- Aksi beli jumbo terjadi pada saham dan oleh pemegang saham pengendali.
- Transaksi menjadi yang terbesar dengan penambahan 2,8 miliar saham dalam satu hari.
- Sejumlah pemegang saham besar tercatat melepas saham, termasuk di , , dan .
Ipotnews - Aktivitas transaksi pemilik saham 5% atau lebih di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan 12 Januari 2026 didominasi aksi beli berskala besar, khususnya pada saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (). Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) yang dirilis 13 Januari 2026, PT Abadi Kreasi Unggul
Abadi Kreasi Unggul Nusantara memborong 2,80 miliar saham , sehingga kepemilikannya melonjak signifikan dari 46,67% menjadi 54,93%. Aksi tersebut menjadi transaksi paling mencolok dalam laporan KSEI , sekaligus menandai penguatan kendali pemegang saham utama hingga melewati ambang mayoritas absolut.
Selain , pembelian besar juga terjadi pada saham PT Tbk (). PT Andalan Utama Bintara tercatat membeli 146,02 juta saham, meningkatkan porsi kepemilikan dari 62,19% menjadi 65,21%, mempertegas posisi sebagai pengendali.
Di saham lain, aksi beli dilakukan oleh:
PT Bumi Citra Investindo yang menambah 2,15 juta saham , menaikkan kepemilikan menjadi 36,88%.
CGS International Securities Singapore Pte Ltd yang membeli 13,58 juta saham , meningkatkan porsi menjadi 7,99%.
PT RMK Investama yang memborong 50 juta saham , sehingga kepemilikan melonjak dari 11,40% menjadi 15,40%.
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk yang menambah kepemilikan minor di .
Sementara itu, sejumlah pemegang saham besar tercatat melakukan aksi jual. Rudi R. Sutantra melepas 5 juta saham , memangkas kepemilikan menjadi 47,73%. PT Karya Nusa Perdana menjual 30 juta saham , sedangkan Widodo Makmur Perkasa Tbk melepas 42,50 juta saham .
Aksi distribusi juga terlihat pada PT Miki Ojisan Indomitra di saham , PT Green Power Group Tbk di , serta Glencore International Investments Ltd yang mengurangi porsi di . Di sisi lain, Sinar Mas Cakrawala tercatat menjual tipis 636,53 ribu saham .
Rangkaian transaksi ini mencerminkan dinamika strategi pemegang saham utama, dengan kecenderungan penguatan kontrol pada emiten tertentu, di tengah aksi ambil untung terbatas pada saham lainnya.(AI)
Sumber : admin