Emerging Market Asia Bangkit Dipicu Harapan Redanya Konflik Timur Tengah; Volatilitas Masih Tinggi
Tuesday, March 10, 2026       15:32 WIB
  • Pasar Asia mempertahankan penguatan, dipimpin lonjakan saham Korea Selatan dan penguatan ringgit Malaysia; pernyataan Trump meredakan kekhawatiran perang Timur Tengah.
  • Indeks MSCI saham  emerging market  melonjak 3,1% dan indeks mata uang EM naik 0,8%, menuju kinerja terbaik sejak awal Februari setelah terpukul lonjakan harga minyak.
  • Reli pasar juga ditopang turunnya harga minyak serta kenaikan bursa di Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Indonesia, meski analis memperingatkan volatilitas masih tinggi.

Ipotnews - Pasar Asia perthankan kebangkitannya kembali hingga menjelang akhir sesi perdagangan hari ini, Selasa, (10/3), dipimpin oleh saham Korea Selatan dan ringgit Malaysia. Pernyatan Presiden AS Donald Trump bahwa perang di Timur Tengah bisa "segera berakhir", menenangkan pasar sehari setelah lonjakan harga minyak menghghantam mata uang dan indeks saham  emerging market  Asia.
Laman Reuters melaporkan, indeks MSCI saham  emerging market  membukukan lonjakan 3,1% pada pukul 15:00 WIB, setelah dua hari mengalami penurunan. Indeks mata uang EM meningkat 0,8%, juga mengakhiri tren turun dua hari. Keduanya berada di jalur menuju sesi terbaik sejak awal Februari setelah indeks mata uang anjlok 3% pada Senin kemarin.
Sentimen membaik setelah Trump mengatakan semalam bahwa konflik Iran dapat diselesaikan "dalam waktu sangat dekat" dan sudah "jauh di depan" dari perkiraan waktu empat hingga lima minggu. Namun ia memperingatkan konflik tersebut belum akan berakhir minggu ini.
Trump juga mengisyaratkan kemungkinan pencabutan sanksi terkait minyak serta pengerahan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz. Gangguan apa pun di jalur sempit yang dilalui sekitar seperempat perdagangan minyak global itu paling berdampak pada ekonomi Asia yang bergantung pada impor minyak dan gas.
Harga minyak turun pada Selasa setelah pada sesi sebelumnya mencapai level tertinggi lebih dari tiga tahun.
Di Korea Selatan, indeks acuan KOSPI sempat melonjak hingga 6,5%, meloncat tinggi dari keterpurukan 5,96% pada Senin kemarin. Mekanisme pembatasan sementara perdagangan kontrak berjangka indeks sempat muncul di awal sesi ketika melonjak lebih dari 5%.
Reli juga didukung oleh sinyal dari Seoul yang kemungkinan akan menyusun anggaran tambahan untuk membantu rumah tangga berpendapatan rendah yang terdampak kenaikan harga minyak.
Ringgit Malaysia menjadi yang paling menonjol di antara mata uang kawasan, melaju 1% dan mengakhiri tren penurunan tiga hari. Indeks saham di Kuala Lumpur juga melonjak 1,5%, menuju sesi terbaik sejak pertengahan Mei.
Indeks NSE Nifty India meningkat 0,8% setelah anjlok 0 1,7% pada Senin kemarin. Rupee menguat 0,3%.
Baht Thailand melemah 0,2% menjadi 31,70 per dolar AS, meski saham Bangkok naik hampir 2%. Thailand sedang mencari sumber energi tambahan untuk mengamankan pasokan bahan bakar.
Saham di Taiwan dan Singapura masing-masing melonjak lebih dari 2%., IHSG melaju 1,2%.
Dolar Singapura relatif tidak berubah, sedangkan rupiah Indonesia menguat 0,4%.
Singapore Exchange berencana meluncurkan kontrak berjangka obligasi pemerintah Asia dalam beberapa pekan ke depan seiring meningkatnya kebutuhan investor terhadap instrumen lindung nilai.
Di Filipina, peso berbalik melemah 0,2% setelah sempat menguat di awal perdagangan. Saham Manila, yang anjlok lebih dari 5% pada sesi sebelumnya, melonjak 2% dan berada di jalur menuju kenaikan harian terbaik sejak awal Januari.
"Rebound seperti ini akan terus terjadi, tetapi itu tidak berarti risikonya sudah berlalu. Pasar akan tetap volatil dan sangat reaktif terhadap setiap perkembangan di Timur Tengah dalam beberapa hari dan minggu ke depan, dan situasi di lapangan masih serius," kata analis pasar eToro, Josh Gilbert. (Reuters/AI)
Asia stock indexes and currencies at 0707 GMT

COUNTRY

FX DAILY %

FX YTD %

STOCKS DAILY %

STOCKS YTD %

Japan

+0.07

-0.56

4.66

2.88

China

+0.41

+1.57

0.65

3.89

India

+0.48

-2.20

0.55

-7.54

Indonesia

+0.42

-1.16

1.08

-14.23

Malaysia

+0.94

+3.39

1.45

1.09

Philippines

-0.13

-0.56

2.01

1.22

South Korea

+0.31

-2.02

5.35

31.29

Singapore

+0.17

+1.04

1.88

4.30

Taiwan

+0.25

-1.27

2.06

13.15

Thailand

-0.14

-0.71

1.82

11.79


Sumber : admin