Bangkit Kembali, Harga Minyak Dunia Melejit Lebih dari Satu Persen
Friday, October 12, 2018       14:30 WIB

Ipotnews - Harga minyak melonjak satu persen, Jumat petang, rebound setelah kejatuhan selama dua hari dengan dukungan dari kuatnya impor minyak mentah China. Meski begitu, minyak masih menuju penurunan mingguan pertama dalam lima pekan.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, melesat USD1,02 atau 1,3 persen, menjadi USD81,28 per barel pada pukul 06.37 GMT, demikian laporan Reuters, di Tokyo, Jumat (12/10).
Kontrak Brent anjlok 3,4 persen, Kamis, menyusul penurunan tajam pasar ekuitas dan indikasi bahwa kekhawatiran pasokan dinilai terlalu berlebihan.
Brent masih dalam perjalanan untuk penurunan 3,4 persen pekan ini, pelemahan terbesar dalam sekitar empat bulan.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), bertambah 80 sen, atau sekitar 1,1 persen, menjadi USD71,77 per barel, setelah penyusutan tiga persen di sesi sebelumnya. WTI berada di jalur untuk penurunan 3,5 persen pekan ini.
Saham Asia menemukan pijakan, tercatat sedikit menguat pada sesi Jumat, menuju kenaikan pertama dalam dua pekan, tetapi bursa Shanghai melanjutkan gejolak setelah Wall Street jatuh untuk sesi keenam.
Impor minyak mentah harian China pada periode September mencapai level tertinggi sejak Mei, berdasarkan data bea cukai yang dirilis Jumat.
Pengiriman ke negara itu pada bulan lalu menembus 37,12 juta ton, atau 9,05 juta barel per hari (bph), naik dari 9,04 juta bph pada Agustus dan penguatan bulanan ketiga berturut-turut.
Di tempat lain, persediaan minyak mentah Amerika melonjak enam juta barel, pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi, lebih dari dua kali lipat ekspektasi sejumlah analis, yang memperkirakan kenaikan 2,6 juta barel.
Organisasi Negara Eksportir Minyak memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global, tahun depan, untuk bulan ketiga berturut-turut, dengan alasan gejolak ekonomi yang lebih luas akibat sengketa perdagangan dan tekanan yang dihadapi emerging market.
OPEC melihat pasar minyak juga mendapatkan pasokan cukup baik dan berhati-hati untuk menciptakan kelebihan pasokan tahun depan, ucap Sekjen kartel, Kamis.
"Kita masih memperkirakan permintaan minyak tumbuh 1,2 juta hingga 1,5 juta barel per hari untuk tahun ini, dan melihat risiko perlambatan pada 2019 jika ketegangan perdagangan meningkat," tutur analis ANZ Research.
Di Teluk AS Meksiko, produsen memangkas produksi hingga 40 persen, Kamis, karena Badai Michael, menurut Bureau of Safety and Environmental Enforcement ( BSEE ), bahkan ketika beberapa operator mulai mengembalikan kru-nya ke anjungan lepas pantai.
Pemotongan itu mewakili produksi minyak 680.107 barel per hari, ungkap BSEE , mengutip laporan dari 30 perusahaan.
Badai Michael jatuh ke daratan Florida, Rabu, sebagai badai terkuat ketiga yang pernah menyerang daratan Amerika. Sejak itu melemah menjadi badai tropis. (ef)

Sumber : Admin