Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Tekanan Pelemahan IHSG Berlanjut
Wednesday, May 16, 2018       08:32 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (16/5), dibuka mixed cenderung melemah, melanjutkan tren pelemahan indeks acuan di bursa saham Wall Street yang tertekan oleh kenaikan imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun, menembus 3.09%. Kondisi geopolitik kembali menegang setelah Korea Utara membatalkan rencana pertemuan dengan Korea Selatan.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,15% didukung kenaikan tajam harga saham sektor energi dan penguatan saham perbankan. Penguatan indek berlanjut0,29% (17,70 poin) ke level 6.115,50 paddap pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang indeks Nikkei225, Jepang bergerak melemah 0,35% (-79,13 poin) ke level 22.738,89, setelah dibuka turun 0,34% terbebani oleh penurunan harga saham sektor pertambangan dan perminyakan, serta perbankan. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka turun 0,35% terseret penurunan di sektor otomotif fan manufaktur, dan berlanjut mellorot 0,44% ke level 2.447,67.
Lanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,44% menjadi 31.014,72 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,37% ke posisi 3.180,23.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderunga pelemahan di bursa Wall Street dan regional, setelah kembali membukukan penurunan tajam pada sesi perdagangan kemarin, anjlok 1,84% ke level 5.838,116.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berkutat di rentang konsolidasi tertekan oleh arus keluar dana asing, mencoba menguat kembali ke atas level 5.900. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan di area negatif, dengan potensi reversal di dekat area overbought.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya bursa global seiring dengan kenaikan yield obligasi Amerika yang dipicu oleh membaiknya data penjualan ritel, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu berlanjutnya pelemahan rupiah akan menjadi tambahan sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan rentang support di level 5.765 dan resistance di 5.905.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: (Spec Buy, Support: Rp1.350, Resist: Rp1.460), (Spec Buy, Support: Rp930, Resist: Rp980), (Spec Buy, Support: Rp1.330, Resist: Rp1.435), (Spec Buy, Support: Rp6.650, Resist: Rp7.350).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penurunan tajam, karena kekhawatiran inflasi kembali menghantui pasar. Kerugian melanda setiap sektor setelah surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun naik menjadi 3,09% dan melesatnya harga minyak. Hasil survei Federal Reserve New York terhadap kondisi bisnis juga menunjukkan adanya lompatan besar dalam indeks harga, sehingga menghidupkan kembali kekhawatiran investor akan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif.
Rilis data penjualan AS periode April melambat menjadi 0,3% dari 0,8% pada Maret lalu. Saham Home Depot anjlok 1,6% menjadi USD187,98, dan Apple turun hampir 1%. Saham Ford naik 0,4%, Tesla rontok 2,7%. Symantec melambung 4,35% setelah mengumumkan tahap awal penyelidikan internal yang merekomendasikan tidak perlu merevisi laporan keuangan.
Dow Jones Industrial Average anjlok 0,78% (-193 poin) ke level 24.706,41.
Standard&Poor's 500 melorot 0,68% (-18,68 poin) ke posisi 2.711,45..
Nasdaq Composite tergerus 0,81% (-59,69 poin) menjadi 7.351,62.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange rontok 3,85% menjadi USD24,21.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir variatif, investor mencermati risiko politik dan ekonomi ketika harga minyak melayang mendekati level tertinggi multi-tahun. Indeks European-Stoxx 600 menguat 0,05% menjadi 392,37, dipimpin kenaikan harga saham sekktor minyak dan gas yang naik hampir 1%. Harga minyak melonjak ke level tertinggi multi-tahun menyusul permintaan global yang kuat, ketegangan di Timur Tengah, dan ketidakpastian output Iran.
Harga saham sektor jasa keuangan menguat 0,9%, dipimpin kenaikan harga saham Hargreaves Landsown, Inggris hampir 2,5%. Sektor perbankan menguat 0,3%. Di sisi lain, sektor telekomunikasi memimpin kerugian, anjlok lebih dari 1,9% dipimpin kejatuhan harga saham Iliad, Prancis sebesar 19,5%. Saham Vodafone rontok 4,3%. Hasil survei ZEW menunjukkan, sentimen investor Jerman terhadap perekonomian negara itu pada periode Mei melorot, mencapai -8,2, terendah sejak sejak November 2012.
FTSE 100 London menguat 0,16% (12,00 poin) menjadi 7.722,98.
CAC 40 Paris naik 0,23% (12,48 poin) ke level 5.553,16.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,06% (-7,67 poin) ke posisi 12.970,04.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melesat ke level tertinggi sejak Desember lalu, didukung rilis kenaikan belanja konsumen AS yang memberikan tekanan jual pada US Treasury dan mendorong imbal hasil surat utang bertenor 10-tahun ke level tertinggi sejak Juli 2011. Imbal hasil US Treasury 10 tahun menembus 3,095%, melampaui level psikologis 3% pada akhir April lalu.
Perkiraan awal penjualan ritel dan layanan makanan AS periode April tercatat USD497,6 miliar, meningkat 0,3 persen dari bulan sebelumnya, sejalan dengan ekspektasi pasar. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,68% menjadi 93,219, setelah sempat melesat ke posisi 93,457.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1824

-0.0014

-0.12%

7:23 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3504

0.0002

+0.01%

7:23 PM

Yen (USD-JPY)

110.24

-0.11

-0.10%

7:23 PM

Yuan (USD-CNY)

6.3775

0.0382

+0.60%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,037.30

64.80

+0.46%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/5/2018 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, namun masih jauh dari level tertinggi multi-tahun yang dicapai pada awal sesi perdagangan. Kenaikan harga minyak didukung oleh kekhawatiran sanksi AS terhadap Iran, yang akan kemungkinan akan membatasi ekspor dari salah satu produsen terbesar di Timur Tengah itu. Harga minyak Brent sempat melonjak USD1,24 menembus puncak intraday sebesar USD79,47 per barel, dan WTI menembus USD71,92, tertinggi sejak November 2014.
Harga turun dari level tertinggi setelah American Petroleum Institute mengatakan, stok minyak mentah naik hampir 5 juta barel pada pekan lalu, jauh melebihi ekspektasi analis untuk pengurangan sebesar 763.000 barel.Penguatan harga minyak juga dibatasi oleh penguatan dolar AS yang melesat ke level tertinggi sejak Desember. Rilis data OPEC menunjukkan persediaan minyak di negara-negara industri OECD untuk periode Maret turun menjadi 9 juta barel, di atas rata-rata 5 tahun, dari 340 juta barel di atas rata-rata pada Januari 2017.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik 20 sen (0,3%) menjadi USD78,43 per barel.
Harga minyak mentah berjangka WTI naik 35 sen (0,5%) menjadi USD71,31 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi tergelincir lebih dari satu persen, dan sempat mencapai level terendah tahun ini sebesar USD1.289,40 per ounce, tertekan penguatan dolar AS yang didukung kenaikan imbal hasil US Treasury. Momentum penurunan emas meningkat setelah harga emas menembus ke bawah level support pada rata-rata pergerakan 200 hari di level USD1.306 per ounce. Seorang pejabat Federal Reserve mengatakan inflasi AS belum mencapai target 2% secara berkelanjutan, dan mendukung kenaikan suku bunga.
Harga emas di pasar spot turun 1,57% menjadi USD1.291,87 per ounce.
Harga emas untuk pengiriman Juni anjlok USD27,90 menjadi USD1.290,30 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)
1,400
2.9 %
40 %

746

BidLot

4,089

OffLot