Bursa Siang: Terseret Aksi Jual Global, IHSG Tumbang 107 Poin
Thursday, October 11, 2018       12:50 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terseret aksi jual masif di pasar global pada akhir perdagangan sesi pagi, hari Kamis (11/10). IHSG melemah -1,82 persen (-107 poin) ke level 5.714.
Indeks LQ45 -2,26% ke leavel 894 poin. IDX30 -2,27% ke level 490 poin. Indeks JII -1,98% ke level 627. Indeks Kompas100 -2,20% ke level 1.149. Indeks Sri Kehati -2,31% ke posisi 333. Indeks Sinfra18 -2,35% ke level 298.
Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah , , , , , dan .
Saham-saham top loser LQ45: , , , , , dan .
Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,07 triliun dengan volume trading sebanyak 76,60 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp606,76 miliar
Sektor aneka industri dan keuangan menjadi penekan utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -2,67 persen dan -2,14 persen.
Nilai tukar rupiah -0,41 persen ke level Rp15.265 (pukul 12:00 pm)
Bursa Asia
Market saham Asia tenggelam di zona merah pada sesi pagi perdagangan hari Kamis (11/10) setelah market saham Wall Street melemah terburuk dalam 8 bulan terakhir. Guncangan tersebut dispekulasikan berpotensi mengancam kepercayaan bisnis dan investasi secara global.
"Pasar saham dilanda aksi jual tajak disertai kekhawatiran tentang seberapa besar yield surat utang akan naik, peringatan dari IMF tentang risiko stabilitas keuangan dan ketegangan perang dagang yang terus berlanjut sehingga mendorong ketidakpastian," demikian kata Tim Riset ANZ seperti dikutip reuters.
Kejatuhan market global menyebabkan kerugian aset ratusan miliar USD. IMF menyatakan valuasi pasar saham telah melonjak tinggi secara ekstrim.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) tumbang 3,9 persen merupakan penurunan terburuk sejak Maret 2017.
Di bursa saham Hong Kong, Indeks Hang Seng turun signifikan. Begitu juga dengan Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen, turun tajam. Indeks Shenzhen turun 5,52 persen. Di bursa Taiwan, Indeks Taiex drop 6,28 persen.
Sementara itu Indeks ASX 200 (Australia) jatuh 2,43 persen disertai sebagian besar sektor saham di zona merah. Subsektor energi turun 3,62 persen, material 2,48 persen dan finansial 2,38 persen.
Tekanan juga terjadi di pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 tumbang signifikan serta Indeks Topix turun 3,88 persen. Sedangkan Indeks Kospi di bursa Korsel, melemah 3,6 persen.
Pada penutupan trading tadi malam Indeks Dow Jones turun 831,83 poin. Indeks Nasdaq turun 4 persen dan Indeks S&P 500 drop 3,3 persen. Indeks volatilitas bursa saham Wall Street ( CBOE Volatility Indeks) naik 44 persen ke level 22,96 yang merupakan level tertinggi sejak April.
Presiden USA Donald Trump masih terus melancarkan kritik terhadap the Fed yang berniat melanjutkan kenaikan suku bunga meskipun terjadi turbulensi market. "The Fed melakukan kesalahan dengan kebijakan moneter ketat. The Fed telah bertindak gila," kata Trump. Kritik Trump tersebut telah memicu aksi jual secara tiba-tiba di pasar obligasi sekaligus mengantarkan yield naik ke level tertinggi dalam 7 tahun.
Indeks dolar AS di posisi 95,225 atau melemah. Nilai tukar yen ke posisi 112,14 terhadap dolar AS atau menguat. Sementara dolar Ausie di posisi $0,7077.
Perubahan yield juga mengguncang aliran dana keluar dari emerging market, khususnya tekanan terhadap yuan karena China berjuang melindungi diri dari perang dagang dengan USA. Hari Kamis ini, World Bank menyatakan sangat khawatir tensi perang dagang dan mengingatkan perlambatan ekonomi global jika terjadi eskalasi perang tarif.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -4,43% ke posisi level 22.465 (11.43 am).
Indeks Hang Seng (Hong -3,76% ke level 25.207.
Indeks Shanghai (China) -4,34% ke posisi 2.607.
Indeks Straits Times (Singapura) -2,64% ke level 3.048. (12.00 pm).
Oil
Harga minyak berlanjut drop pada perdagangan hari Kamis (11/10) pagi di pasar Asia. Hal ini seiring tekanan pada pasar saham global disertai kejatuhan harga minyak terkait data persediaan minyak mingguan di USA yang telah meningkat lebih dari perkiraan.
Minyak Brent drop 66 sen ke harga USD82,43 per barel (pukul 00:24 GMT). Harga minyak WTI melemah 57 sen ke harga USD72,60 per barel.
(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin
372
-0.5 %
-2 %

6,205

BidLot

5,277

OffLot