Bursa Siang: Saham Ritel Rontok, IHSG Jatuh di Tengah Ketegangan Global
Friday, March 06, 2026       11:56 WIB
  • IHSG sesi I Jumat (6/3) turun 201 poin (-2,61%) ke level 7.509 dengan sektor konsumer primer paling tertekan.
  • Bursa Asia bergerak variatif setelah Wall Street melemah akibat konflik AS-Israel vs Iran yang memicu lonjakan harga energi.
  • Harga minyak sempat melonjak tajam sejak konflik Timur Tengah, meski pada Jumat mulai terkoreksi setelah wacana intervensi pemerintah AS.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah pada perdagangan sesi I hari Jumat (6/3). IHSG berkurang 201 poin atau -2,61% ke level 7.509.
Volume perdagangan yang terjadi mencapai 191,3 juta lot saham. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp94,21 triliun.
Saham top gainers LQ45: , .
Saham top losers LQ45: , , , , EXCl, , .
Seluruh indeks sektor saham berada di zona merah. Sektor konsumer primer paling terpuruk, turun 4,78%. Saham sektor ini yang terpuruk di antaranya -6,81%, -5,47%, -3,56%, -2,93%, -2,35%, -1,82%, -1,40%.
Bursa Asia
Market saham Asia bergerak variatif pada perdagangan hari Jumat (6/3) setelah Wall Street melemah seiring konflik AS-Israel vs Iran mendorong harga energi melonjak.
Harga minyak menembus $80 per barel. Bahkan minyak WTI mencatat kenaikan harian tertinggi sejak Mei 2020.
Ketidakpastian yang lebih besar juga terlihat di bidang perdagangan global setelah Jaksa Agung New York Letitia James dan para jaksa penuntut utama dari 23 negara bagian lainnya sekali lagi menggugat untuk memblokir rezim tarif global Presiden Donald Trump.
Hal ini terjadi setelah Pengadilan Perdagangan Internasional AS memutuskan pada hari Kamis bahwa perusahaan berhak atas pengembalian tarif dari bea masuk Trump yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung.
Semalam di Wall Street AS, ketiga indeks utama turun, dengan aksi jual saham dipimpin oleh Boeing, Caterpillar, dan nama-nama lain yang berpotensi kehilangan paling banyak jika ekonomi global melambat.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,61%. Sementara Indeks S&P 500 turun 0,56%. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,26%.
Indeks Saham Asia
Nikkei225 (Jepang) +0,41%
Topix (Jepang) +0,11%
Shanghai (China) +0,25%
Shenzhen Composite (China) +0,80%
CSI 300 (China) +0,20%
Hang Seng (Hong Kong) +1,78%
Indeks Kospi (Korsel) -0,98%
Indeks Taiex (Taiwan) -0,28%
ASX200 (Australia) -1,11%
Asia Currencies
Yen naik 0,03% menjadi 157,55 per USD
SGD melaju 0,22% menjadi 1,2777 per USD
AUD drop 0,41% ke posisi 0,7037 per USD
Rupiah turun 0,11% menjadi 16.924 per USD
Rupee drop 0,05% ke 91,6550 per USD
Yuan up 0,14% ke 6,9018 per USD
Ringgit down 0,10% ke 3,9485 per USD
Baht menguat 0,11% ke 31,725 per USD
Oil
Harga minyak turun pada Jumat (6/3) untuk pertama kalinya dalam enam hari karena pemerintah AS mempertimbangkan kemungkinan intervensi di pasar berjangka untuk meredam kenaikan harga. AS juga telah memberikan pengecualian kepada kilang minyak India untuk membeli minyak mentah Rusia guna meringankan kendala pasokan akibat perang di Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun $1,14 atau 1,33% menjadi $84,27 per barel dan West Texas Intermediate turun $1,46 atau 1,8% menjadi $79,55 per barel.
Dalam empat sesi perdagangan terakhir sejak perang dimulai, harga Brent telah naik 18% sementara WTI naik 21%.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan pada hari Kamis, Departemen Keuangan AS diperkirakan akan mengumumkan langkah-langkah untuk mengatasi kenaikan harga energi akibat konflik Iran, termasuk potensi tindakan yang melibatkan pasar berjangka minyak, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin