Bursa Siang: Yield Surat Utang Ganggu Market, IHSG Tertekan Lagi
Wednesday, May 16, 2018       12:55 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih tertekan pada jeda perdagangan hari Rabu (16/5). IHSG tumbang -1,34 persen (-79 poin) ke level 5.760.
Indeks Kompas100 -1,77% ke posisi 1174. Indeks LQ45 -2,00% ke level 916 poin. Indeks JII -2,04% ke 648 poin. IDX30 -2,08% ke level 497 poin. Indeks SM Infra18 -1,28% ke posisi 308. Indeks Sri Kehati -2,12% ke posisi 336.
Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah , , , , , , , , dan . Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp4,61 triliun dengan volume trading sebanyak 50,39 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai Rp267,16 miliar.
Yield surat utang global kembali melonjak ke posisi tertinggi. Sementara ketidakpastian geopolitik di semenanjung Korea kembali menjadi fokus pelaku pasar.
Nilai tukar rupiah -0,52 persen di posisi Rp14.110 per USD. (12.00 pm).

Sector

% Change

Top Gainer

Last (Rp)

Change (+Rp)

Top Loser

Last (Rp)

Change (-Rp)

CONSUMER

-2,22



102

19



1.595

-505

MINING

-0,16



149

25



3.1

-600

MANUFACTUR

-1,88



3.83

620



625

-115

AGRI

-0,67



89

11



500

-60

MISC -IND

-2,42



850

100



77

-8

FINANCE

-1,72



95

10



98

-9

INFRASTRUC

-0,82



69

7



775

-70

TRADE

-0,35



700

55



356

-32

BASIC-IND

-0,77



500

36



750

-60

PROPERTY

-0,30



210

15



128

-9

source: idx.co.id

Bursa Asia
Sebagian besar market saham Asia melemah pada perdagangan sesi pagi, hari Rabu (16/5). Pasar memantau ketidakpastian geopolitik baru terkait Korea Utara dan yield obligasi di Amerika yang naik ke level tertinggi sejak 7 tahun terakhir.
Pasar saham Jepang dalam tekanan setelah Indeks Nikkei 225 melorot dan Indeks Topix turun 0,06 persen terbebani saham tambang minyak. Saham Perbankan juga menjadi faktor penekan.
Pelemahan saham perusahaan penyulingan minyak dan manufaktur mengantarkan Indeks Kospi bergerak flat. Penguatan saham Samsung Electronics menahan pelemahan Kospi.
Bursa saham Hong Kong memperpanjang pelemahan yang sudah terjadi sejak perdagangan kemarin. Sementara pasar saham China juga bergerak melemah seiring penurunan Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen yang turun tipis 0,04 persen.
Lain halnya dengan Indeks S&P/ASX200 yang bergerak menguat 0,33 persen. Saham 4 bank papan atas menopang penguatan indeks di pasar saham Australia tersebut.
Faktor geopolitik menjadi perhatian pasar setelah terjadi perkembangan baru di Korea Utara. Pemerintah Korut mengatakan akan mempertimbangkan kembali summit dengan USA pada kesempatan mendatang jika pemerintah USA bersikeras agar Korut menghentiikan program senjata nuklirnya. Demikian seperti diberitakan Reuters mengutip media lokal.
Sebelumnya Korut tiba-tiba menghentikan rencana pembicaraan dengan Korsel yang dijadwalkan pada Rabu ini. Latihan militer bersama antara Korsel dan USA ditengarai sebagai alasan bagi pembatalan rencana tersebut, demikian menurut Reuters mengutip running text Korean Central News Agency.
Indeks dolar AS melemah dari level terkuatnya sejak Desember yang dicapai pada sesi terakhir tadi malam. Indeks dolar AS pada pukul 12.04 (pm) berada di posisi 93.267 setelah ke level 93,457 pada trading kemarin. Sedangkan posisi USD terhadap yen di level 110,28 yen.
Kelesuan market regional muncul setelah pada sesi trading hari Selasa pasar saham USA melemah. Sedangkan yield tenor 10 tahun di USA naik ke 3,09 persen merupakan level tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Data penjualan ritel USA periode April naik 0,3 persen.
"Mengapa hal ini signifikan, jika yield obligasi sudah melonjak lalu capital outflow dari negara emerging market dapat bermasalah menjadi lebih besar," kata Chief Economist ING, Robert Carnell seperti dikutip dari risetnya.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,30% ke posisi 22.749,74. (12.03 pm)
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,11% ke level 31.116,35.
Indeks Shanghai (China) -0,28% ke posisi 3.183,28.
Indeks Straits Times (Singapura) -0,11% ke level 3.536,39. (12.00 pm).
Oil
Harga minyak melemah pada perdagangan hari Rabu (16/5) pagi, terbebani oleh pasokan yang cukup meskipun pemangkasan produksi oleh OPEC yang sedang berlangsung serta peluang besar sanksi USA terhadap Iran.
Harga minyak Brent turun 20 sen ke posisi USD78,23 per barel (04.45 GMT). Sementara minyak WTI melemah 23 sen ke level USD71,08 per barel.
(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin
118
-1.7 %
-2 %

1,244

BidLot

2,066

OffLot