Bursa Pagi: Global-Regional Variatif Menguat, Dukung Potensi Laju IHSG
Friday, March 15, 2019       08:30 WIB

Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (15/3), perdagangan saham di bursa Asia dibuka cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan di bursa saham utama Eropa yang bergerak melemah pada penutupan bursa saham Wall Street. Pergerakan indeks terpengaruh oleh perkembangan perundingan Inggris-Uni Eropa untuk menunda Brexit, dan perang dagang AS-China yang belum menunjukkan titik terang.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar di kisaran level 6.170, terbebani penurunan sektor keuangan sebesar 0,37%. Indeks bergerak melemah 0,12% (-7,50 poin) ke posisi 6.172,10 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,90% (190,77 poin) ke level 21.477,79, setelah dibuka melonjak 0,83%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,38% dan berlanjut menguat 0,57% menjadi 2.167,95.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,03% (-7,53 poin) di posisi 28.843,86 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,34% menjadi 3.000,88.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi cenderung menguat, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan kenaikan 0,56% menjadi 6.413.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan tren penguatan, dibayangi sentimen positifrilis neraca perdagangan hari ini dan afirmasi peringkat  investment grade  Indonesia oleh Fitch Rating. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi  bullish continuation,  mulai keluar dari area jenuh beli.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, perkembangan pembicaraan dagang antara AS-China yang mengarah kepada tercapainya kesepakatan antara kedua negara adidaya tersebut diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu data neraca perdagangan di bulan Februari yang diprediksi akan membukukan penurunan defisit serta naiknya beberapa komoditas seperti minyak mentah dan batu bara diprediksi akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang  support  di level 6.370 dan  resistance  di 6.455.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham : (Buy, Support: Rp2.380, Resist: Rp2.460), (Buy, Support: Rp3.790, Resist: Rp3.960), (Buy, Support: Rp880, Resist: Rp960), (Buy, Support: Rp10.300, Resist :Rp10.500).
  • ETF : (Buy, Support: Rp517, Resist: Rp525), (Buy, Support: Rp540, Resist: Rp549), (Buy, Support: Rp708, Resist: Rp717).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup lebih rendah untuk pertama kalinya dalam empat sesi, setelah rilis data penjualan rumah AS yang lemah. Berita terbaru perselisihan perdagangan AS-China ikut mempengaruhi Wall Street. China diberitakan ingin kesepakatan sepenuhnya diselesaikan dan mengaitkan kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke AS dengan pengumuman kesepakatan perdagangan. Sebelumnya, Trump mengatakan dia tidak terburu-buru untuk membuat perjanjian dengan China.
Penjualan rumah baru pada Januari turun 6,9%, lebih besar dari perkiraan dan sinyal penutupan aktivitas pemerintah ( government shutdown ) AS bisa membuat konsumen menunda pembelian. Harga saham Facebook anjlok 1,9%, setelah layanan Instagram dan WhatsApp  drop  di seluruh dunia, kemarin. Jaksa federal sedang melakukan investigasi kriminal pada transaksi data yang dibuat perusahaan tersebut dengan raksasa teknologi lainnya. Saham raksasa penerbangan AS, Boeing, terus merosot 1% pada penutupan, dan telah terpangkas sekitar 12% pekan ini
  • S&P 500 melemah 0,09% (-2,44 poin) di posisi 2.808,48.
  • Nasdaq Composite menyusut 0,16% (-12,49 poin) menjadi 7.630,91.
  • Dow Jones Industrial Averagenaik tipis 0,03% (7,05 poin) di level 25.709,94.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,32% menjadi USD25,21.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, investor mencermati laporan keuangan sejumlah emiten dan bereaksi terhadap perkembangan Brexit di Inggris. Indeks STOXX 600 naik 0,78% menjadi 378,52, dipimpin kenaikan harga saham minyak dan gas, bersama dengan saham media dan asuransi. Saham Gea Group, Jerman, melesat 10%, setelah melaporkan lonjakan pendapatan 5% selama setahun penuh. Saham Leonardo, Italia melambung 12% karena laba bersihnya melonjak dan penjualannya diperkirakan meningkat pada 2019. Lufthansa terperosok 6%, karena membukukan penurunan laba operassi 11% pada kuartal keempat.
  • FTSE 100 London naik 0,37% (26,24 poin) menjadi 7.185,43.
  • DAX 30 Frankfurt menguat 0,13% (15,06 poin) ke posisi 11.587,47.
  • CAC 40 Paris melaju 0,82% (43,40 poin) ke level 5.349,78.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat untuk pertama kalinya dalam sepekan, karena pound tertahan di level yang lebih rendah menjelang pemungutan suara perpanjangan batas waktu Brexit yang dijadwalkan29 Maret. Poundsterling turun 0,54%, ketika PM Theresa May memberikan tekanan pada anggota parlemen Inggris yang berseberangan untuk mendukung perjanjian Brexit. Analis memperingatkan agar tidak mengambil posisi besar pada poundsterling karena ketidakpastian Brexit. Investor juga menunggu kelanjutan perundingan dagang AS-China. Indeks dolar, indikator kurs  greenback    terhadap enam mata uang negara maju naik 0,24% menjadi 96,785.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1308

0.0004

+0.04%

7:51 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3257

0.0015

+0.11%

7:51 PM

Yen (USD-JPY)

111.70

0.00

0.00%

7:51 PM

Yuan (USD-CNY)

6.723

0.0159

+0.24%

11:28 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,277.50

12.50

+0.09%

4:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 14/3/2019 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak variatif setelah mencapai level tertinggi 2019 karena OPEC menghendaki untuk memperpanjang program pengurangan produksinya melewati Juni, sambil menurunkan perkiraan permintaan minyak mentah. Rilis laporan bulanan OPEC memangkas perkiraan permintaan minyak tahun ini dan memperkirakan pertumbuhan pasokan non- OPEC yang lebih kuat.
Ketidakpastian seputar kemajuan dalam perundingan perdagangan AS-China dan pertumbuhan ekonomi global membebani harga minyak. Presiden AS Donald Trump mengatakan, perundinggan dagang AS-China berlangsung dengan baik, tetapi tidak dapat memastikan kapan kesepakatan akhir akan dicapai.  Harga minyak juga terpengaruh oleh rilis data   Output  industri China yang tumbuh 5,3 persen pada Januari dan Februari, paling lambat dalam 17 tahun.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 36 sen menjadi USD67,19 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 29 sen menjadi USD58,55 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup anjlok lebih dari satu persen, ke bawah USD1.300 untuk kedua kalinya pada bulan ini, karena memudarnya kekhawatiran Brexit "tanpa kesepakatan", dan penguatan dolar. Lambannya proses perundingan perdagangan AS-China membuat para investor tetap waspada dan investor memilih dolar sebagai tempat berlindung yang lebih disukai.
Namun, analis mengatakan permintaan emas akan segera meningkat karena ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan diri dalam rapat kebijakan pekan depan. Harga perak turun hampir 2%, pertama kalinya dalam lima sesi, menjadi USD15,18 per ounce. Palladium naik 0,1% menjadi USD1.557,51 dan platinum merosot 1,6% menjadi USD823,77.
  • Harga emas di pasar spot turun 1% menjadi USD1.296,51 per ounce.
  • Harga emas berjangka merosot 1,1% menjadi USD1.295,1 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
3,850
0.0 %
0 %

65,937

BidLot

580

OffLot