Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, Buka Peluang IHSG Keluar dari Tren Bearish
Monday, May 20, 2019       08:29 WIB

Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (20/5), bursa saham Asia dibuka menguat, mengabaikan peningkatan ketegangan sengketa dagang AS-China yang menekan indeks harga saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu. Harga minyak naik sekitar 1% pada pembukaan pasar Asia.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,43% didukung kemenangan petahana dalam pemilu nasional akhir pekan lalu. Harga saham sektor perbankan melesat lebih dari 5%. Laju indeks berlanjut 1,41% (89,90 poin) ke level 6.455,20 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,38% (80,63 poin) menjadi 21.330,72, setelah dibuka melaju 0,57% diwarnai kenaikan harga saham Fast Retailing dan Softbank Group. Topix dibuka menguat 0,27%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik signifikan 0,73%, dan berlanjut meningkat 0,78% ke posisi 2.071,79.
Tapi indeks Hang Seng, Hongkong dibuka hanyamenguat tipis 0,05% (12,77 poin) di posisi 27.959,23 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,26% menjadi 2.874,80.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham Asia, setelah membukukan penurunan tajam pada penutupan sesi perdagangan akhir pekan lalu. IHSG ditutup terpangkas 1,17% ke level 5.826, atau turun 6,16% dibanding akhir pekan sebelumnya, investor asing mencatatkan  net sell    Rp789,27 miliar.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih akan berada dalam tren  bearish  dibayangi sentimen hasil rekapitulasi pemilihan umum presiden (pilpres), menjelang rilis resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang. Secara teknikal, indikator pergerakan indeks masih tertahan dengan pola  bearish,  berada di area negatif dengan kondisi jenuh jual. Peluang penguatan laju IHSG belum terbentuk, namun tetap ada harapan terjadinya  technical rebound. 
Tim Riset Indo Premier berpendapat, tertundanya negosiasi dagang antara ASdan China, serta turunnya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, emas dan batu bara diprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar. Sementara itu memanasnya situasi politik menjelang pengumuman hasil pemilihan umum diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang  support  di level 5.725 dan resistance  di 5.930.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham : (Buy, Support: Rp900, Resist: Rp940), (Buy, Support: Rp1.800, Resist: Rp2.060), (Buy on Weakness, Support: Rp362, Resist: Rp370), (Buy, Support: Rp1.735, Resist : Rp1.845).
  • ETF: ( SELL , Support: Rp921, Resist: Rp954), ( SELL , Support: Rp477, Resist: Rp491), ( SELL , Support: Rp455, Resist: Rp468).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup di zona merah, setelah media memberitakan terhentinya negosiasi konflik dagang AS-China karena AS meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan telekomunikasi China. Mempersulit perusahaan-perusahaan AS untuk berbisnis dengan raksasa teknologi asal China, Huawei. Dow Jones membukukan penurunan mingguan keempat berturut-turut.
Saham Apple turun 0,6%, terperosok 4,1% secara mingguan. Saham Qualcomm, Qorvo dan Micron Technology - pemasok Huawei - melorot masing-masing 1,6%, 6,1%, dan 3,4%. Indeks Dow Jones turun 0,7% di bawah akhir pekan sebelumnya. S&P 500 an Nasdaq Compisite masing-masing melorot 0,8% dan 1,3%.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,38% (-98,68 poin) menjadi 25,764,00.
  • S&P 500 drop 0,58% (-16,79 poin) ke posisi 2.859,53.
  • Nasdaq Composite anjlok 1,04% (-81,76 poin) ke level 7.816,29.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,93% menjadi USD22,360.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu, dengan membukukan penurunan, mengakhiri penguatan 3 hari berturut-turut. Kegelisahan perang dagang AS-China masih menghantui. Sementara akhir pertemuan partai-partai politik Inggris untuk membicarakan Brexit berakhir tanpa kesepakatan. Index STOXX 600, turun 0,36% menjadi 381,51, namun secara mingguan melaju 1,2%.
Saham perbankan dan saham otomotif melorot 1,1%, bank Italia, BPM anjlok 3,2%. Saham bidang real estat, Hammerson PLC terperosok 2,2%. Proses Brexit tersentak oleh Partai Buruh (pihak oposisi) yang mengumumkan kebuntuan pembicaraan terakhir akibat perpecahan yang makin tajam dalam tubuh Pemerintahan PM Theresa May. Perusahaan pengantar makanan berguguran setelah Britain Deliveroo, mengamankan pendanaan dari Amazon.com Inc.
Saham Just Eat turun 8,2%. Takeaway.com dari Belanda dan Delivery Hero dari Jerman terjungkal 4,6% dan 2,3%.
  • DAX 30 Frankfurt merosot 0,58 (-71,43 poin) persen ke level 12.238,94.
  • FTSE 100 London melemah 0,07% (-4,89 poin) di posisi 7.348,62.
  • CAC 40 Paris turun 0,18% menjadi (-9,88 poin) menjadi 5.438,23.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup menguat, di tengah penurunan tajam poundsterling. Kecemasan investor tetap tumbuh terkait kekacauan yang sedang berlangsung di sekitar Brexit. Diskusi lintas partai Inggris atas Brexit pada hari Jumat berakhir tanpa kesepakatan, enam pekan setelah dimulai. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,14% menjadi 97,995 pada akhir perdagangan.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1158

-0.0016

-0.14%

5/17/2019

Poundsterling (GBP-USD)

1.2724

-0.0074

-0.58%

5/17/201

Yen (USD-JPY)

110.08

0.23

+0.21%

5/17/2019

Yuan (USD-CNY)

6.9179

0.0342

+0.50%

5/17/2019

Rupiah (USD-IDR)

14,450.00

-1.50

-0.01%

5/17/2019

Sumber : Bloomberg.com, 17/5/2019 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges bergerak melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Namun demikian, harga minyak menguat secara mingguan, di tengah naiknya kekhawatiran terhadap pengurangan pasokan minyak Timur Tengah dipicu ketegangan politik AS dan Iran. Sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran terus memangkas ekspor minyak OPEC di bulan Mei.
Iran menolak tuduhan Arab Saudi bahwa Teheran telah memerintahkan kelompok Houthi melakukan serangan ke instalasi minyak Arab Saudi. Namun mengancam akan "dengan mudah" memukul armada AS di Teluk. Perusahaan energi AS pekan lalu mengurangi operasi rignya dalam dua pekan berturut-turut, terendah sejak Maret 2018.
  • Harga minyak WTI turun 11 sen menjadi USD 62,76 per barel, naik 1,8% secara mingguan.
  • Harga minyak Brent turun 41 sen menjadi USD 72,21 per barel, naik 2,3% secara mingguan.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup melemah, tertekan apresiasi dolar AS. Sentimen konsumen AS melonjak ke poisisi tertinggi dalam 15 tahun pada awal Mei ini, karena bertumbuhnya proyeksi ekonomi, mendorong investor untu memburu aset lebih berisiko. Harga emas sudah turun 0,7% sepanjang pekan lalu, penurunan terbesar dalam sebulan sejak April lalu. Harga perak turun 0,9% menjadi USD14,42, platinum turun 1,3% menjadi USD818,49, dan palladium juga turun 1,3% menjadi USD1.313,72 per ounce.
  • Harga emas di pasar spot turun 0,80% menjadi USD1.276,34 per ounce.
  • Harga emas untuk pengiriman Juni turun USD10,50 (-0,82%) menjadi USD1.275,7 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
640
0.0 %
0 %

12,275

BidLot

19,482

OffLot