Bursa Sore: USD Melaju, Penguatan IHSG Sempat Tersendat
Friday, August 10, 2018       16:49 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sanggup bertahan ke teritori positif pada perdagangan hari Jumat (10/8). IHSG menguat +0,20 persen (+11 poin) ke level 6.077.
Indeks LQ45 +0,31% ke level 963 poin. IDX30 +0,40% ke level 524 poin. Indeks JII +0,12% ke level 664. Indeks Kompas100 +0,21% ke level 1.243. Indeks Sri Kehati +0,21% ke posisi 359. Indeks Sinfra 18 +0,14% ke level 322.
Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah , , , , , dan .
Saham Top Gainer LQ45 antara lain , , , , , dan .
Saham Top Loser LQ45 antara lain , , , , , , dan .
Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp6,51 triliun dengan volume trading sebanyak 71,36 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) senilai -Rp650,02 miliar.
Sektor properti dan konsumer menjadi pendukung utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju naik masing-masing +1,09 persen dan +0,74 persen.
Tim Analis Indo Premier Sekuritas mengungkapkan IHSG dibuka menguat merespon sentimen positif penunjukan Ma'ruf Amin oleh Joko Widodo sebagai pendampingnya dalam menghadapi pilpres 2019 mendatang. "Di sisi lain menguatnya nilai tukar dolar AS seiring dengan perekonomian Amerika yang semakin membaik membuat kenaikan indeks terpangkas secara perlahan," demikian menurut Indo Premier dalam note-nya.
Nilai tukar rupiah -0,30 persen ke level Rp14.479 (pukul 04.00 pm)
Bursa Asia
Sebagian besar indeks saham Asia melemah pada perdagangan hari Jumat (10/8) seiring ketidakpastian berlarut-larut perang dagang antara China dan USA.
Indeks Nikkei 225 turun 300 poin seiring tekanan yang terjadi pada saham-saham pertambangan dan sektor ekspedisi laut. Kedua sektor tersebut menjadi lokomotif pelemahan. Sementara saham-saham produsen semi konduktor juga bergerak melemah seperti saham Tokyo Electron turun 3,55 persen.
Indeks Kospi (Korea Selatan) turun 0,91 persen. Saham-saham tekno unggulan tercatat melemah. Saham Samsung Electronics turun 3,2 persen. SK Hynix turun 3,72 persen.
Sementara itu di bursa Australia, Indeks S&P/ASX200 menyerah, turun 0,31 persen. Saham energi turun 1,75 persen. Sedangkan sektor finansial bergerak menguat. Dalam pernyataannya, bank sentral Australia mengatakan pertumbuhan ekonomi Australia akan sebesar 3 persen pada 2018 dan 2019. Bank sentral tersebut juga mencatat inflasi kemungkinan melemah dalam jangka pendek.
Sedangkan pasar saham China berada di teritori positif, memperpanjang penguatan yang tercipta pada sesi sehari sebelumnya. Indeks Shenzhen naik 0,69 persen. Adapun Indeks Shanghai flat.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) mengarah ke zona merah walaupun saham-saham jasa, material dan energi menjadi beban bagi market saham Hong Kong.
Kekhawatiran perang dagang juga masih menjadi sorotan seiring pengumuman China pada awal pekan ini yang mana membalas tindakan tarif impor USA. China menerapkan tarif impor sebesar 25 persen terhadap barang impor USA senilai USD16 miliar. Sedangkan pemerintah USA menyatakan tarif impor barang-barang asal China akan berlaku efektif pada 23 Agustus mendatang.
"Sejauh ini masih tidak ada sinyal (perang dagang) kembali ke meja negosiasi dan kemungkinan adalah itu tidak akan terjadi sampai jangka menengah," ujar Chief Economist AMP Capital, Shane Oliver.
Meski kegelisahan (terhadap perang dagang) meluas, beberapa analis optimisis tentang gambaran situasi global.
Sementara itu Jack McIntyre, analis pada Brandywine Global Investment Management mengungkapkan perang dagang menciptakan kegelisahan di pasar emerging market, begitu juga kebijakan the Fed. "Jadi apapun yang menunjukkan bahwa mungkin ekonomi USA sedikit melambat, mungkin tidak membuat ketat kebijakan moneter the Fed di bulan Desember dan market emerging market akan seperti itu," ujar dia.
Indeks dolar AS menguat berada di posisi 95,992. Sedangkan nilai tukar USD terhadap yen ke posisi 111,02 (pukul 2.48 pm). Market juga akan mencermati data inflasi USA. Para analis memperkirakan tingkat inflasi USA (tidak termasuk harga pangan dan energi) naik 0,2 persen di periode Juli.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,33% ke posisi 22.298.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,84% ke level 28.366.
Indeks Shanghai (China) +0,03% ke posisi 2.795.
Indeks Straits Times (Singapura) -1,26% ke level 3.284.
Bursa Eropa
Market saham Eropa melemah di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (10/8) pagi waktu setempat. Para pemodal bereaksi atas kinerja laba emiten, kekacauan terkini di Turki serta ketakutan perang dagang antara USA dan China yang terus berlanjut.
Indeks FTSE (Inggris) -0.59% ke level 7.696.
Indeks DAX (Jerman) -1.35% di posisi 12.504.
Indeks CAC (Perancis) -1.13% pada level 5.440.
Oil
Harga minyak melemah pada perdagangan hari Jumat (10/8) di tengah kekhawatiran bahwa sengketa dagang global akan membuat pertumbuhan ekonomi dan demand terhadap energi melambat. Namun pelemahan harga tersebut terbatas seiring sanksi USA terhadap Iran yang tampak membentuk suplai kian mengetat. .
Minyak Brent drop 50 sen ke harga USD71,57 per barel (pukul 07.25 GMT). Sementara harga minyak WTI tumbang 40 sen ke harga USD66,41 per barel.
(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin
1,860
-2.6 %
-50 %

110

BidLot

150

OffLot