Bursa Sore: Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Kredit Iringi Laju Positif IHSG
Thursday, July 12, 2018       16:52 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mempertahankan diri ke zona hijau pada finis perdagangan hari Kamis (12/7). IHSG melaju +0,25 persen (+14 poin) ke level 5.907.
Indeks LQ45 +0,04% ke level 930 poin. IDX30 +0,00% ke level 505 poin. Indeks JII +0,01% ke level 668. Indeks Kompas100 +0,13% ke level 1.198. Indeks Sri Kehati +0,35% ke posisi 344. Indeks Sinfra 18 +0,69% ke level 306.
Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah , , , , , , dan .
Saham Top Gainer LQ45 antara lain , , , , , dan .
Saham Top Loser LQ45 antara lain , , , , , dan .
Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,19 triliun dengan volume trading sebanyak 85,75 juta lot saham. Pemodal asing aksi beli bersih (net buy) senilai Rp136,77 miliar.
Sektor infrastruktur dan properti paling menopang laju IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +1,45 persen dan +0,96 persen.
Tim Riset PT Indo Premier Sekuritas memaparkan kebijakan perang tarif impor USA yang harus mendapat persetujuan dulu dari parlemen setempat mendorong penguatan indeks. "Selain itu kabar bahwa BCA akan menaikkan suku bunga kredit turut menambah katalis positif di pasar."
Nilai tukar rupiah -0,03% ke level Rp14.380 (pukul 16.00 pm)
Bursa Asia
Market saham Asia menanjak positif pada sesi sore perdagangan hari Kamis (12/7). Market sempat terguncang sesi kegelisahan para trader dalam perdagangan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan daftar produks China yang mungkin menjadi subyek tarif baru bea impor.
Pelemahan yen menopang penguatan Indeks Nikkei 225. Saham-saham fishery dan forest menjadi lokomotif penguatan. Saham-saham farmasi dan telko tercatat juga menguat secara signifikan. Nikkei 225 menguat 255 poin.
Di pasar saham Korsel, Indeks Kospi naik 0,19 persen. Sektor tekno bergerak mixed. Harga saham Samsung Electronics turun 1,09 persen. Di pasar saham Hong Kong, saham-saham properti, finansial, jasa dan utiliti menopang penguatan Indeks Hang Seng.
Sementara Indeks Shanghai rebound, menanggalkan koreksi turun yang terjadi pada perdagangan hari Rabu. Adapun Indeks Shenzhen naik 2,74 persen. Penguatan terjadi setelah pasar bereaksi negatif
Pergerakan positif juga terjadi pada Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia. Seluruh sektor ke zona hijau dengan sektor health care menjadi lokomotif penguatan. Indeks S&P/ASX200 menguat 0,85 persen.
Market saham regional guncang pada trading kemarin, setelah USA menetapkan tarif impor baru sebesar 10 persen terhadap barang impor China senilai USD200 miliar. Penetapan tarif berlaku efektif setelah proses review selesai. Pemerintah China mengancam tindakan balasan melalui kebiajakn qualitative. Kementerian Perdagangan China menyatakan akan mengajukan komplain kepada WTO.
"Pengumuman (pemerintah USA) pada 11 Juli menegaskan kembali bahwa pasar berada dalam siklus eskalasi (tensi dagang) berlarut-larut. Tetapi Kami memperkirakan negosiasi dan deeskalasi tetap jadi hasil akhir," kata Morgan Stanley dalam risetnya. Menurut Morgan, semakin berlarut-larut prosesnya, semakin besar dampaknya terhadap kepercayaan bisnis dan belanja modal yang pada gilirannya membebani pertumbuhan global.
Indeks dolar AS menguat ke posisi 94,709. Sedangkan nilai tukar USD menguat terhadap yen di level 112,25 (pukul 2.44 pm) setelah closing ke posisi 112 untuk pertama kalinya dalam 6 bulan terakhir.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,17% ke posisi 22.187.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,60% ke level 28.480.
Indeks Shanghai (China) +2,16% ke posisi 2.837.
Indeks Straits Times (Singapura) +0,15% ke level 3.253.
Bursa Eropa
Market saham Eropa menguat pada menit-menit awal perdagangan hari Kamis (12/7) pagi waktu setempat. Para pemodal konsolidasi terhadap penurunan tajam pada sesi sebelumnya ketika terdapat puncak kecemasan terhadap eskalasi perang dagang USA-China.
Indeks FTSE (Inggris) +0.25% ke posisi 7.610.
Indeks DAX (Jerman) +0.18% ke level 12.438.
Indeks CAC (Perancis) +0.07% di posisi 5.357.
Oil
Harga minyak rebound pada perdagangan hari Kamis (12/7) sore. Posisi harga bangkit setelah turun paling signifikan hanya dalam 1 hari perdagangan sesi kemarin jika dihitung sejak 2 tahun terakhir. Pelemahan paling buruk kemarin tersebut terkait kabar bahwa Libya akan mulai ekspor minyak dan ketegangan dagang antara China dan USA.
Harga minyak Brent naik USD1,23 ke posisi USD74,63 per barel (pukul 05.44 GMT). Sementara minyak WTI naik 46 sen ke level USD70,84 per barel.
(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin

berita terbaru
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:46 WIB
Indosat Realisasikan Obligasi Rp 2,71 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
Jasa Marga Raup Laba Bersih Rp 1,04 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:44 WIB
Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:27 WIB
INCO mengintip potensi mobil listrik
23,125
-0.3 %
-75 %

1,469

BidLot

2,463

OffLot