Bursa Pagi - Asia Bergerak Mixed, Laju IHSG Berpeluang Berlanjut
Monday, July 20, 2026       08:33 WIB
  • Bursa Asia dibuka mixeddi tengah lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik Timur Tengah,pasar menanti laporan keuangan emiten teknologi dan arah kebijakan The Fed.
  • IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan didukung lonjakan EIDO , meningkatnya tekanan beli, serta potensi kenaikan likuiditas, namun masih menghadapi resistance MA50 di level 6.190.
  • Sektor perbankan memimpin penguatan dengan PrimeBank10 mendekati EMA100, lonjakan rata-rata nilai transaksi harian 36,25% yang mencerminkan masuknya dana investasi yang lebih kuat.

Ipotnews - Membuka sesi perdagangan pekan keempat, Juli 2026, Senin (20/7), bursa saham Asia dibuka dibuka mixed. Investor berhati-hati di tengah meningkatnya konflik di kawasan Teluk mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kembali kekhawatiran inflasi.
Laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi besar yang akan kembali menguji keyakinan investor terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI).
Laman Reuters melaporkan, harga minyak mentah Brent naik 3% hingga menembus USD90 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu bulan, kembali memicu kekhawatiran inflasi. Pasar kontrak berjangka kini memperkirakan kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar total 29 basis poin hingga akhir tahun. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun kembali menembus level psikologis 5%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,34%. Indeks berlanjut menguat 0,29% menjadi 8.822,30 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,68% ke level 6.705,96, setelah dibuka melemah 0,74% dan Kosdaq anjlok 1,66%.
Bursa saham Jepang tutup karena hari libur nasional.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terakhir berada di 24.602, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan indeks pada Jumat di level 24.562,24.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari inidiperkirakan masih berpelaunag menguat setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan melaju 1,1% ke 6.175. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melonjak 2,05% ke level USD12,42.
Beberapa analis memperkirakan momentum pergerakan IHSG akan semakin membaik dengan dominasi tekanan beli yang mulai mengungguli tekanan jual. Likuiditas pasar diperkirakan berpotensi meningkat kembali didukung berlanjutnya momentum penguatan IHSG .
Secara teknikal, momentum beli mulai menguat. Namun posisi IHSG kini menghadapi resistance penting MA50 di level 6.190. Jika mampu menembus level tersebut, indeks berpeluang melanjutkan reli, namun berisiko memicu  profit taking  jika gagal menembusnya.
Analis Indo Premier berpendapat, gambaran teknikal mengonfirmasi kepemimpinan sektor perbankan di IHSG . Indeks PrimeBank10 kini berada di level 156, mendekati area resistance EMA100 di 158. Hal ini menjadikan sektor perbankan sebagai sektor pertama yang mampu mendekati rata-rata pergerakan 100 hari, sementara IHSG dan sebagian besar sektor lainnya masih berjuang menembus EMA50.
Volume transaksi turut mendukung penguatan tersebut. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 36,25% menjadi Rp13,99 triliun dari Rp10,27 triliun pada pekan sebelumnya. Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal masuknya dana investasi yang lebih kuat sejak Juni, bukan sekadar rebound yang terjadi dengan volume transaksi tipis.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah. Aksi jual saham-saham AI yang meluas menjadi sentimen  risk-off . Data ekonomi menunjukkan sentimen konsumen membaik, namun sektor perumahan melemah dan output industri hanya tumbuh 0,1%. Musim laporan keuangan dimulai positif, 90% dari 49 emiten S&P 500 melampaui ekspektasi. Proyeksi pertumbuhan laba kuartal II naik menjadi 26%.
Sektor asa komunikasi dan konsumen diskresioner turun terbesar di S&P 500. Sektor energi menjadi satu-satunya yang menguat berkat kenaikan harga minyak. Indeks Semikonduktor Philadelphia memasuki pasar  bearish , rontok lebih dari 20% dari puncaknya meski masih naik 65% sepanjang tahun. Mayoritas saham Magnificent Seven melemah, dipimpin Meta (-2,7%) dan Alphabet (-3,2%). Netflix ambles 7,3%, Intuitive Surgical terjungkal 14,2%, dan Uber anjlok 2,1%.
  • Dow Jones Industrial Average melorot 0,77% ke 52.146,42.
  • S&P 500 merosot 1,01% ke posisi 7.457,69.
  • Nasdaq Composite anjlok 1,40% ke level 25.520,24.

Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu dengan melemah. Aksi jual saham teknologi global berlanjut di tengah memudarnya optimisme terhadap sektor AI. Eskalasi konflik Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi menjelang rapat ECB pada 23 Juli. Investor memperkirakan ECB menahan suku bunga pekan depan, namun masih mengantisipasi satu kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini.
Indeks STOXX 600 turun 0,34% menjadi 641,53, dengan kinerja mingguan relatif datar. Sektor utilitas (+1,55%) menjadi penguat terbesar. Saham barang mewah memimpin kinerja mingguan meski Burberry ambles 6,38% akibat lemahnya belanja wisatawan. Saab melesat 9,73%, Tomra Systems dan EQT melejit 11,87% dan 11,02%, sementara Lagercrantz turun 7,09% dan Volvo terkoreksi 0,64%. Saham teknologi terperosok 3,27% sepanjang pekan lalu.
  • DAX Jerman turun 0,34% menjadi 24.830,98
  • FTSE 100 Inggris naik 0,27% menjadi 10.600,37.
  • CAC Prancis turun 0,47% menjadi 8.338,81.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia mengakhiri pekan lalu dengan realtif stagnan, tapi melemah 0,2% sepanjang pekan. Data ekonomi AS menunjukkan penjualan ritel dan sentimen konsumen membaik. Inflasi AS yang melandai meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Fed. Peluang kenaikan suku bunga Fed pada Juli ini turun menjadi 14% dari 25% sepekan sebelumnya.
Pasar memperkirakan pengetatan sekitar 30 bps hingga akhir tahun. Konflik AS-Iran dan gangguan di Selat Hormuz mendorong permintaan aset aman, menopang dolar dan mengangkat harga minyak. Euro stagnan dan poundsterling mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Yen bertahan di dekat level terlemah 40 tahun. Pasar mewaspadai potensi intervensi pemerintah Jepang. Indeks dolar AS (DXY) bertahan di 100,76.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1439

0.00

0.03%

Yen (USD-JPY)

162.40

0.01

0.01%

Poundsterling (GBP-USD)

1.3452

0.00

0.19%

Rupiah (USD-IDR)

17,921

65.00

0.36%

Yuan (USD-CNY)

6.7754

0.00

0.04%

Sumber : Bloomberg.com, 17/7/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea melonjak lebih dari 4%e level tertinggi sebulan pada penutupan pekan lalu,di tengah eskalasi konflik AS-Iran. Brent dan WTI mencatat lonjakan sekitar 16% sepanjang pekan lalu. Eskalasi serangan AS dan Iran memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak melalui Selat Hormuz dan potensi penutupan jalur Laut Merah.
Pasar menilai harga minyak masih berpotensi naik apabila lebih banyak kapal tanker terdampak serangan dan distribusi energi kembali terganggu. Arab Saudi mengalihkan lebih dari 70% ekspor minyaknya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah melalui East-West Pipeline untuk mengurangi risiko di Hormuz. Ketegangan geopolitik meluas ke kawasan lain, termasuk serangan rudal Iran ke kawasan Teluk dan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia.
  • Harga Brent berjangka meloncat 4,59% ke USD88,10 per barel.
  • Harga WTI berjangka melompat 4,48% ke USD82,49 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS akhir pekan lalu ditutup meningkat, namun mencatatkan penurunan terbesar dalam enam pekan, sekitar 2,6%. Meningkatnya konflik AS-Iran mendorong kenaikkan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi global. Penguatan dolar AS menekan harga emas. Pasar memperkirakan sekitar 58% peluang kenaikan suku bunga AS pada September, sementara pejabat The Fed tetap membuka peluang pengetatan jika inflasi tidak membaik.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas. AS meningkatkan pengeboman ke jembatan dan bandara Iran. Teheran merespons dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent naik sekitar 16% pada pekan lalu. Harga logam berharga lainnya; perak melaju 1% ke USD56,06, platinum drop 1,4%ke USD1.595,64, dan paladium stagnan di USD1.249,63.
  • Harga emas di pasar spot melaju 1% ke USD4.011,29 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS meningkat 0,7% ke USD4.018,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)