- Bursa saham Asia dibuka menguat, dipimpin lonjakan bursa Jepang ke rekor tertinggi setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu.
- Indeks Nikkei 225 menembus level 56.000, sementara bursa Australia dan Korea Selatan juga mencatat kenaikan tajam.
- Di sisi lain, IHSG masih berpotensi tertekan tekanan jual asing dan volatilitas tinggi, meski investor asing mulai melakukan akumulasi beli.
Ipotnews - Membuka sesi perdagangan pekan kedua Feburari 2026, Senin (9/2), bursa saham Asia bergerak menguat. Bursa saham Jepang melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah, untuk pertama kalinya menembus level 56.000, memimpin penguatan kawasan.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih kemenangan besar dalam pemilu bersejarah. Partai berkuasa Partai Demokrat Liberal (LDP) berhasil mengamankan mayoritas super dua pertiga di majelis rendah yang beranggotakan 465 kursi, demikian dilaporkan lembaga penyiaran publik NHK.
"Kemenangan telak bagi Takaichi bisa menjadi hasil terbaik bagi pasar dalam jangka menengah, karena investasi strategis dan reformasi pajak akan menopang pasar saham," ujar Sree Kochugovindan, ekonom riset senior di Aberdeen Investments.
Laman CNBC melaporkan, pemerintahan Takaichi kini memperoleh momentum yang lebih kuat untuk mendorong pergeseran besar menuju kebijakan fiskal yang lebih proaktif, didukung mandat publik yang jelas, tulis Crdit Agricole CIB dalam catatan setelah kemenangan tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyampaikan ucapan selamat kepada Takaichi melalui unggahan di Truth Social.
Pemilu ini berlangsung setelah gejolak politik tahun lalu, ketika LDP kehilangan mayoritas di Majelis Tinggi, serta kekalahan di Majelis Rendah pada 2024 yang mendorong Perdana Menteri saat itu, Shigeru Ishiba, mengundurkan diri pada September.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,65%. Indeks berlanjut melaju 1,66% (144,40 poin) ke 8.853,20 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meloncat 4,15%, sementara Kosdaq melompat 2,97%. Kospi berlanjut melesat 4,36% ke posisi 5.311,22.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 melejit 5,39% (2.922,70 poin) ke level 57.176,38, setelah dibuka meloncat lebih dari 4% dan untuk pertama kalinya menembus level 56.000, sementara indeks Topix naik 2,27% dan juga mencetak rekor tertinggi baru.
Sementara itu, kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 27.053, dibandingkan penutupan terakhir indeks tersebut di 26.559,95.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan dihantui tekanan jual asing, setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan kejatuhan 2,08% ke level 7.935. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange naik 0,40% menjadi USD17,60.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG masih akan bervariasi, berpotensi kembali mengalami koreksi terbatas dalam jangka pendek. Secara teknikal tren IHSG masih strong downtrend , dengan volatilitas yang tinggi. Level resistance terdekat berada di kisaran 8.000 hingga 8.050, namun berpotensi menjadi area jual selama sentimen global dan domestik belum membaik.
Analis Indo Premier berpendapat, kepanikan investor domestik pada dowgrade outlook Moody's membuat IHSG tertekan, namun dimanfaatkan oleh investor asing untuk melakukan akumulasi beli. Hal ini tercermin dari netbuy akhir pekan lalu, dan kenaikan +0.5% pada ETF Indonesia ( EIDO ) yg diperdagangankan di NYSE .
Sementara itu, ultimatum MSCI yang menekan pasar saham Indonesia dapat dianggap sebagai momen perubahan untuk meniru reformasi sukses pasar saham India pada tahun 2010. Pemerintah kini bergegas menerapkan aturan baru guna memperbaiki transparansi dan mencegah manipulasi harga agar kembali menarik bagi investor global.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, Indeks Dow Jones menembus level bersejarah 50.000, sementara S&P 500 dan Nasdaq naik tajam di tengah kinerja laba emiten yang umumnya melampaui ekspektasi analis. Sepanjang pekan, Dow Jones (+2,5%) mengungguli S&P 500 (-0,1%), dan Nasdaq (-1,9%), mencerminkan pergeseran minat investor ke saham di luar teknologi.
