Bisnis Bioskop Masih Ramai, Pendapatan CNMA Naik Meski Laba Menyusut
Friday, March 06, 2026       10:22 WIB
  • Laba bersih 2025 tercatat Rp776,24 miliar, turun 3,3% dari Rp802,54 miliar pada 2024.
  • Pendapatan naik menjadi Rp5,86 triliun dari Rp5,71 triliun tahun sebelumnya.
  • Total aset mencapai Rp6,76 triliun dengan kas dan setara kas Rp1,81 triliun.

Ipotnews - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (), emiten dengan merk dagang unggulan Cinema XXI mencatat laba bersih sebesar Rp776,24 miliar sepanjang tahun buku 2025. Realisasi tersebut turun sekitar 3,3 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 (year on year/ yoy) yang mencapai Rp802,54 miliar.
Untuk laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp704,75 miliar atau turun dari sebelumnya Rp728,95 miliar. Meski laba bersih mengalami penurunan, perseroan masih mampu mencatat pertumbuhan pendapatan.
Sepanjang 2025, membukukan pendapatan sebesar Rp5,86 triliun, meningkat sekitar 2,6 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,71 triliun. Pendapatan ditopang oleh penjualan tiket sebesar Rp3,56 triliun dan penjualan makanan minuman Rp1,99 triliun.
Dari sisi operasional, laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp1,05 triliun pada 2025, relatif stabil dibandingkan laba usaha 2024 yang sebesar Rp1,06 triliun. Sementara itu, total beban dan biaya operasi tercatat sekitar Rp4,81 triliun atau naik dari sebelumnya Rp4,67 triliun, seiring dengan meningkatnya aktivitas operasional perusahaan.
Kinerja laba tersebut menghasilkan laba per saham dasar sekitar Rp8,53 per saham, lebih rendah dibandingkan laba per saham tahun sebelumnya yang sekitar Rp8,75 per saham.
Dari sisi neraca, total aset perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp6,76 triliun, menurun dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp7,01 triliun. Penurunan aset terutama dipengaruhi oleh berkurangnya aset lancar selama periode tersebut.
Liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp2,42 triliun relatif sama dengan periode tahun sebelumnya di level Rp2,41 triliun. Untuk ekuitas di tahun 2025 mencapai Rp4,34 triliun, susut 5,67 persen yoy.
Sementara itu, kas dan setara kas pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp1,81 triliun, turun dari Rp2,02 triliun pada akhir 2024. Penurunan posisi kas ini mencerminkan penggunaan dana untuk mendukung kegiatan operasional dan ekspansi bisnis perusahaan.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin