Freeport Ajukan Perpanjangan IUPK Hingga 2041, Divestasi 12% Saham ke MIND ID
Saturday, August 08, 2026       15:36 WIB

AI News - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengonfirmasi bahwa perusahaan mengajukan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus ( IUPK ) pada Juni 2026 dengan syarat divestasi tambahan 12% saham ke PT Mineral Industri Indonesia ( MIND ID), sekaligus menunda produksi tambang Kucing Liar menjadi 2029.

Poin Penting

  • Pengajuan perpanjangan IUPK oleh PTFI dilakukan pada Juni 2026.
  • Divestasi tambahan 12% saham PTFI ke MIND ID menjadi prasyarat utama IUPK .
  • Produksi tambang bawah tanah Kucing Liar diperkirakan mulai 2029, mundur satu tahun dari target 2028.
  • FCX akan mempertahankan kepemilikan 48,76% saham PTFI hingga 2041, kemudian turun menjadi sekitar 37% setelah 2042.
  • Perpanjangan IUPK memungkinkan kelanjutan operasi Grasberg hingga 2041 dan membuka peluang pengembangan sumber daya tambahan.

Mengapa Divestasi 12% Saham ke MIND ID Menjadi Prasyarat Perpanjangan IUPK ?


Divestasi tambahan sebesar 12% saham ke MIND ID ditetapkan sebagai salah satu syarat utama dalam regulasi IUPK , sehingga tanpa penandatanganan perjanjian tersebut IUPK tidak dapat diterbitkan, menurut Bloomberg Technoz. Pemerintah menilai kepemilikan saham oleh entitas domestik meningkatkan kontrol nasional atas sumber daya mineral strategis, terutama di wilayah Grasberg. Dalam nota kesepahaman, divestasi ini dijadwalkan selesai pada 2041 dan dilakukan tanpa biaya tambahan bagi pemerintah, dengan FCX tetap memegang mayoritas saham hingga saat itu, menurut Bloomberg Technoz. Bagi investor, kepastian pembagian saham ini mengurangi risiko regulasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai mineral kritis.

Apa Implikasi Penundaan Produksi Tambang Kucing Liar ke Tahun 2029 Bagi Freeport?


Penundaan produksi tambang bawah tanah Kucing Liar menjadi 2029, satu tahun lebih lambat dari target awal 2028, disebabkan oleh insiden luncuran material basah di blok Grasberg Block Cave, menurut Detik. Penundaan ini memperpanjang fase pengembangan yang diperkirakan memakan waktu hingga 15 tahun sebelum menghasilkan produksi komersial, sehingga meningkatkan beban modal jangka panjang. Selain itu, keterlambatan dapat menunda aliran pendapatan tambahan dari tembaga dan logam lainnya yang diharapkan dari tambang keempat milik Freeport, berpotensi memengaruhi proyeksi produksi grup secara keseluruhan pada dekade mendatang, menurut Detik. Namun, Tony Wenas menegaskan bahwa perpanjangan IUPK dan kepastian izin akan memastikan kelangsungan operasional hingga 2041, sehingga risiko penurunan produksi jangka pendek dapat diatasi dengan perencanaan jangka panjang.

Bagaimana Kepemilikan Saham FCX di PTFI Akan Berubah Setelah 2041?


Menurut laporan Bloomberg Technoz, Freeport-McMoRan (FCX) akan tetap memegang 48,76% saham PTFI sampai akhir tahun 2041, setelah itu kepemilikannya diperkirakan turun menjadi sekitar 37% pada periode setelah 2042, menurut Bloomberg Technoz. Penurunan ini selaras dengan kesepakatan divestasi 12% kepada MIND ID yang menjadi prasyarat perpanjangan IUPK , memungkinkan pemerintah Indonesia memperoleh porsi kepemilikan yang lebih signifikan. Perubahan struktur kepemilikan ini tidak melibatkan biaya tambahan bagi pemerintah, melainkan menggunakan nilai buku investasi FCX untuk menilai kontribusi modal setelah 2041, menurut Bloomberg Technoz. Bagi pasar, penurunan kepemilikan asing dapat meningkatkan persepsi kontrol domestik atas aset pertambangan strategis, yang berpotensi mempengaruhi penilaian risiko dan nilai saham terkait industri pertambangan Indonesia.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News