- Indeks saham pan-Eropa turun 0,1% dan berakhir negatif 1,1% dalam sepekan, mengakhiri reli lima pekan.
- Investor waspada terhadap potensi gejolak perdagangan setelah ancaman tarif AS terkait isu Greenland, meski kemudian ditarik.
- Asuransi memimpin pelemahan, sementara energi, tambang, dan pertahanan menguat; Ericsson melonjak, Adidas dan Puma tertekan.
Ipotnews - Saham-saham Eropa ditutup melemah pada Jumat (23/1) dan mencatatkan penurunan mingguan, seiring investor bersikap hati-hati dan menilai potensi gejolak perdagangan akibat ketegangan dengan Amerika Serikat terkait Greenland.
Indeks saham pan-Eropa turun 0,1% ke level 608,34 poin, mengakhiri tren kenaikan selama lima pekan berturut-turut--yang merupakan reli terpanjang sejak Mei. Meski sempat mengalami pemulihan di pertengahan pekan, indeks tersebut ditutup melemah 1,1% secara mingguan karena sentimen investor tertekan oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,07%. Indeks CAC 40 Prancis terkapar 0,07%. Begitu pula dengan Indeks FTSE MIB Italia melemah 0,58%
"Kami melihat adanya peningkatan ketidakpastian secara umum tahun ini. Meskipun isu Greenland tampaknya sudah mereda untuk sementara, investor masih menahan diri karena khawatir masalah tersebut bisa muncul kembali," kata Michael Field, kepala strategi saham Eropa di Morningstar.
Pasar global terguncang pekan ini setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman terbaru untuk menerapkan tarif yang meningkat secara bertahap terhadap delapan negara Eropa hingga Washington diizinkan membeli Greenland. Meski ancaman tersebut kemudian ditarik kembali dengan alasan adanya kesepakatan dengan , investor tetap waspada terhadap penggunaan tarif sebagai alat tawar-menawar.
Ketidakpastian tersebut membuat investor besar di kawasan Eropa Utara memandang kepemilikan aset Amerika Serikat, khususnya obligasi pemerintah, dengan lebih berhati-hati, demikian dilaporkan Reuters.
Namun di pasar saham, analis pasar global eToro, Lale Akoner, mengatakan bahwa "hal tersebut tidak serta-merta berarti mereka menjauh dari seluruh aset Amerika Serikat. Saya tetap percaya bahwa Amerika Serikat memiliki indeks yang berisi perusahaan-perusahaan dengan kualitas tertinggi di dunia."
Meski demikian, indeks saham Eropa tersebut telah mengungguli indeks saham Amerika Serikat sejauh tahun ini, karena sebagian besar pergerakan pasar terjadi pada saham-saham berkapitalisasi kecil di Wall Street.
Sementara itu, sektor asuransi memimpin pelemahan sektor-sektor lainnya dengan penurunan sebesar 1,6%, seiring aksi jual pada obligasi Eropa berjangka panjang.
Kegelisahan investor juga tercermin dari harga komoditas yang tetap tinggi. Saham sektor energi dan pertambangan masing-masing menguat 1,5%, sehingga membantu membatasi pelemahan indeks saham Eropa secara keseluruhan.
Saham sektor pertahanan juga melonjak 1,5%, setelah mengalami penurunan tajam pada sesi perdagangan sebelumnya.
Dari sisi data, sebuah survei menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di zona euro tumbuh lebih lambat dari perkiraan pada bulan ini, dipicu oleh melemahnya pertumbuhan di sektor jasa yang menjadi tulang punggung ekonomi.
Di antara saham individual, Ericsson melonjak 10,5% setelah produsen peralatan telekomunikasi asal Swedia tersebut membukukan laba kuartal keempat yang melampaui ekspektasi dan mengumumkan program pembelian kembali saham.
Adidas anjlok 5,7% setelah perusahaan pialang RBC menurunkan rekomendasi saham produsen pakaian olahraga tersebut karena estimasi konsensus yang dinilai terlalu tinggi. Pesaingnya, Puma, juga merosot 14,1%.
BASF turun 1% setelah data awal menunjukkan laba perusahaan kimia raksasa asal Jerman tersebut merosot pada 2025 akibat tekanan margin yang lebih rendah dan dampak negatif dari pergerakan nilai tukar.
(reuters)
Sumber : admin