Dimotori Market China, Bursa Asia Berakhir Rebound
Friday, October 12, 2018       17:25 WIB

Ipotnews - Market saham Asia rebound pada perdagangan hari Jumat (12/10). Pasar saham China bangkit dari titik paling rendah dalam 4 tahun terakhir.
Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 2,0 persen, kenaikan tertinggi dalam 2 tahun terakhir.
Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong rebound. Tekanan terhadap Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen di bursa China berakhir setelah di sesi pagi masih sempat di zona merah. Indeks Shenzhen menguat 0,19 persen.
Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 juga berada di zona positif. Indeks Topix flat. Sementara Indeks Kospi (Korsel) naik 1,54 persen.
Bursa Australia berakhir di zona positif setelah Indeks ASX200 naik 0,2 persen. Sektor energi tertekan, turun 1,5 persen dan subindeks finansial bergerak flat. Saham-saham bank unggulan seperti Australia and New Zealand Banking Group turun 0,38 persen. Saham Commonwealth Bank of Australia flat.
Sejauh pada pekan ini, pasar saham China dan USA di antara yang terburuk pelemahannya sebagai sinyal para investor cemas tentang perang dagang yang sedang berlangsung akan merugikan.
Yield surat utang pemerintah USA tenor 10 tahun naik 4,5 bps ke posisi 3,176 persen di pasar Asia berbalik dari pelemahan di sesi sebelumnya di tengah lonjakan terhadap bid yang berkualitas.
Yield tersebut melemah dari posisi tertinggi dalam 7 tahun terakhir di level 3,261 persen yang ditorehkan pada hari Selasa pekan ini. Tetapi kenaikan dalam biaya kredit dapat merusak sentimen.
"Pasar saham Asia tampaknya telah stabil tetapi pada akhirnya yield surat utang pemerintah USA yang melemah akan jadi kunci," kata Teppei Ino, analis pada MUFG Bank.
Menambah kebimbangan investor, Presiden USA Donald Trump melontarkan kritik untuk kedua kalinya kepada the Fed. Trump menyebut kebijakan kenaikan suku bunga adalah kebijakan konyol. Selama tidak tampak punya daya guncang terhadap kepercayaan investor akan indepedensi the Fed, banyak invesotr curiga ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed mendatang dapat dirongrong jika Trump menaikkan level ancamannya (kepada the Fed).
"Kami ragu Trump akan toleransi terhadap kelanjutan kenaikan suku bunga di USA menjelang pemilu sela. Diyakini kenaikan yield surat utang dan rally dolar AS mencapai titik balik," kata Naoki Iwami, analis pada lembaga Whiz Partners (Tokyo).
USD kehilangan momentum karena yield obligasi pemerintah USA tetap menguat di puncak sebagaimana belakangan ini.
Indeks dolar AS ke posisi 94,962 (3:31 pm HK/SIN) setelah tumbang tadi malam. Nilai tukar yen menguat di posisi 112,34 terhadap USD. Sedangkan dolar Ausie melemah di $0,7122 setelah kemarin berhasil menguat.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,46% ke posisi level 22.694
Indeks Hang Seng (Hong +2,12% ke level 25.801.
Indeks Shanghai (China) +0,91% ke posisi 2.606.
Indeks Straits Times (Singapura) +0,71% ke level 3.069.
Bursa Eropa
Market saham Eropa rebound di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (12/10) pagi waktu setempat. Sentimen global berubah lebih positif setelah dilanda penurunan tajam dalam 2 sesi terakhir.
Indeks FTSE 100 (Inggris) +0.47% di level 7.039.
Indeks DAX (Jerman) +1.03% pada posisi 11.657.
Indeks CAC (Perancis) +0.91% ke level 5.152.
Oil
Harga minyak berbalik menguat pada perdagangan hari Jumat (12/10) sore di pasar Asia. Posisi harga rebound setelah 2 hari turun tajam dengan dukungan import China yang kuat. Namun harga masih mengarah ke pelemahan mingguan pertama dalam 5 pekan.
Minyak Brent naik $1,02 ke harga USD81,28 per barel (pukul 06:37 GMT). Harga minyak WTI naik 80 sen ke harga USD71,77 per barel.
(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin