Bursa Sore: Eskalasi Konflik Geopolitik Membuat Market Asia Loyo, IHSG Geser ke Zona Merah 
Tuesday, January 25, 2022       16:18 WIB

Ipotnews - IHSG melorot turun saat sesi sore berakhir pada perdagangan hari Selasa (25/1). IHSG bergerak melemah sebesar 1,31 persen (87 poin) ke level 6.568.
Indeks LQ45 -1,07% ke 939.
Indeks IDX30 -1,04% ke 502.
Indeks IDX80 -1,30% ke 130.
Jakarta Islamic Indeks (JII) -1,26% ke 553.
Indeks Kompas100 -1,12% ke 1.167.
Indeks Sri Kehati -1,06% ke 370.
Indeks SMInfra18 -1,47% ke 297.
Saham Top Gainers LQ45: , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Saham Teraktif: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp13,27 triliun. Volume perdagangan sebanyak 240,06 juta lot saham. Investor asing net buy Rp110,19 miliar. Rupiah turun 0,10 persen terhadap USD di level Rp14.350 (03.30 PM).
Bursa Asia
Saham Asia turun tajam pada hari Selasa (25/1) di sesi sore. Investor khawatir tentang potensi konflik militer di Ukraina dan menjelang pertemuan penting Federal Reserve yang dapat memberikan petunjuk tentang waktu dan kecepatan kenaikan suku bunga. .
Tai Hui, kepala strategi pasar Asia di JP Morgan Asset Management, mengatakan investor menghadapi dilema. Mereka cemas tentang prospek kebijakan moneter dalam konteks beberapa saham pertumbuhan menjadi lebih mahal. Sementara prospek pertumbuhan untuk 2022 masih layak dan ada beberapa aset yang menawarkan prospek pengembalian jangka panjang yang sama seperti ekuitas, katanya.
"Ketidakpastian geopolitik di Eropa minggu ini dan potensi dampak pada harga energi semakin mengacaukan prospek," tambah Hui.
mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya menempatkan pasukan dalam keadaan siaga dan memperkuat Eropa timur dengan lebih banyak kapal dan jet tempur, dalam apa yang dikecam Rusia sebagai "histeria" Barat sebagai tanggapan atas penumpukan pasukannya di perbatasan Ukraina
Di pasar saham Jepang Indeks Nikkei 225 jatuh 1,66 persen ke 27.131 seiring tekanan pada saham teknologi dan otomotif. Sementara Indeks Topix juga down sebesar 1,75 persen ke 1.896. Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong tumbang 1,67 persen ke 24.243.
Bursa saham Australia juga ke zona merah. Indeks S&P/ASX200 turun 2,49 persen ke 6.961 Inflasi Australia nak 1,3 persen di kuartal IV dan 3,5 persen (YoY). Inflasi tersebut adalah tertinggi sejak 2014.
Pasar saham Korsel turun 2,56 persen ke level 2.720. Ekonomi Korsel tumbuh 1,1 persen (Q4) tahun 2021. Bank of Korea menyatakan tahun 2021 ekonomi Korsel tumbuh 4 persen di tahun 2021.
Market saham China ke zona merah. Indeks Shanghai Composite bergerak turun 2,58 persen ke 3.433. Sedangkan Indeks Shenzhen Component berkurang 2,83 persen ke level 13.683.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,43% ke level terendah dalam sebulan.
Indeks dolar AS merayap naik ke level 95,97 dari sesi sebelumnya di 95,6.
Kurs Yen naik di posisi 113,79 terhadap USD dari sebelumnya di 114.
Nilai tukar dolar Australia melemah ke level $0,7134 terhadap dolar AS dari sebelumnya di $0,717.
Minyak
Harga minyak bangkit kembali pada hari Selasa (25/1) saat sesi sore, pulih dari beberapa kerugian hari sebelumnya. Kenaikan harga terjadi karena meningkatnya ketegangan di Eropa Timur dan Timur Tengah sehingga memicu kekhawatiran atas kemungkinan gangguan pasokan. Minyak Brent naik 61 sen ke harga USD86,88 per barel. Minyak WTI melaju 44 sen ke harga USD83,75 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : admin
4,430
-0.2 %
-10 %

32,959

BidLot

12

OffLot