Defisit BUVA Turun Jadi Rp1,21 Triliun Usai Laba Bersih 2025 Meroket 1.412,7%
Wednesday, March 11, 2026       05:47 WIB
  • mencatat laba bersih Rp127,91 miliar sepanjang 2025, melonjak 1.412,7% dibanding 2024.
  • Pendapatan naik 5,7% menjadi Rp375,58 miliar, laba bruto Rp263,03 miliar, sementara laba usaha turun 8,1% karena beban administrasi meningkat.
  • Total aset naik 24,5% menjadi Rp2,64 triliun, liabilitas turun 27,5%, dan ekuitas melonjak 54,1% menjadi Rp2,08 triliun.

Ipotnews - Sepanjang 2025, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk () membukukan laba bersih Rp127,91 miliar atau meroket 1.412,7 persen dibandingkan pencapaian Tahun Buku 2024 yang hanya senilai Rp8,46 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten milik pengusaha Hapsoro "Happy" Sukmonohadi ini mencatatkan pendapatan Rp375,58 miliar atau bertumbuh 5,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp355,26 miliar.
Namun demikian, beban pokok pendapatan meningkat 7,7 persen (year-on-year) menjadi Rp112,56 miliar, sehingga laba bruto sepanjang 2025 menjadi Rp263,03 miliar atau mengalami kenaikan 4,9 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp250,79 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, laba usaha yang dicatatkan senilai Rp61,62 miliar atau melorot 8,1 persen (y-o-y), terutama dipicu lonjakan beban umum dan administrasi sebesar 12,7 persen (y-o-y) menjadi Rp127,43 miliar.
Kendati demikian, sepanjang 2025 mencetak laba sebelum pajak penghasilan Rp131,23 miliar atau melambung 1.155,8 persen (y-o-y). Kenaikan signifikan ini dipengaruhi pos bagian laba pada entitas asosiasi Rp79,42 miliar atau berbalik dari kondisi 2024 yang mencatatkan bagian rugi pada entitas asosiasi sebesar Rp9,92 miliar.
Ditambah lagi, pada tahun lalu Bukit Uluwatu mencatatkan keuntungan pembelian dengan diskon Rp28,72 miliar, pendapatan keuangan melonjak 124,4 persen (y-o-y) menjadi Rp2,76 miliar, rugi selisih kurs (neto) menyusut 54,1 persen (y-o-y) menjadi Rp674,25 juta dan beban keuangan menurun 13,8 persen (y-o-y) menjadi Rp40,06 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan 2025 sebesar Rp2,76 miliar, maka laba menjadi Rp128,47 miliar atau melesat 1.219 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp127,91 miliar alias melejit 1.412,7 persen (y-o-y).
Dengan raihan laba bersih Rp127,91 miliar tersebut, maka defisit per 31 Desember 2025 menyusut 9,7 persen menjadi Rp1,21 triliun dari posisi per 31 Desember 2024 yang mengalami defisit Rp1,34 triliun. Hingga akhir 2025, total ekuitas tercatat Rp2,08 triliun atau melonjak 54,1 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2025, total liabilitas senilai Rp556,13 miliar atau bisa ditekan 27,5 persen (y-o-y). Dengan demikian, total aset hingga akhir 2025 menjadi Rp2,64 triliun atau melonjak 24,5 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas Rp285,25 miliar atau bertumbuh 14,6 persen dibandingkan posisi akhir 2024 senilai Rp248,91 miliar. (Budi/AI)

Sumber : Admin