Bursa Pagi: Isu Perlambatan The Fed Dongkrak Asia, IHSG Berpeluang Naik
Friday, December 07, 2018       08:37 WIB

Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (7/12), bursa saham Asia dibuka menguat menyambut kabar bahwa Federal Reserve AS mempertimbangkan kemungkinan untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, membalik tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Harga minyak merosot karena OPEC menyepakati pemangkasan produksi. Investor mengamati dampak penangkapan bos Huawei, atas permintaan AS, terhadap sengketa AS-China.
Mengawali perdagangan saham hari ini bursa saham Asia dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, sebesar 0,76%, ditopang kenaikan harga saham sektor keuangan. Indeks berlanjut melaju 0,74% (41,60 poin) ke level 5.699,30 pada pukul 8:25 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,43% (93,40 poin) menjadi 21.595,02, setelah dibuka melaju 0,82% di tengah penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka naik 0,69% dan berlanjut menguat 0,54% di posisi 2.079,96.
Melanjutkan tren penguatan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,36% (93,43 poin) menjadi 26.249,81 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka menguat 0,16% di posisi 2.609,34.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berkubang di zona merah pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melemah 0,29% di level 6115.493. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbalik menguat didukung capital inflow dan isu perlambatan kenaikan suku bungan The Fed, jelang rilis data cadangan devisa. Namun secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penurunan, dengan sinyal bearish di area jenuh beli.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, ekspektasi bahwa The Fed akan menaikan suku bunga acuan dengan tempo yang lebih lambat dibandingkan sebelumnya, diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga harga saham gabungan. Sementara itu investor juga akan mencermati data cadangan devisa di bulan November yang di prediksi kembali mencatatkan kenaikan menjadi USD116 miliardari sebelumnya USD115,2 miliar. IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.085 dan resistance di 6.145.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: (Buy, Support: Rp3.610, Resist: Rp3.690), (Buy, Support: Rp1.485, Resist: Rp1.530), (Buy, Support: Rp342, Resist: Rp358), (Buy on Weakness, Support: Rp11.250, Resist: Rp11.650).
  • ETF : (Buy on Weakness, Support: Rp380, Resist: Rp384), (Buy on Weakness, Support: Rp444, Resist: Rp452), (Buy on Weakness, Support: Rp676, Resist: Rp682).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, namun bangkit dari kejatuhan di sesi awal merespon laporan yang menyebutkan Federal Reserve segera menghentikan kenaikan suku bunga. Indeks Wall Street dibuka menukik setelah penangkapan petinggi raksasa teknologi China, Huawei, atas desakan AS, sehingga memperburuk kekhawatiran bahwa gencatan senjata kedua negara akan berakhir berantakan. Dow Jones rontok hingga 3% di awal sesi. Rilis angka penyerapan tenaga kerja sektor swasta AS periode November mencapai 179.000, di bawah estimasi 195.000.
Wall Street Journal melaporkan The Fed dapat mengadopsi sikap wait and see untuk kenaikan suku bunga di masa mendatang, setelah kemungkinan kenaikan pada pertemuan kebijakan Desember. Saham raksasa perbankan melemah, JPMorgan Chase, Citigroup dan Bank of America masing-masing turun 2% atau lebih. Saham-saham terkait minyak juga berguguran di tengah kejatuhan harga minyak. Saham Apache turun 3,3%, Halliburton -5,8 % dan ExxonMobil -2,1%. Boeing merosot 3,1%, setelah Loin Air mengancam akan membatalkan kontrk pembelian pesawat.
  • Dow Jones Industrial Average, turun 0,32% (-79,40 poin) menjadi 24.947,67.
  • S&P 500 melemah 0,15% (-4,11 poin) di posisi 2.695,95.
  • Nasdaq Composite naik 0,42% (-29,83 poin) ke level 7.188,26.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,28% menjadi USD24,84.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona merah, diwarnai kekhawatiran perlambatan pertumbuhan, jatuhnya harga minyak dan gejolak baru dalam ketegangan AS-China. Indeks Stoxx 600 terperosok 3,09% menjadi 343,31, dan indeks DAX Jerman ditutup 21% di bawah angka tertinggi pada akhri Januari. Harga minyak anjlok hingga 3%, karena OPEC dan sekutunya dilaporkan setuju untuk memangkas produksi minyak, tetapi belum diketahui rinciannya.
Harga saham berbasis sumber daya alam longsor 4,2%, dipimpin kejatuhan harga saham pertambangan Antofagasta, London yang jatuh terpelanting lebih dari 7%. Saham otomotif berguguran lebih dari 4,5%. Faurecia dan Daimler terpuruk lebih dari 6%. Saham teknologi juga turun lebih dari 3%, setelah penangkapan CFO Huawei di Vancouver, atas permintaan AS atas kemungkinan pelanggaran sanksi ekonomi terhadap Iran.
  • DAX 30 Frankfurt terpenggal 3,48% (-389,26 poin) ke level 10.810,98.
  • FTSE 100 London terjungkal 3,15% (-217,79 poin) menjadi 6.704,05.
  • CAC 40 Paris rontok 3,32% (-163,91 poin) ke posisi 4.780,46.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup cenderung melemah tertekan penurunan imbal hasil US Treasury. Rilis data perdagangan AS menunjukkan lonjakan defisit perdagangan ke level tertinggi 10 tahun pada Oktober lalu, sebesar USD55,5 miliar, karena ekspor kedelai menyusut dan impor barang-barang konsumsi naik ke rekor tertinggi.
Para trader mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di tengah melemahnya data ekonomi dan meningkatnya volatilitas pasar. Mereka tidak melihat kemungkinan lebih dari satu kali kenaikan pada 2019. Imbal hasil US Treasury 10 tahun menembus level terendah tiga bulan di posisi 2,826%. Euro menguat 0,26 persen menjadi USD1,1373. Yen Jepang dan franc Swiss, diburu investor demi menghindari risiko. Indeks dolar AS turun 0,27% menjadi 96,81.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1377

