- Laba bersih naik 34,3% menjadi Rp16,96 miliar didorong efisiensi beban usaha.
- Arus kas operasi meningkat, namun kas akhir turun akibat pembayaran dividen besar.
- Total aset turun 4,47%, sementara ekuitas tetap stabil di atas Rp458 miliar.
Ipotnews - PT Eastparc Hotel Tbk () mencatatkan laba di semester I 2026 sebesar Rp16,96 miliar pada semester pertama 2026 atau tumbuh 34,3 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp12,62 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan, Senin (13/7), kenaikan laba tersebut didorong oleh efisiensi beban usaha dan peningkatan laba kotor.
Pendapatan perusahaan tercatat Rp44,78 miliar, naik tipis 0,98 persen dari Rp44,35 miliar tahun sebelumnya. Meski demikian, beban pokok pendapatan yang turun lebih besar sebesar 5,8 persen menjadi Rp10,22 miliar (dari Rp10,85 miliar) mendorong kenaikan laba kotor sebesar 3,2 persen menjadi Rp34,56 miliar.
Setelah adanya beban penyusutan beban usaha sebesar 12,6 persen menjadi Rp13,85 miliar dan beban penyusutan lainnya menjadi Rp1,21 miliar maka laba usaha perusahaan naik 19,5 persen menjadi Rp19,50 miliar dari periode sebelumnya Rp16,32 miliar.
Dari sisi arus kas, kas bersih dari aktivitas operasi meningkat 9,3 persen menjadi Rp18,26 miliar, mencerminkan perbaikan efisiensi operasional.
Namun, kas bersih dari aktivitas pendanaan tercatat negatif Rp39,70 miliar, terutama akibat pembayaran dividen kas sebesar Rp38,79 miliar. Akibatnya, posisi kas dan setara kas akhir periode turun menjadi Rp9,07 miliar dari Rp15,38 miliar tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan per 30 Juni 2026 tercatat Rp484,88 miliar, turun 4,47 persen dibandingkan Rp507,55 miliar pada akhir 2025. Penurunan terutama berasal dari aset lancar yang berkurang hampir setengah menjadi Rp16,62 miliar dari Rp35,57 miliar, seiring penurunan kas dan piutang usaha.
Sementara itu, ekuitas meningkat tipis 0,28 persen menjadi Rp458,74 miliar, menunjukkan posisi keuangan yang tetap solid. Lalu untuk liabilitas sebesar Rp26,14 miliar atau turun drastis dari periode sebelumnya di level Rp50,09 miliar. (Marjudin/AI)
Sumber : admin