Cetak Kinerja Kuat, Rating Buy ACES Tetap Kokoh
Thursday, April 04, 2019       11:36 WIB

Ipotnews - Penjualan bersih PT Ace Hardware Tbk () Rp2,1 triliun pada triwulan terakhir 2018 (4Q18). Kinerja triwulanan ini naik 17 persen (QoQ) serta naik 21 persen (YoY) jika dibandingkan dengan 4Q17. Penjualan bersih setahun penuh (FY18) naik 22 persen (YoY) menjadi Rp7,2 triliun.
Wilayah Jawa masih sebagai penopang utama penjualan , memncapai 45,6 persen dari total penjualan. Sedangkan penjualan di luar Jawa mencapai 28 persen, melampaui penjualan di Jakarta yang sebesar 26,3 persen dari total penjualan.
Di periode 4Q18, membukukan laba Rp272 miliar. Kinerja laba triwulanan ini turun tipis 1 persen (QoQ) namum naik 7 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih di FY18 sebesar Rp976 miliar atau naik 25 persen (YoY).
Marjin kotor turun di periode 4Q18 menjadi 46,5 persen. Bandingkan marjin kotor pada 3Q18 sebesar48,2 persen dan di 4Q17 sebesar 46,7 persen. Pelemahan marjin kotor akibat perubahan bauran penjualan dan kenaikan promosi seiring kontribusi penjualan konsinyasi membukukan marjin yang rendah dari 5 persen pada 3Q18 menjadi 6 persen pada 4Q18.
Marjin operasi turun 150bps menjadi 14,8 persen di periode 4Q18. Sementara di periode 3Q18 sebesar 16,3 persen didongkrak oleh kenaikan biaya iklan dan promosi dan sewa.
Analis PT Indo Premier Sekuritas, Elbert Setidharma menilai atas pertimbangan pertumbuhan penjualan tanpa menambah gerai ( SSSG ) selama 2 tahun berturut-turut, diperkirakan pertumbuhan mulai normal pada 2019.
Terlebih manajemen juga mematok target pertumbuhan yang lebih konservatif karena faktor pilpres mendatang seiring kemungkinan adanya ketidakpastian politik dan memicu belanja yang sangat moderat setidaknya pada semester pertama tahun ini.
mematok pertumbuhan pendapatan di FY19 sebesar 12 persen - 15 persen dan SSSG dipatok hanya tumbuh 6-7 persen jauh di bawah pencapaian di FY18. Pembukaan toko baru antara 20-25 di tahun ini.
Indo Premier menurunkan proyeksi laba pada 2019/2020 ditopang faktor pertumbuhan laba di FY18 lebih rendah dari ekspektasi serta prospek di periode 1H19 yang lebih konservatif.
Namun demikian Indo Premier menegaskan lagi rekomendasi Buy saham dengan target price (TP) Rp2.000 per saham berdasarkan target P/E sebesar 27 kali.
(Riset Indo Premier Sekuritas)

Year To 31 Dec

2017A

2018A

2019F

2020F

2021F

Revenue(RpBn)

5,939

7,240

8,391

9,705

11,194

EBITDA(RpBn)

941

1,164

1,492

1,842

2,265

EBITDA Growth (%)

18.3

23.7

28.1

23.5

22.9

Net Profit(RpBn)

778

965

1,219

1,521

1,884

EPS (Rp)

45

56

71

89

110

EPS Growth (%)

9.4

24.0

26.4

24.8

23.8

Net Gearing (%)

(25.7)

(16.1)

(31.6)

(37.9)

(44.1)

PER (x)

39.7

32.0

25.3

20.3

16.4

PBV (x)

8.8

7.3

6.2

5.2

4.3

Dividend Yield (%)

0.9

1.3

1.4

1.9

2.3

EV/EBITDA (x)

31.8

25.9

19.6

15.5

12.2

 Source: , Indo Premier ; share price closing as of 01 Apr 2019 


Sumber : admin
1,770
1.4 %
25 %

305

BidLot

290

OffLot