Dharma Polimetal (DRMA) Perkuat Posisi di Industri EV Nasional
Monday, February 09, 2026       09:39 WIB

JAKARTA, investor.id -Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk () memperkuat perannya dalam rantai pasok kendaraan listrik ( electric vehicle /EV) nasional seiring meningkatnya adopsi EV dan dukungan kebijakan pemerintah.
Melalui pengembangan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem hulu-hilir, perseroan menegaskan komitmennya untuk menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang di industri otomotif berkelanjutan sekaligus memperkuat fundamental bisnis perseroan.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, menampilkan inovasi terbaru Battery Lithium 12V pada ajang Indonesia International Motor Show ( IIMS ) 2026.
Produk tersebut memiliki daya tahan yang lebih panjang, desain lebih ringkas, modern, dan bobot yang lebih ringan dibandingkan aki konvensional, serta dirancang untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik roda dua secara efisien dan aman.
President Direktur Dharma Polimetal (), Irianto Santoso, menyampaikan bahwa partisipasi perseroan di IIMS 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat positioning di industri EV nasional.
"Keikutsertaan pada IIMS 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan inovasi perseroan sekaligus memperluas potensi kolaborasi dengan para pelaku industri otomotif. Kami ingin menegaskan posisi sebagai pemain lokal yang memiliki kapabilitas teknologi, daya saing, dan kesiapan untuk tumbuh seiring percepatan ekosistem EV di Indonesia," ujarnya.
Dalam pameran ini, menghadirkan DC Battery Lithium 12V yang dikembangkan melalui Dharma Connect, unit bisnis perseroan yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Produk ini merupakan karya anak bangsa dengan harga yang kompetitif, menggunakan teknologi yang lebih aman dan ramah lingkungan, serta dirancang anti bocor dan stabil untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan penggunaan. Battery Lithium 12V ini tersedia dalam varian 12V 6Ah dan 12V 3,5Ah, yang dapat digunakan untuk berbagai tipe sepeda motor.
Di tengah dinamika dan fluktuasi industri otomotif, juga terus memperkuat resiliensi kinerja melalui strategi diversifikasi bisnis. Perseroan aktif mengembangkan segmen non-otomotif, termasuk pengembangan Battery Energy Storage System (), sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu segmen industri.
Sejalan dengan strategi inovasi dan diversifikasi berkelanjutan, melihat prospek pertumbuhan yang tetap terbuka pada 2025 dan menargetkan penjualan sekitar Rp 6 triliun. Target tersebut didukung oleh kinerja stabil segmen komponen roda dua dan roda empat, serta meningkatnya kontribusi dari bisnis kendaraan listrik dan non-otomotif.
"Ketahanan kinerja merupakan hasil dari langkah adaptif perseroan dalam merespons perubahan industri. Dengan strategi diversifikasi dan inovasi yang konsisten, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang dan terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," tutupnya.

Sumber : investor.id