Bursa Sore: IHSG Menyerah, Emiten AI Buyarkan Eforia Dovish, Saham Asia Melorot
Thursday, December 11, 2025       16:40 WIB
  • IHSG turun 0,92% ke 8.620, terseret terutama oleh sektor infrastruktur yang melemah 2,34%, sementara energi menguat.
  • Sebagian besar bursa Asia berada di zona merah setelah laba Oracle meleset, menimbulkan keraguan atas pengembalian investasi AI.
  • The Fed menurunkan suku bunga 25 bps menjadi 3,5%-3,75%, namun memberi sinyal bahwa penurunan selanjutnya akan lebih menantang.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terkoreksi turun saat akhir perdagangan hari Kamis (11/12). IHSG berkurang 81 poin (-0,92%) ke level 8.620.
Perdagangan di BEI hari ini membukukan volume sebanyak 699,11 juta lot saham. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp34,32 triliun.
Saham top gainer: , , . Saham top losers: , , .
Sektor infrastruktur paling menyeret IHSG ke zona merah. Infrastruktur turun 2,34%. Adapun sektor energi terkuat, naik 1,57%.
Bursa Asia
Market saham Asia sebagian besar berada di zona merah pada perdagangan hari Selasa (11/12). Laju pasar tersendat setelah kinerja Oracle yang adalah raksasa cloud computing AS membuat kecewa investor.
Tekanan pada Oracle membunyikan peringatan untuk profitabilitas AI. Saham Oracle tumbang 11% menyeret futures S&P 500 dan Nasdaq melemah pada perdagangan di pasar Asia.
Saham-saham terkait AI adalah yang paling merugi di Tokyo, karena prospek laba dan pendapatan Oracle meleset dari perkiraan. Para eksekutif mengisyaratkan pengeluaran yang lebih tinggi - sebuah tanda bahwa pengeluaran infrastruktur tidak menghasilkan keuntungan secepat yang diharapkan investor.
Saham Softbank Group menekan Indeks Nikkei225 Jepang. Softbank melorot 7,5%. Softbank adalah mitra Oracle dalam proyek pusat data Stargate di AS, yang terkait dengan AI, sehingga menekan indeks tersebut.
"Nada positif penurunan suku bunga Fed sedang dibayangi oleh Oracle," kata Kepala Riset Asia ANZ, Khoon Goh. "Fokus utamanya adalah pada pengeluaran modal," katanya, yang menghidupkan kembali kekhawatiran bulan lalu tentang pengembalian investasi AI.
Semalam, Fed menurunkan suku bunga acuan, seperti yang diharapkan, sebesar 25 basis poin menjadi 3,5% hingga 3,75%.
"Petunjuk besar berikutnya adalah rilis data non-farm payrolls (AS) November pada 16 Desember dan apakah angka yang lemah dapat mempertahankan harga pasar untuk dua penurunan suku bunga lebih lanjut pada tahun 2026," kata analis di ING dalam sebuah catatan.
Indeks Saham Asia
Nikkei 225 (Jepang) -0,90% ke 50.148
Topix (Jepang) -0,94% ke 3.357
Shanghai Composite (China) -0,70% ke 3.873
Shenzhen Component (China) -1,27% ke 13.147
CSI300 (China) -0,86% ke 4.552
Hang Seng (Hong Kong) -0,04% ke 25.530
Kospi (Korsel) -0,59% ke 4.110
Taiex (Taiwan) -1,32% ke 28.024
ASX200 (Australia) +0,15% ke 8.592
Asia Currencies
Yen naik 0,10% menjadi 155,86 per USD
SGD melorot 0,09% menjadi 1,2941 per USD
AUD drop 0,46% ke posisi 0,6645 per USD
Rupiah naik 0,07% menjadi 16.676 per USD
Rupee melemah 0,49% ke 90,4 per USD
Yuan naik 0,14% ke 7,0581 per USD
Ringgit melaju 0,23% ke 4,108 per USD
Baht naik 0,07% ke 31,7720 per USD
Bursa Eropa
Pasar saham Eropa dibuka sedikit lebih rendah pada hari Kamis (11/12) karena investor mencerna pemangkasan suku bunga terbaru dan komentar dari Federal Reserve AS.
Indeks acuan pasar saham Eropa, Stoxx 600 melemah 0,2% pada saat pembukaan pasar. Indeks FTSE MIB Italia melemah 0,25%. Indeks FTSE 100 Inggris tumbang 0,06%. Pasar saham Jerman juga melemah setelah Indeks DAX turun 0,33%.
Pasar global bereaksi terhadap pemotongan suku bunga ketiga Fed tahun ini. Bank sentral AS memangkas suku bunga Federal Funds sebesar 25 basis poin menjadi 3,5%-3,75%. Tetapi The Fed memberi sinyal bahwa jalan yang lebih sulit menanti penurunan lebih lanjut.
Ketua Fed Jerome Powell, dalam konferensi pers pasca-pertemuan, mengatakan bahwa penurunan tersebut menempatkan Fed dalam posisi yang nyaman sejauh menyangkut suku bunga.
"Kami berada dalam posisi yang baik untuk menunggu dan melihat bagaimana perekonomian berkembang," kata Powell , seraya mencatat bahwa tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump telah memicu inflasi.
Oil
Harga minyak turun pada trading hari Kamis (11/12) karena investor mengalihkan fokus kembali ke pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina. Dan juga memantau potensi dampak dari penyitaan kapal tanker yang dikenai sanksi oleh AS di lepas pantai Venezuela.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 50 sen atau 0,8% menjadi $61,71 per barel pada pukul 0730 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 46 sen, atau 0,8%, menjadi $58,00 per barel.
"Sejauh ini, penyitaan tersebut belum berdampak pada pasar, tetapi eskalasi lebih lanjut akan menimbulkan volatilitas harga minyak mentah yang besar," kata Emril Jamil, analis minyak senior di LSEG .
"Pasar masih dalam ketidakpastian, mengamati perkembangan kesepakatan perdamaian Rusia-Ukraina."
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin