Emas dan Perak Teruskan Penguatan, Terkatrol Depresiasi Dolar
Monday, February 09, 2026       08:24 WIB
  • Harga emas dan perak naik didorong pelemahan dolar AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
  • Emas spot naik 1,4% ke USD5.029,09/ons, sementara perak melonjak 2,5%.
  • Pasar menunggu data tenaga kerja AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Ipotnews - Harga emas dan perak melanjutkan penguatan, Senin, seiring melemahnya dolar AS, sementara pelaku pasar menunggu rilis laporan pasar tenaga kerja Amerika untuk mengukur arah kebijakan suku bunga ke depan.
Emas spot melonjak 1,4% menjadi USD5.029,09 per ons pada pukul 07.37 WIB, setelah sebelumnya melesat hampir 4% pada perdagangan Jumat, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Senin (9/2).
Sementara, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April juga menguat 1,4% menjadi USD5.051,0 per ons.
Harga perak di pasar spot melambung 2,5% setelah mencatat lompatan sekitar 10% pada sesi sebelumnya. Penguatan logam mulia terjadi seiring dolar AS yang jatuh ke level terendah sejak 4 Februari, sehingga membuat harga logam yang diperdagangkan dalam greenback menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Sentimen pasar juga didukung penguatan bursa saham Asia setelah kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meningkatkan ekspektasi kebijakan reflasi. Selain itu, investor turut merespons positif rebound di Wall Street pada akhir pekan lalu.
Dari sisi kebijakan moneter, Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Minggu, mengatakan tidak memperkirakan Federal Reserve akan bergerak cepat dalam mengurangi neraca keuangannya, bahkan di bawah calon Chairman Fed Kevin Warsh yang sebelumnya mengkritik pembelian obligasi oleh bank sentral Amerika.
Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly, Jumat, menyatakan bahwa satu atau dua kali pemangkasan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan untuk mengatasi pelemahan di pasar tenaga kerja.
Saat ini, investor memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada 2026, dengan pelonggaran pertama diperkirakan terjadi pada Juni. Lingkungan suku bunga rendah umumnya menguntungkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menanti laporan nonfarm payrolls Januari yang dijadwalkan rilis pada Rabu, setelah sebelumnya tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan AS selama empat hari yang kini telah berakhir. Data tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Di sisi geopolitik, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa pengakuan atas hak Iran untuk memperkaya uranium menjadi kunci keberhasilan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat. Diplomat kedua negara sebelumnya menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman, Jumat, di tengah peningkatan kehadiran militer laut AS di dekat wilayah Iran.
Logam mulia lainnya, harga platinum spot melejit 1,8% menjadi USD2.134,18 per ons, sementara paladium juga menguat 1,8% ke posisi USD1.737,75 per ons. (Reuters/AI)

Sumber : Admin