Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Berupaya Pertahankan Jalur Uptrend
Thursday, July 12, 2018       08:24 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (12/7) dibuka cenderung menguat, berusaha keluar dari sentimen negatif eskalasi perang dagang AS-China yang menekan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, dan merontokkan bursa Asia pada sesi perdagangan kemarin.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks saham ASX 200, Australia sebesar 0,31%. Hampir semua sektor, kecuali energi dan pertambangan, mencatatkan kenaikan indeks. Kenaikan indeks berlanjut 0,51% (31,80 poin) menjadi 6.247,40 pada pukul 8:10 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melompat 0,90% (196,49 poin) ke level 22.128,70, setelah dibuka melaju 0,77%, menutup kerugian pada sesi perdagangan sebelumnya. Kenaikan indeks dipimpin oleh saham-saham di sektor perikanan dan kehutanan. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,02% tertekan penurunan harga saham-saham blue-chips, namun berlanjut menguat 0,03% di posisi 2.281,30.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,18% (-51,60 poin) menjadi 28.260,09 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga turun 0,24% ke posisi 2.771,04.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan ondeks di burs saham global dan regional yang berlawanan arah, setelah di luar dugaan mampu membalik tekanan jual pada awal sesi perdagangan kemarin dan ditutup menguat tipis 0.19% di posisi 5.893,36. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada di jalur uptrend melanjutkan tren bullish dengan dukungan data kepercayaan konsumen dan penjualan eceran yang positif, namun dibayangi tekanan penurunan harga komoditas. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan potensi bullish continuation menuju area jenuh beli.
Tim Riset Indiio Premier berpendapat, tidak langsung diterapkannya tarif impor dari China oleh Amerika karena harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu, dan naiknya harga batubara diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. Di sisi lain turunnya harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah akan menjadi sentimen negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.840 dan resistance di 5.940.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan:
  • Saham : (Spec Buy, Support: Rp6.350, Resist: Rp6.850), (Spec Buy, Support: Rp3.990, Resist: Rp4.160), (Spec Buy, Support: Rp800, Resist: Rp890), (Spec Buy, Support: Rp2.330, Resist: Rp2.430).
  • ETF : R-LQ45X (Sell on Strength, Support: Rp965, Resist: Rp990), ( SELL , Support: Rp670, Resist: Rp680), (Sell on Strength, Support: Rp462, Resist: Rp474).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS- China yang mendorong aksi jual saham global. Selasa malam, Washington mengumumkan proses untuk memberlakukan tarif baru 10% atas barang-barang China senilai USD200 miliar, dan Beijing menyatakan akan melakukan langkah balasan. Menambah kegelisahan adalah pertentangan antara Trump dan Kanselir Jerman Angela Merkel di KTT NATO , Brussels, setelah pemimpin Amerika itu menyerukan sekutu untuk meningkatkan anggaran belanja pertahanan mereka.
Sejumlah emiten pencetak penurunan terbesar termasuk perusahaan yang berorientasi ekspor ke China. Harga saham Caterpillar rontok 3,2%, Boeing merosot 1,9%, dan Deere & Company terperosok 2,2%. Saham Chevron dan ConocoPhillips terpangkas 3,2% dan 2,3% menyusul jatuhnya harga minyak. Saham Twenty-First Century Fox terjungkal 4,0%, American Airlines tumbang 8,1%.
  • Dow Jones Industrial Average anjlok 0,88% (-219,21 poin) ke level 24.700,45.
  • Standard&Poor's 500 melorot 0,71% (-19,82 poin) ke posisi 2.774,02.
  • Nasdaq Composite turun 0,55% (-42,58 poin) menjadi 7.716,61.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,68% menjadi USD23,37.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir berguguran dengan membukukan penurunan tajam setelah AS mengumumkan daftar tarif impor yang baru terhadap produk China. Indeks European-Stoxx 600 anjlok 1,26% menjadi 381,40, dipimpin kejatuhan harga saham di sektor berbasis sumber daya alam sebesar 3,3%. Sektor minyak dan gas merosot 2,3%. Developer Inggris, Barratt Developments, menjadi pencetak top gainer, ditutup naik 3,5%. Perusahaan farmasi Inggris, Indivior anjlok 30%. Dalam KTT NATO di Brussel, Trump menuding Jerman "dikontrol sepenuhnya" oleh Rusia.
  • FTSE 100 London merosot 1,30% (-100,08 poin) ke level 7.591,96.
  • DAX 30 Frankfurt terperosok 1,53% (-192,72 poin) ke posisi 12.417,13.
  • CAC 40 Paris terpangkas 1,48% (-80,43 poin) menjadi 5.353,93.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, dengan mancatatkan kenaikan signifikan terhadap yen. Yen dan dolar disukai sebagai investasi safe-haven, tetapi penguatan greenbackmengindikasikan peningkatan kepercayaan investor terhadap perekonomian AS ketimbang sekedar mencari aman.Meningkatnya ketegangan perdagangan dan laporan inflasi AS yang melampaui ekspektasi, meningkatkan prospek kenaikan suku bunga The Fed dua kali lagi tahun ini. Indeks Harga Produsen AS Juni lalu naik, didorong oleh peningkatan biaya jasa dan kendaraan bermotor, yang mengarah pada peningkatan tahunan terbesar dalam enam setengah tahun. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,60% menjadi 94,719.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1674

0.00

0.00%

7:21 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3204

-0.0001

-0.01%

7:21 PM

Yen (USD-JPY)

111.96

-0.05

-0.04%

7:21 PM

Yuan (USD-CNY)

6.6826

0.0486

+0.73%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,385.00

18.50

+0.13%

2:44 AM

Sumber : Bloomberg.com, 12/7/2018 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. Harga minyak mentah Brent mencatatkan kejatuhan satu hari terbesar dalam dua tahun, karena meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China Amerika-China yang mengancam permintaan minyak dunia. Aksi jual dimulai pada awal sesi setelah National Oil Company Libya mengatakan akan membuka kembali pelabuhan yang ditutup sejak akhir Juni. Harga minyak mentah juga tertekan oleh apresiasi dolar AS. Washington akan mempertimbangkan permintaan dari beberapa negara untuk dibebaskan dari sanksi akibat mengimpor minyak dari Iran, yang berlaku mulai November untuk mencegah Iran mengekspor minyak.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD5,46 (-6,9%) menjadi USD73,40 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD3,73 (5,0%) menjadi USD70,38 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir turun, terbebani ancaman tarif tambahan AS terhadap impor barang China. Investor mengalihkan investasinya ke dolar, mendongkrak indeks dolar dan menekan harga emas. Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Shares, turun 0,22% menjadi 799,02 ton pada perdagangan Selasa lalu.
  • Harga emas di pasar spot turun 0,91% menjadi USD1.243,85 per ounce.
  • Harga emas untuk pengiriman Agustus turun USD11 menjadi USD1.244,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
2,600
1.6 %
40 %

3

BidLot

426

OffLot