Ekuitas Pemegang Saham Turun, OKAS Kaji Restrukturisasi Utang
Tuesday, December 04, 2018       17:52 WIB

Ipotnews - PT Ancora Indonesia Resources Tbk () berencana merestrukturisasi utang perseroan sebesar US$12 juta dan pinjaman salah satu anak usaha sebesar US$49 juta dengan kreditur eksisting dari perbankan.
"Soal restrukturisasi pinjaman, AIR () dan anak perusahaan sedang melakukan diskusi dengan existing creditors. Restrukturisasi AIR untuk pinjaman US$12 juta dan salah satu anak usaha sebesar US$49 juta," kata Direktur Utama , Rolaw P Samosir di Jakarta, Selasa (4/11).
Menurut Rolaw, pada Kuartal III-2018, total ekuitas pemegang saham mengalami penurunan sebesar 24 persen, terutama disebabkan oleh rugi bersih konsolidasi. Pada kuartal ketiga tahun ini, tercatat mengalami rugi bersih komprehensif sebesar US$3,91 juta.
Namun, kata dia, penjualan secara year to date per September 2018 mencapai US$102 juta atau meningkat 37 persen (yoy). "Penjualan meningkat sebesar US$27,5 juta atau sebesar 37 persen, terutama karena peningkatan kontribusi dari anak usaha PT Multi Nitrotama Kimia (MNK)," ujarnya.
Rolaw menambahkan, peningkatan kinerja MNK juga mendorong operating EBiTDA di Kuartal III-2018 meningkat 75 persen (yoy) menjadi US$7,47 juta. Dia menrgetkan, EBITDA di akhir tahun ini bisa mencapai US$12 juta.
Dia mengatakan, pada kuartal ketiga tahun ini aset tetap (net) menurun 6 persen menjadi US$9?,56 juta dan aset tidak lancar lainnya menurun menjadi US$32,66 juta akibat depresiasi rupiah terhadap dolar AS. ""Sampai akhir September 2018, total aset sebesar US$184,15 juta atau meningkat 9 persen," ucap Rolaw.
Lebih lanjut dia menyebutkan, pada Kuartal III-2018 tingkat liabilitas lancar meningkat 39 persen menjadi US$12 juta, akibat peningkatan utang bunga pinjaman. Hingga akhir September 2018, pinjaman bank dan insttitusi lain sebesar US$92,42 juta
Menurut Rolaw, pada tahun depan akan menganggarkan belanja modal (capex) sebesar US$3,5 juta yang bersumber dari pinjaman dan hasil operasional perusahaan. "Kami memang akan melakukan corporate action, tetapi kami masih akan melihat potensinya di tahun 2019 atau 2020," katanya.
Dia menjelaskan, rancana aksi korporasi menggalang dana dari pasal modal akan dilakukan melalui penerbitan obligasi atau menerbitkan saham baru (rights issue) untuk memperbaiki struktur permodalan dan kondisi keuangan perseroan. "Rencana sedang kami kaji, termasuk juga besaran nilainya," tegas Rolaw.
(Budi)

Sumber : admin
216
-16.3 %
-42 %

3

BidLot

11

OffLot