Sembilan sektor di S&P 500 melaju, dipimpin lonjakan sektor teknologi informasi (+4,1%), disusul sektor industri (+2,84%). Harga saham semikonduktor terangkat kenaikan belanja data center AI oleh big tech company . Indeks semikonduktor PHLX melesat 5,7%. Saham chip seperti Nvidia, AMD, dan Broadcom melesat 7,1% hingga 8,3%. Tapi Amazon ambles 5,6% akibat rencana kenaikan belanja AI. Indeks perangkat lunak dan layanan data S&P 500 melonjak 2,4%. Saham CrowdStrike dan Palantir meloncat lebih dari 4%.
- S&P 500 melonjak 1,97% (133,9 poin) ke 6.932,3.
- Nasdaq Composite melompat 2,18% (490,627 poin) ke 23.031,21.
- Dow Jones Industrial Average meloncat 2,47% (1.206,95 poin) ke 50.115,67.
Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu juga dengan kenaikan. pulih dari pelemahan sesi sebelumnya. Investor mencermati rilis kinerja keuangan perusahaan yang beragam. Dari sisi ekonomi, produksi industri Jerman turun lebih dalam dari perkiraan pada Desember, sehingga meredam harapan pemulihan sektor industri.
Indeks STOXX 600 melaju 0,89% ke 617.12, naik 1% secara mingguan. Saham Stellantis rontok 25,2%, menyeret indeks sektor otomotif 3%. Indeks saham sektor pertahanan melonjak 1,6%, dipimpin Kongsberg 15,6%). Saham sektor teknologi dan media masing-masing naik 1,2% dan 0,5%. Saham sektor perbankan melaju1,4%, tapi Societe Generale anjlok 2,2%. Novo Nordisk melesat 5,3%. Saham Telenor Norwegia melejit 7,2%
- DAX Jerman melaju 0,94% (230,4 poin) ke 24.721,46.
- FTSE Inggris meningkat 0,59% (60,53 poin) ke 10.369,75.
- CAC Prancis naik 0,43% (35,67 poin) menjadi 8.273,84.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan melemah. Aset berisiko pulih kembali,menggerus permintaan aset aman. Namun dolar masih mencatat penguatan mingguan, didukung sentimen data ekonomi AS dan pencalonan Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed. Pelaku pasar menanti data ketenagakerjaan AS yang dinilai penting untuk arah kebijakan suku bunga The Fed.
Yen melemah menuju pekan terburuk sejak Oktober, dipicu ketidakpastian menjelang pemilu. Euro dan poundsterking menguat setelah bank sentral Eropa dan Inggris menahan suku bunga. Indeks dolar (DXY) turun 0,20% menjadi 97,633, namun secara mingguan masih naik 0,5%.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1815 | 0.00 | 0.32% | 02/06/2026 |
Yen (USD-JPY) | 157.22 | 0.18 | 0.11% | 02/06/2026 |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3611 | 0.01 | 0.59% | 02/06/2026 |
Rupiah (USD-IDR) | 16,876 | 34.00 | 0.20% | 02/06/2026 |
Yuan (USD-CNY) | 6.9353 | 0.00 | 0.04% | 02/06/2026 |
Sumber : Bloomberg.com, 6/2/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea akhir pekan lalu ditutup menguat. Namun secara mingguan, harga minyak masih tertekan oleh kekhawatiran kelebihan pasokan dan pemangkasan harga jual minyak Arab Saudi. Pasar mencermati risiko geopolitik di tengah kekhawatiran kegagalan perundingan AS-Iran.
Perundingan berakhir tanpa hasil jelas, televisi pemerintah Iran melaporkan pada sore hari bahwa perundingan telah berakhir. Menteri luar negeri Iran mengatakan para perunding akan kembali ke ibu kota masing-masing untuk melakukan konsultasi, dan pembicaraan akan dilanjutkan.
- Harga Brent berjangka naik 50 sen (0,74%) ke US$68,05 per barel.
- Harga WTI berjangka naik 26 sen (0,41%) menjadiUS$63,55 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS mengakhiri pekan lalu dengan menguat dan mencatat kenaikan mingguan 2%, didukung perburuan harga murah dan melemahnya dolar AS. Kegagalan perundingan AS-Iran memicu kembali kekhawatiran geopolitik.
Harga perak spot melejit 8,6% ke level USD77,33 per ounce, setelah sempat turun di bawah USD65 pada awal sesi. Namun perak masih mencatatkan penurunan mingguan lebih dari 8,7%. Harga platinum spot meloncat 5,4% ke level USD2.093,50 per ounce, dan palladium melesat 6,2% ke USD1.717,05.
- Harga emas di pasar spot melompat 3,9% ke USD4.954,92 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melonjak 1,8% ke USD4.979,80 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)