Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Melemah, IHSG Rawan Profit Taking
Friday, November 09, 2018       08:31 WIB

Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (9/11), perdagangan saham di bursa saham Asia dibuka cenderung mendatar, berhati-hati merespon tekanan pelemahan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, menyikapi keputusan rapat kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga.
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka sedikit menguat diwarnai pergerakan harga saham sektoral yang bervariasi. Saham energi melorot 0,7%, namun saham perbankan naik 0,45%. Indeks bergerak melemah 0,17% (-9,90 poin) ke posisi 22.384,02 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,46% (-102,90 poin) ke level 22.384,02, setelah dibuka cenderung mendatar di kisaran level 22.466. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikitmenguat 0,16% dan berlanjut melemah 0,08% menjadi 2.091,00.
Melanjutkan tekanan penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 1,15% (-302,63 poin) ke level 25.925,09 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melorot 0,55% ke posisi 2.621,24.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada tren pelemahan di bursa global, cenderung mendatar di bursa Asia, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan mencatatkan kenaikan 0,62% ke level 5.976,805. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan bergerak di rentang konsolidasi, berusaha mendekati 6.000 dengan dukungan rilis data ekonomi dan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi pada area jenuh beli, sehingga rentan profit taking.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, dipertahankannya suku bunga acuan di Amerika sesuai dengan konsensus pasar, dan berlanjutnya pelemahan harga minyak mentah yang diharapkan akan meringankan tekanan terhadap neraca migas, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu investor juga akan mencermati data Current Account Deficit di kuartal tiga. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.940 dan resistance di 6.005.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham : (Buy, Support: Rp5.775, Resist: Rp6.175), (Buy, Support: Rp695, Resist: Rp725), (Buy, Support: Rp4.890, Resist: Rp5.650), (Buy, Support: Rp1.650, Resist: Rp1.890).
  • ETF : (Buy, Support: Rp505, Resist: Rp515), (Buy, Support: Rp479, Resist: Rp487), (Buy, Support: Rp474, Resist: Rp482.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah, setelah naik tajam pada sesi sebelumnya dan pelaku pasar mencerna keputusan kebijakan moneter terkini dari Federal Reserve. Pasar memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini pada pertemuan Desember, tetapi pergerakan pada 2019 masih diragukan. Sementara itu, harga minyak merosot lebih dari 20%dari level tertinggi bulan lalu, membebani saham industri minyak. Exxon dan Chevron anjlok masing-masing 1,6% dan 1,2%. Disney turun 0,8%, dan Drop Box melorot 1,2% sebelum merilis laporan keuangannya.
  • Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,04% (10,92 poin) di posisi 26.190,88.
  • Standard&Poor's 500 turun 0,25% (-7,06 poin) menjadi 2.806,83.
  • Nasdaq Composite merosot 0,53% (-39,87 poin) ke level 7.529,92.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,79% menjadi USD23,62.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup variatif cenderung melemah, pelaku pasar mengalihkan fokus mereka ke pertemuan kebijakan Federal Reserve. Indeks Stoxx 600 naik tipis 0,19% menjadi 367,08, didukung kinerja positif saham perbankan. Societe Generale melonjak 2,1%, Commerzbank melesat 5,4%, dan Banco BPM melambung hampir 6%. Sektor media mengalami tekanan; Prosiebensat, Jerman longsor 14% karena memangkas rasio pembayarannya.
Data ekspor Jerman di luar dugaan mengalami penurunan pada September, mempersempit surplus perdagangan negara itu. Komisi Eropa mengatakan pertumbuhan zona euro akan melambat pada tahun-tahun mendatang. PDB tahun ini diperkirakan tumbuh 2,1%, namun diprediksi melambat 1,9% dan 1,7% pada 2019 dan 2020.
  • FTSE 100 London naik 0,33% (23,40 poin) menjadi 7.140,68.
  • DAX 30 Frankfurt turun 0,45% (-51,78 poin) ke level 11.527,32.
  • CAC 40 Paris melemah 0,133% (-6,49 poin) di posisi 5.131,45.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat setelah The Fed mempertahankan suku tetap stabil sesuai ekspektasi. Data pekerjaan yang kuat dan pengeluaran pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dinilai akan mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember. Namun data inflasi yang masih mendekati target 2% dan penurunan pengangguran, "kurang seimbang" terhadap prospek ekonomi. Investasi bisnis yang "termoderasi dari laju yang cepat pada awal tahun," dapat menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi di masa depan. Euro anjlok setelah Komisi Eropa memangkas proyeksi pertumbuhan Italia. Indeks Dolar AS naik 0,76% menjadi USD96,724.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

EUR-USD

1.1367

0.0004

+0.04%

Poundsterling (GBP-USD)

1.3065

0.0003

+0.02%

6:30 PM

Yen (USD-JPY)

114.02

-0.05

-0.04%

6:30 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9345

0.0145

+0.21%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,539.00

-51.00

-0.35%

3:55 AM

Sumber : Bloomberg.com, 8/11/2018 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, melorot hampir 2% terbebani pembengkakan pasokan minyak mentah global, yang meningkat lebih cepat ketimbang ekspektasi. Pasar fokus pada rekor produksi minyak mentah AS, dan sinyal dari Irak, Abu Dhabi dan Indonesia bahwa output akan tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada 2019. Rekor impor minyak China tak mampu mendongkrak harga minyak.
Impor minyak mentah China melonjak 32%dari tahun sebelumnya menjadi 9,61 juta barel per hari (bph) pada Oktober, dan kemungkinan masih akan membeli 360.000 bph minyak Iran selama 180 hari. Produksi minyak mentah AS mencapai rekor tertinggi 11,6 juta bph pada pekan lalu, melampaui Rusia sebagai produsen minyak terbesar dunia. Badan Informasi Energi AS mengatakan, output minyak AS akan melampaui 12 juta bph pada pertengahan 2019.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,42 (-1,97%) menjadi USD70,65 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,00 (-1,6%) menjadi USD60,67 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, setelah bergerak ke level terendah pekan ini, USD1.219,59 per ounce, tertekan penguatan dolar dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko. Meski The Fed mempertahankan suku bunga acuan, namun pelaku pasar mewaspadai kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember dan 2019.Emas berada di jalur untuk mencatatkan pelemahan lima sesi berturut-turut.
  • Harga emas di pasar spot turun 0,13% menjadi USD1.224,09 per ounce.
  • Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD3,60 menjadi USD1.225,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
1,840
6.7 %
115 %

70,411

BidLot

4,893

OffLot