- Bursa saham Asia dibuka menguat di tengah memanasnya konflik AS-Iran, namun berbalik turun seiring melonjaknya harga minyak.
- IHSG diperkirakan masih menghadapi tekanan jual meski ditutup naik 0,20% pada Jumat, karena transaksi tetap tipis dan aliran dana asing belum pulih.
- Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level 6.000, namun masih bergerak di bawah MA20 dengan sinyal tekanan jual yang bertahan.
Ipotnews - Membuka sesi perdagangan pekan ketiga Juli 2026, Senin (13/7), bursa saham Asia bergerak menguat namun berlanjut turun, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Laman CNBC melaporkan, Iran dan Amerika Serikat kembali saling melancarkan serangan udara selama akhir pekan. Teheran menargetkan fasilitas-fasilitas milik AS di sejumlah negara Teluk serta menyatakan Selat Hormuz telah ditutup.
Namun, Presiden AS Donald Trump membantah klaim tersebut pada Minggu, dengan menyatakan bahwa jalur pelayaran strategis itu tetap terbuka untuk lalu lintas komersial. Sehari sebelumnya Trump memerintahkan serangan udara terhadap Iran setelah terjadi serangan Iran terhadap sebuah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Harga minyak mentah menguat pada awal perdagangan seiring meningkatnya ketegangan. Kontrak berjangka Brent meloncat 3,7% menjadi USD78,86 per barel, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak lebih dari 3% menjadi USD74,05 per barel.
Mengawali perdagangan saham hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200 yang relatif mendatar. Indeks berlanjut melemah 0,15% menjadi 8.792,50 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka naik 0,58%, dan Kosdaq melonjak 1,84%. Namun Kospi berlanjut berbalik ambles 3,17% ke level 7.239,11.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak turun 0,58% ke posisi 68.168,13, setelah dibuka menguat 0,28%, dan Topix meningkat 0,72%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hongkong terakhir berada di level 24.238, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.175,12.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berisiko menghadapi tekanan jual setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan menguat 0,20% menjadi 5.924,36. Namun, kenaikan tersebut belum diikuti peningkatan aktivitas transaksi yang signifikan. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange juga menguat 0,21% menjadi USD11,85.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini fluktuatif pada awal perdagangan pekan ini. Meski berpeluang menguji level psikologis 6.000, namun tipisnya nilai transaksi mencerminkan pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati dan perbaikan indeks belum sepenuhnya didukung oleh kembalinya aliran dana asing ke pasar domestik. Secara teknikal pergerakan IHSG masih berada di bawah MA20, disertai dengan munculnya tekanan jual.
Analis Indo Premier berpendapat, IHSG naik tipis pada Jumat lalu, sempat bergerak fluktuatif sebelum ditopang aksi beli di akhir perdagangan. Indeks bertahan di atas level dukungan EMA10 di 5.840 dan masih berada di bawah resistensi EMA20 di 6.020. Nilai transaksi relatif tipis sebesar Rp8,2 triliun.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat. Optimisme pasar meningkat setelah Trump menyebut Iran meminta melanjutkan perundingan. Pelaku pasar juga menantikan data inflasi AS Juni dan kesaksian Ketua The Fed di hadapan Komite Jasa Keuangan DRP AS. Fokus investor kini tertuju ke musim laporan keuangan kuartal II, laba emiten S&P 500 diproyeksikan melonjak 24% yoy.
Saham teknologi dan produsen chip menjadi motor penguatan pasar. Delapan dari sebelas sektor utama S&P 500 mencatat kenaikan, dipimpin sektor teknologi informasi (+1,65%), diikuti sektor barang konsumsi non-primer (+1,46%). Indeks saham produsen chip PHLX naik tipis 0,06%. Saham SK Hynix melejit 13%. Meta Platforms melesat 6%. Moderna terjungkal 11%. Delta Air Lines anjlok 1,8%. Sepanjang pekan, S&P 500 dan Nasdaq melaju 1,2% dan 1,7%, Dow Jones turun 0,5%.
- S&P 500 naik 0,42% menjadi 7.575,39.
- Nasdaq Composite bertambah 0,29% menjadi 26.281,61.
- Dow Jones Industrial Average menguat 0,29% di 52.637,01.
Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu dengan sedikit melemah, tertekan aksi jual saham teknologi dan memanasnya konflik AS-Iran. Kenaikan harga minyak Brent 5% serta ketidakpastian geopolitik, termasuk hasil KTT , membebani sentimen investor. Pelaku pasar kini menantikan musim laporan keuangan sebagai katalis baru untuk mengembalikan fokus pada fundamental perusahaan.Investor melakukan rotasi dari saham teknologi berbasis AI ke sektor lain di tengah kekhawatiran valuasi yang tinggi.
Indeks STOXX 600 naik tipis 0,04% di 641,1, anjlok 1,8% sepanjang pekan. Sektor teknologi merosot 1,3%, anjlok1,8% sepanjang pekan. Saham Soitec dan ASML drop 5,9% dan 2,1%. Sektor telekomunikasi melaju1,3%. Vodafone melejit 12,6%. Sektor perjalanan dan rekreasi meningkat 1%. Mayoritas saham maskapai penerbangan meningkat. EasyJet melejit 14,3%. Ryanair melaju 0,9%. St. James's Place rontok 8,5%.
- DAX Jerman melemah 0,2% di posisi 25.067,09.
- FTSE 100 London menguat 0,24% menjadi 10.497,29.
- CAC Prancis bertambah 0,15% di posisi
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan relatif mendatar. Yen menguat terhadap dolar AS, euro dan poundsterling, setelah Jepang berencana mendorong dana pensiun meningkatkan investasi pada aset keuangan domestik. Meski demikian, dolar AS masih mencatat kenaikan sekitar 3% terhadap yen sepanjang pekan.
Sebelumnya, investor mewaspadai potensi intervensi otoritas Jepang karena yen sebelumnya bertahan di dekat level terendah dalam 40 tahun. Perhatian pasar tetap tertuju pada konflik AS-Iran yang memicu kekhawatiran terhadap harga energi, inflasi, dan arah kebijakan bank sentral global. Euro sedikit melemah terhadap dolar, poundsterling sedikit menguat. Indeks dolar AS (DXY) naik tipis 0,01% di 100,92, menguat sekitar 0,1% sepanjang pekan.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1416 | 0.00 | 0.12% | 07/10/2026 |
Yen (USD-JPY) | 161.68 | 0.70 | 0.43% | 07/10/2026 |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3404 | 0.00 | 0.03% | 07/10/2026 |
Rupiah (USD-IDR) | 18,065 | 63.00 | 0.35% | 07/10/2026 |
Yuan (USD-CNY) | 6.7769 | 0.02 | 0.22% | 07/10/2026 |
Sumber : Bloomberg.com, 10/7 /2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea melemah pada penutupan pekan lalu, namun masih mencatat kenaikan tajam 5,5% dan 4% dalam sepekan. Optimisme meredanya ketegangan AS-Iran memicu aksi ambil untung. Negosiator Qatar dikabarkan telah berada di Iran untuk bertemu dengan pejabat Iran untuk meredakan ketegangan dan menciptakan kondisi agar negosiasi yang lebih luas dapat berlanjut.
Trump mengatakan, ia tidak berpikir perang akan dimulai kembali dan "apa pun yang terjadi akan berakhir dengan sangat cepat". Pasar berharap pembicaraan kembali antara AS dan Iran dapat membuka kembali Selat Hormuz. IEA juga memangkas proyeksi produksi minyak Rusia akibat serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi, sehingga menambah kekhawatiran terhadap pasokan global.
- Harga Brent berjangka turun 0,38% menjadi USD76,01 per barel.
- Harga WTI berjangka melorot 0,93% ke USD71,41 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS bergerak melemah pada akhir pekan lalu. Harga emas di pasar spot anjlok 1,7% sepanjang pekan. Kekhawatiran inflasi meningkat, dipicu oleh kenaikan harga minyak di tengah konflik AS-Iran. Kenaikan harga energi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat, sehingga mengurangi daya tarik emas. Pelaku pasar menantikan data inflasi AS dan kesaksian Ketua The Fed untuk memperoleh petunjuk arah suku bunga selanjutnya.
Sementara itu, emas diperdagangkan dengan diskon tajam di India minggu ini. Permintaan di China tetap stabil setelah bank sentral melaporkan peningkatan bulanan terbesar dalam cadangan emasnya dalam lebih dari 2,5 tahun pada bulan Juni. Harga logam berharga lainnya; perak spot melorot 0,7% ke USD59,56 per ounce, tapi platinum naik 0,4% menjadi USD1.616,72, dan paladium melonjak 2,2% ke level USD1.274,50.
- Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD4.103,23 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melorot 0,7% ke USD4.113,70 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)