Bursa Siang: Rebound Sektor Keuangan Dukung IHSG ke Zona Hijau
Friday, August 10, 2018       13:03 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ke teritori positif pada sesi rehat perdagangan hari Jumat (10/8). IHSG menguat +0,46 persen (+28 poin) ke level 6.093.
Indeks LQ45 +0,75% ke level 965 poin. IDX30 +0,60% ke level 525 poin. Indeks JII +0,36% ke level 666. Indeks Kompas100 +0,51% ke level 1.247. Indeks Sri Kehati +0,60% ke posisi 361. Indeks Sinfra 18 +0,52% ke level 323.
Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah , , , , , dan
Saham Top Gainer LQ45 antara lain , , , , , dan
Saham Top Loser LQ45 antara lain , , , , , dan
Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,22 triliun dengan volume trading sebanyak 39,80 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp281,84 miliar.
Sektor properti dan keuangan menjadi pendukung utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju naik masing-masing +1,1 persen dan +0,85 persen.
Nilai tukar rupiah +0,00 persen ke level Rp14.436 (pukul 11.30 am)
Bursa Asia
Pasar saham Asia mixed pada sesi pagi perdagangan hari Jumat (10/8). Market saham Asia masih berkutat di sentimen eskalasi perang dagang antara USA dan China.
Indeks Nikkei 225 ke zona merah seiring tekanan yang terjadi pada saham-saham asuransi dan pertambangan. Kedua sektor tersebut menjadi lokomotif pelemahan. Sementara saham-saham produsen semi konduktor juga bergerak melemah seperti saham Tokyo Electron turun 3,34 persen. Namun saham terkait tambang minyak dan batu bara bergerak positif.
Indeks Kospi (Korea Selatan) turun 0,72 persen. Saham-saham tekno unggulan tercatat melemah. Saham Samsung Electronics turun 2,52 persen. SK Hynix turun 3,59 persen.
Sementara itu di bursa Australia, Indeks S&P/ASX200 menyerah, turun 0,13 persen. Saham energi dan utiliti turun masing-masing 1,41 persen dan 1,13 persen. Sedangkan sektor finansial bergerak menguat. Dalam pernyataannya, bank sentral Australia mengatakan pertumbuhan ekonomi Australia akan sebesar 3 persen pada 2018 dan 2019. Bank sentral tersebut juga mencatat inflasi kemungkinan melemah dalam jangka pendek.
Sedangkan pasar saham China berada di teritori positif, memperpanjang penguatan yang tercipta pada sesi sehari sebelumnya. Indeks Shenzhen naik 0,52 persen. Adapun Indeks Shanghai flat.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) mengarah ke zona merah walaupun saham-saham properti dan konstruksi menguat menjadi lokomotif kenaikan.
Kekhawatiran perang dagang juga masih menjadi sorotan seiring pengumuman China pada awal pekan ini yang mana membalas tindakan tarif impor USA. China menerapkan tarif impor sebesar 25 persen terhadap barang impor USA senilai USD16 miliar. Sedangkan pemerintah USA menyatakan tarif impor barang-barang asal China akan berlaku efektif pada 23 Agustus mendatang.
Indeks dolar AS menguat berada di posisi 95,559. Sedangkan nilai tukar USD terhadap yen ke posisi 110,95 (pukul 9.53 am). Market juga akan mencermati data inflasi USA. Para analis memperkirakan tingkat inflasi USA (tidak termasuk harga pangan dan energi) naik 0,2 persen di periode Juli.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,50% ke posisi 22.458. (11.30 am)
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,46% ke level 28.474.
Indeks Shanghai (China) -0,14% ke posisi 2.790.
Indeks Straits Times (Singapura) -1,21% ke level 3.286. (11.30 am)
Oil
Harga minyak naik pada perdagangan hari Jumat (10/8) pagi. Kenaikan harga ini di tengah kekhawatiran penerapan kembali sanksi USA terhadap Iran akan mengetatkan pasokan walaupun eskalasi perang dagang USA dan China menahan market minyak untuk lanjut menguat.
Minyak Brent naik 13 sen ke harga USD72,20 per barel (pukul 04.06 GMT). Minyak WTI naik 5 sen ke harga USD66,86 per barel.
(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin
23,600
0.0 %
0 %

0

BidLot

0

OffLot