Bursa Siang: Perang Tarif Impor Baru Tekan Market Regional, IHSG Turut Terhambat
Tuesday, December 03, 2019       12:36 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah pada perdagangan sesi pagi hari Selasa (3/12). Indeks melorot -15 poin (-0,24 persen) ke level 6.115.
Indeks LQ45 -0,31% ke 975. Indeks IDX30 -0,35% ke level 533. Indeks IDX80 -0,31% ke 137. Indeks JII -0,15% ke posisi 679. Indeks Kompas100 -0,29% ke 1.232. Indeks Sri Kehati -0,67 persen ke 385. Indeks SMInfra18 -0,72 persen ke level 313.
Saham-saham teraktif: , , , , , , .
Saham-saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham-saham top losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi mencapai Rp2,61 triliun. Volume trading sebanyak 44,29 juta lot saham. Investor asing membukukan beli bersih Rp45,62 miliar.
Nilai tukar rupiah stagnan ke level Rp14.120 terhadap USD (12.00 pm).
Bursa Asia
Market saham Asia melemah di sesi pagi pada perdagangan hari Selasa (3/12). Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengejutkan pasar dengan penerapan tarif impor produk dari Brazil dan Argentina. Langkah AS ini mengisi lagi kecemasan pasar terhadap tensi perdagangan global. Sementara data output pabrikan AS yang lemah menambah kesuraman.
Trump mengatakan akan mengenakan tarif impor produk baja dan alumunium dari Brazil dan Argentina. Trump menuduh Kedua negara melakukan devaluasi besar-besaran terhadap nilai tukar mereka.
Indeks manufaktur AS periode Nopember terkontraksi sehingga menorehkan pelemahan 4 bulan secara beruntun.
Analis pada lembaga CommSec (Sydney) Steven Daghlian, menilai tarif impor bagi Amerika Selatan mendominasi kekhawatiran pasar pada perdagangan hari Selasa. "Pasar sangat sensitif terhadap berita baik atau buruk terkait perselisihan AS-China tetapi juga hubungan AS dengan negara-negara lain," ujarnya seperti dikutip Reuters.
Bursa saham Australia menjadi lokomotif pelemahan market Asia. Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia turun 2 persen. Bank sentral Australia (The Reserve Bank of Australia) mempertahankan suku bunga acuan ke level 0,75 persen. Keputusan ini dinilai sejalan dengan perkiraan para analis.
Bursa saham Hong Kong juga melemah. Indeks Hang Seng tergerus. Pelemahan ini seiring data penjualan ritel Hong Kong periode Oktober turun 26.2 persen (YoY). Ini adalah pelemahan terburuk terkait aksi demonstrasi anti pemerintah berbulan-bulan di Hong Kong.
Market saham China melaju turut terkoreksi di sesi pagi. Indeks Shenzhen Component drop -0,3 persen. Indeks Shenzhen Composite bergerak melemah -0,322 persen.
Sedangkan di pasar saham Jepang, Indeks Nikkei 225 tergelincir ke zona merah saat sesi siang masih berlangsung. Sementara Indeks Topix melemah -0,51 persen.
Di bursa saham Korsel, Indeks Kospi melorot -0,5 persen. Saham unggulan SK Hynix turun -1,5 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) melemah -0,41 persen.
Indeks dolar AS melemah ke level 97,91 dibanding sesi sebelumnya di posisi 98,3.
Nilai tukar yen melaju ke posisi 109,17 terhadap USD dibanding posisi sesi kemarin di 109,5 yen.
Dolar Australia menguat ke level $0,6839 dibanding sesi sebelumnya di level $0,6812.
Indeks Nikkei (Jepang) -0,63% ke level 23.381. (11.50 am)
Indeks Shanghai (China) -0,11% ke posisi 2.872. (break)
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,15% pada level 26.405. (break)
Indeks STI (Singapura) -0,20% ke level 3.181. (12.00 pm).
Oil
Harga minyak menguat di sesi pagi pada perdagangan hari Selasa (3/12) di tengah ekspektasi OPEC dan sekutunya akan sepakat memangkas lebih dalam produksi minyak pada meeting pekan ini.
Minyak Brent menguat 0,33 persen ke harga USD61,12 per barel. Sedangkan minyak WTI naik 0,39 persen ke level USD56,18 per barel.
(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin
50
0.0 %
0 %

0

BidLot

610,754

OffLot