- Bursa Eropa menguat setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai.
- Indeks STOXX 600 naik ke rekor tertinggi baru di level 634,44.
- Saham perbankan, otomotif, dan maskapai memimpin penguatan pasar.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa menguat di akhir sesi Senin, dengan indeks STOXX 600 mencetak rekor tertinggi baru setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan di Timur Tengah dan membuka kembali Selat Hormuz.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,19 persen atau 1,23 poin menjadi 634,44, dan berhasil memulihkan seluruh kerugian yang terjadi sejak perang pecah pada 28 Februari, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Senin (15/6) atau Selasa (16/6) dini hari WIB.
Penguatan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menandatangani nota kesepahaman terkait kerangka perdamaian tersebut.
Indeks STOXX 600 melampaui puncak sebelumnya yang dicapai pada 27 Februari, sementara indeks volatilitas Euro STOXX turun ke level terendah sejak akhir Januari, mencerminkan meredanya kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik.
Turunnya ketegangan di Timur Tengah juga mendorong harga minyak Brent merosot ke level terendah dalam tiga bulan. Sentimen tersebut memberikan dorongan signifikan bagi pasar saham Eropa yang selama beberapa bulan terakhir cenderung tertinggal dibandingkan bursa Amerika Serikat dan Asia.
Kinerja yang lebih lemah itu sebagian besar dipicu ketergantungan Eropa terhadap pasokan minyak melalui Selat Hormuz serta relatif kecilnya eksposur kawasan tersebut terhadap saham-saham teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menjadi motor penggerak reli di Wall Street.
Dengan penguatan pada Senin, indeks STOXX 600 kini melonjak 7,2 persen sejak awal tahun, mempersempit ketertinggalannya dari indeks acuan S&P 500, yang melesat lebih dari 10 persen.
Kepala Strategi Ekuitas Morningstar, Michael Field, mengatakan kondisi saat ini membuka peluang terjadinya rotasi sektor di pasar. Investor dinilai mulai mengambil keuntungan dari saham-saham berbasis AI yang telah menguat tajam dalam satu hingga dua bulan terakhir dan mengalihkan investasi ke sektor di Eropa yang masih tertinggal, termasuk pertahanan.
Di antara indeks utama kawasan, indeks Spanyol yang didominasi saham sektor keuangan memimpin penguatan dengan melonjak 1,4 persen ke rekor tertinggi baru. Indeks DAX Jerman melompat 1,05 persen atau 258,71 poin menjadi 24.894,01, level tertinggi dalam hampir dua pekan, sementara CAC 40 Prancis menguat 0,4 persen atau 33,14 poin jadi 8.384,01, dan kembali ke level sebelum perang.
Sektor perbankan menjadi salah satu pendorong utama penguatan STOXX 600 setelah melonjak 1,5 persen ke level tertinggi sejak Januari 2008. Saham produsen otomotif yang sensitif terhadap pergerakan harga energi melambung 2,6 persen, sedangkan saham maskapai penerbangan seperti Lufthansa dan Air France masing-masing meroket 4,5 persen dan 3,4 persen.
Meski demikian, analis memperkirakan biaya energi masih akan bertahan di level tinggi hingga arus pasokan minyak kembali pulih secara bertahap ke kondisi sebelum perang. Kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu lonjakan harga energi sebelumnya mendorong Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan lalu.
Imbal hasil obligasi jangka pendek kawasan euro turun ke level terendah dalam dua pekan, meski pelaku pasar masih memperkirakan ECB akan kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin sebelum akhir tahun.
Kepala Analis Pasar IG Group, Chris Beauchamp, mengatakan sentimen positif di Eropa mencerminkan kelegaan yang sangat terasa di kalangan investor. Menurut dia, ECB juga dapat bernapas lebih lega karena tidak perlu terus mempertahankan sikap hawkish yang agresif di tengah meredanya tekanan dari pasar energi.
Di tingkat korporasi, saham Renault Group melejit 3,7 persen setelah produsen mobil asal Prancis itu mengumumkan kerja sama dengan perusahaan teknologi pertahanan Thales untuk mengembangkan kendaraan militer.
Sementara itu, saham Schneider Electric naik 1,8 persen setelah perusahaan peralatan AI tersebut menjalin kolaborasi strategis dengan Foxconn Taiwan untuk mengembangkan dan memperluas infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan.
Di sisi lain, saham sektor energi melorot 3,1 persen sejalan dengan anjloknya harga minyak mentah. Pelemahan sektor tersebut turut membebani indeks FTSE 100 London yang ditutup turun 0,39 persen atau 41,10 poin jadi 10.430,62. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin