh Presiden dalam pidato kenegaraan pada Agustus 2018. "Ini merupakan proses yang baik dan transparan sehingga masyarakat mengetahui APBN yang disusun pemerintah dan DPR, sebelum menjadi produk yang tertuang dalam UU APBN ," kata Sri Mulyani.
Asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2019 yang disetujui antara lain pertumbuhan ekonomi 5,2 persen-5,6 persen, laju inflasi 2,5 persen-4,5 persen dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp13.700-Rp14.000 per dolar AS.
Asumsi dasar lainnya meliputi tingkat bunga SPN 3 bulan 4,6 persen-5,2 persen, harga ICP minyak 60 dolar AS-70 dolar AS per barel, lifting minyak 722 ribu-805 ribu barel per hari dan lifting gas 1.210 ribu-1.300 ribu barel setara minyak per hari.
Khusus mengenai asumsi pertumbuhan ekonomi, fraksi Partai Gerindra memberikan catatan dan menyampaikan usul asumsi 5,2 persen-5,4 persen mengingat target-target tahun sebelumnya tidak pernah tercapai.
Sementara postur makro fiskal 2019 meliputi pendapatan negara sebesar 12,7 persen-13,5 persen dari PDB dan belanja negara 14,2 persen-15,4 persen dari PDB.
Pendapatan negara tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar 10,8 persen-11,3 persen dari PDB, Penerimaan Negara Bukan Pajak 1,8 persen-2,1 persen dari PDB dan hibah 0,05 persen-0,07 persen.
Untuk belanja negara, belanja pemerintah pusat ditetapkan 9,3 persen-10,1 persen dari PDB, transfer ke daerah dan dana desa 4,9 persen-5,3 persen dari PDB, belanja Kementerian/Lembaga 5,0 persen-5,6 persen dari PDB dan belanja non Kementerian/Lembaga 4,3 persen-4,5 persen dari PDB.
Dengan berbagai proyeksi kisaran tersebut, defisit anggaran 2019 ditetapkan sebesar 1,6 persen-1,9 persen terhadap PDB.(Antara)

Sumber : admin

berita terbaru
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:46 WIB
Indosat Realisasikan Obligasi Rp 2,71 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
Jasa Marga Raup Laba Bersih Rp 1,04 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:44 WIB
Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:27 WIB
INCO mengintip potensi mobil listrik