Data Inflasi Amerika Positif, Emas Merosot Satu Persen
Friday, July 12, 2019       03:54 WIB

Ipotnews - Harga emas anjlok satu persen, Kamis, menghapus keuntungan yang dicatat pada awal sesi setelah inflasi konsumen yang lebih kuat dari yang perkiraan di Amerika Serikat menimbulkan keraguan apakah The Fed akan memangkas suku bunga seagresif yang diprediksi.
Harga emas di pasar spot merosot satu persen menjadi USD1.404,40 per ounce pada pukul 24.30 WIB, turun hampir USD15 setelah harga konsumen AS menunjukkan kenaikan inflasi yang mendasarinya, meningkat pada Juni, dengan kenaikan terbesar dalam hampir satu setengah tahun, demikian laporan  Reuters , di Bengaluru, Kamis (11/7) atau Jumat (12/7) dini hari WIB.
Sementara itu, emas berjangka Amerika menetap 0,4 persen lebih rendah menjadi USD1.406,70 per ounce.
Harga emas menyentuh level tertinggi satu pekan, yakni USD1.426 per ounce, di awal sesi.
Federal Reserve bulan lalu menurunkan proyeksi inflasi AS untuk 2019 menjadi 1,5 persen dari 1,8 persen yang diperkirakan pada Maret.
Namun, ini mungkin tidak mengubah ekspektasi The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan akhir Juli.
Pergerakan Kamis "hanyalah penyesuaian fakta bahwa mungkin sudah naik sedikit kemarin, tetapi masih bertahan dengan baik di atas level USD1.400, dan sepertinya akan terus bertahan di atas USD1.400," kata Chris Gaffney, Presiden TIAA Bank.
Emas spot melonjak 1,5 persen, Rabu, setelah pernyataan  dovish  Chairman The Fed, Jerome Powell, di mana dia mengkonfirmasi ekonomi AS masih di bawah ancaman dari aktivitas pabrik yang mengecewakan, inflasi yang lambat dan perang dagang yang memanas, dan mengatakan bank sentral siap untuk "bertindak sebagaimana mestinya."
Pernyataan itu membebani dolar. Mata uang AS tersebut terhadap mata uang utama lainnya sebagian besar melemah untuk dua sesi.
Penyusun kebijakan The Fed dijadwalkan bertemu pada 30-31 Juli, di mana investor akan mencari petunjuk lebih lanjut tentang pelonggaran kebijakan moneter.
Emas pada Juni melesat ke level tertinggi enam tahun, yakni USD1.438,63 per ounce, sebagian besar di belakang ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral utama di tengah kekhawatiran atas ekonomi global.
"Penembusan di atas USD1.438 dapat menyebabkan pesanan beli lebih lanjut dengan USD1.500 menjadi level berikutnya yang ditargetkan para  trader ," kata Hussein Sayed, analis FXTM .
Indikasi sentimen investor, kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,8 persen pada sesi Rabu.
Di antara logam mulia lainnya, palladium menghapus keuntungan dan merosot 1,7 persen menjadi USD1.561,86 per ounce, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi USD1.605,52.
Perak turun 0,9 persen menjadi USD15,10 per ounce, sedangkan platinum menyusut 0,8 persen menjadi USD818 per ounce. (ef)

Sumber : Admin