Bursa Siang: Pasca Lonjakan Inflasi USA Gerak Market Asia variatif, IHSG Tumbang
Friday, June 11, 2021       11:47 WIB

Ipotnews - Laju IHSG tertahan pada akhir perdagangan sesi I hari Jumat (11/6) setelah sempat perkasa saat awal sesi. IHSG terpotong tipis -4 poin (-0,05 persen) ke level 6.104.
Indeks LQ45 -0,23% ke 903.
Indeks IDX30 -0,24% ke 483.
Indeks IDX80 -0,04% ke 129.
Jakarta Islamic Indes (JII) +0,20% ke 565.
Indeks Kompas100 -0,28% ke 1.125.
Indeks Sri Kehati -0,47% ke 346.
Indeks SMInfra18 +0,46% ke 308.
Saham Paling Aktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , .
Nilai transaksi Rp8,70 triliun. Volume perdagangan sebanyak 146,91 juta lot saham. Investor asing net buy Rp2,25 triliun.
Rupiah bergerak menguat 0,34 persen terhadap USD ke kevel Rp14.199 (11.30 AM).
Bursa Asia
Pasar saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan sesi siang hari Jumat (11/6). Pasar surat utang dan Wall Street mencatat rally seiring spekulasi bahwa lonjakan inflasi kemungkinan akan bersifat sementara sehingga meninggalkan ruang dukungan moneter the Fed.
Imbal hasil obligasi USA tenor 10 tahun melemah ke level 1,43 persen yang merupakan titik terendah sejak Maret. Yield tersebut sempat melonjak dalam beberapa jam karena inflasi naik melampaui perkiraan.
Laju inflasi USA periode Mei sebagian besar didorong oleh kategori yang terkait dengan pembukaan kembali aktivitas ekonomi secara lebih luas karena program vaksinasi berhasil mengendalikan pandemi. Terlepas dari beberapa sinyal kenaikan harga yang lebih luas, kekhawatiran tentang lonjakan biaya kredit jangka panjang yang dapat mengganggu stabilitas pasar global telah reda.
"Kebisingan wacana inflasi berlanjut untuk saat ini. Pasar surat utang jatuh seiring pemikiran the Fed bahwa inflasi bersifat sementara dan tidak menjamin pengurangan stimulus moneter dalam jangka pendek," kata Anu Gaggar, analis dari Commonwealth Financial Network.
Pasar saham Jepang bergerak stagnan. Indeks Nikkei 225 melayang tipis di atas flatline dan Indeks Topix turun tipis 0,1 persen. Sedangkan Indeks Kospi di bursa Korsel naik 0,6 persen.
Tekanan terjadi di pasar saham China. Indeks Shanghai Composite drop 0,25 persen dan Indeks Shenzhen Component melorot 0,515 persen. Adapun Indeks Hang Seng di market saham Hong Kong menguat 0,39 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) melaju 0,35 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 up 0,31 persen.
Indeks dolar AS merosot ke 89,991 dari level sebelumnya di posisi 90.
Kurs yen naik tipis ke posisi ke 109,39 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109,6.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,7752 dari sebelumnya di $0,776.
Minyak
Harga minyak merosot meskipun prospek demand menguat. Pada perdagangan sesi pagi hari Jumat (11/6) di pasar komoditas Asia, harga minyak berjuang untuk bertahan di level USD70 per barel dalam jangka panjang.
Minyak WTI drop 0,6 persen per barel ke harga USD69,86 per barel. Minyak Brent turun 0,6 persen ke harga USD72,07 per barel. (pkl 11.09 AM wkt Singapura)
(cnbc/idx/bloomberg)

Sumber : Admin
1,280
0.0 %
0 %

0

BidLot

0

OffLot