0.0003

+0.03%

6:28 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2781

0.00

0.00%

6:28 PM

Yen (USD-JPY)

112.70

0.02

+0.02%

6:28 PM

Yuan (USD-CNY)

6.8827

0.0259

+0.38%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,520.00

117.50

+0.82%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 6/12/2018 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak melemah, ditutup anjlok hingga 3%. Pertemuan OPEC di Wina, dikabarkan menyetujui pemangkasan produksi, namun menunda keputusan mengenai kuota pengurangan produksi sampai berkonsultasi dengan Rusia, Jumat ini. Moskowmasih mempertimbangkan berapa banyak akan memangkas produksi minyaknya, karena sedang menghadapi musim dingin.
Produsen minyak sempat menyepakati kemungkinan pemangkasan 1,3 juta barel per hari, namun Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan pemotongan 1 juta bph sudah cukup signifikan. Penurunan harga minyak sedikit tertahan oleh rilis data stok minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu, turun 7,3 juta barel.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun USD1,77 (2,9%) menjadi USD59,79 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun USD1,40 (-2,7%) menjadi USD51,49 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, sempat mencapai USD1.244,32 per ounce, mendekati level tertinggi lima bulan. Harga emas terangkat oleh pelemahan dolar karena ekspektasi perlambatan laju kenaikan suku bunga The Fed, dan aksi jual di bursa saham global. Klaim pengangguran tercatat lebih lemah dari perkiraan dan lapangan kerja sektor swasta gagal melampaui ekspektasi. Pasar menunggu laporan penggajian non-pertanian AS, Jumat ini. Sementara itu, harga palladium di pasar spot anjlok 3,90% menjadi USD1.194,50 per ounce setelah melesat ke level tertinggi sepanjang masa USD1.263,56 per ounce, melebihi harga emas di sesi sebelumnya.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.241,15 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS naik USD1,0 menjadi USD1.243,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
3,610
-0.3 %
-10 %

13,297

BidLot

35,493

OffLot