- Investor global kembali mengalirkan dana ke saham teknologi Asia terkait AI seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan Taiwan dan Korea Selatan mencatat arus masuk USD7,9 miliar.
- Optimisme didorong oleh prospek laba sektor teknologi, termasuk lonjakan laba Samsung Electronics, yang memperkuat minat pada tema pertumbuhan AI.
- Meski demikian, investor tetap berhati-hati terhadap keberlanjutan reli di tengah kenaikan biaya energi, arus keluar dari India, serta perbedaan aliran dana di kawasan.
Ipotnews - Investor global kembali mengalihkan dana ke saham teknologi Asia, khususnya yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI), seiring tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Laman Bloomberg, Jumat (10/4), melaporkan bahwa saham di Taiwan dan Korea Selatan menarik arus masuk bersih dana asing sebesar USD7,9 miliar pada pekan ini. Aliran masuk ini, menandai pembalikan arah setelah lebih dari sebulan mengalami arus keluar yang berkelanjutan.
Sejatinya, arus masuk tersebut masih relatif kecil dibandingkan dengan penarikan dana sebesar USD70 miliar yang terjadi pada Maret lalu. Namun pergeseran ini mencerminkan kembalinya minat investor terhadap saham-saham yang bertumbuh, didukung oleh prospek laba yang membaik di sektor teknologi.
Salah satu pendorong utama adalah Samsung Electronics yang melaporkan lonjakan tajam laba kuartalan. Nilainya meningkat delapan kali lipat dan melampaui ekspektasi pasar, sehingga memperkuat optimisme terhadap permintaan yang didorong oleh AI.
Analis pasar menyatakan bahwa meredanya risiko geopolitik memungkinkan investor kembali fokus pada saham-saham bertema pertumbuhan struktural seperti AI. "Investor percaya bahwa perang akan segera berakhir, sehingga perdagangan utama pada saham-saham Asia yang terkait AI kembali menguat," ujar Vey-Sern Ling, Managing Director di Union Bancaire Prive, seperti dikutip Bloomberg.
Meski demikian, sejumlah kehati-hatian masih tetap ada. Kekhawatiran mengenai keberlanjutan reli AI masih membayangi, terutama di tengah meningkatnya biaya energi dan kemungkinan bahwa siklus belanja modal ( capital expenditure ) telah mencapai puncaknya. Perusahaan investasi Jefferies Financial Group juga menjadi lebih berhati-hati terhadap saham Korea Selatan.
Di seluruh kawasan, arus dana asing masih bergerak tidak merata. India terus mengalami arus keluar yang berkelanjutan. Penarikan dana sebesar USD17,8 miliar terlah berlangsung selama 23 sesi berturut-turut hingga awal April, yang mencerminkan keterbatasan eksposur pasar odal India terhadap pemain utama AI.
Sementara itu, Jepang juga mencatat arus masuk yang kuat, menarik sekitar USD12 miliar pada pekan pertama April, didukung oleh minat terhadap saham-saham terkait semikonduktor seperti Tokyo Electron.
Di pasar yang lebih luas, saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company ( TSMC ) telah melejit sepanjang 10% pekan ini dan mendekati rekor tertinggi menjelang rilis laporan keuangannya. Produsen chip besar lainnya, termasuk SK Hynix, juga mencatat kenaikan signifikan, mencerminkan kepercayaan investor yang berkelanjutan terhadap kisah pertumbuhan AI. (Bloomberg/AI)

Sumber : admin