Gandeng Ocean Energy Nickel International, Antam Bangun Pengolahan Nikel
Thursday, October 11, 2018       19:13 WIB

Ipotnews - Manajemen PT Aneka Tambang Tbk atau Antam () menandatangani Head of Agreement (HoA) Proyek Pengembangan Pabrik Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace Halmahera Timur dengan Ocean Energy Nickel International Pte. Ltd ( OENI ).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama , Arie Prabowo Ariotedjo dengan Chairman and Director OENI , Li Ping Sheng dalam acara Indonesia Investing Forum 2018, IMF - World Bank Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Ikut menyaksikan acara tersebut, Menteri BUMN , Rini M. Soemarno, Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Pokok-pokok perjanjian pada kerjasama tersebut diantaranya adalah akan menjamin ketersediaan bijih nikel di proyek NPI Blast Furnace. Sementara OENI akan memastikan pendanaan dan penyelesaian konstruksi tepat waktu.
Di proyek tersebut akan memperoleh kepemilikan sebesar 30 persen (free carry) sedangkan OENI sebesar 70 persen. Selain itu memiliki opsi untuk melakukan pembelian saham untuk menjadi mayoritas setelah 5 tahun operasi.
"Proyek pengembangan pabrik NPI Blast Furnace ini merupakan salah satu milestone penting dalam rangka meningkatkan nilai tambah komoditas mineral yang dikelola oleh Perusahaan. Proyek NPI Blast Furnace Halmahera Timur akan menambah total produksi nikel tahunan Antam dan diharapkan akan mendukung kinerja perusahaan," Direktur Utama , Arie Prabowo Ariotedjo dalam rilisnya, Kamis (11/10).
Proyek NPI Blast Furnace memiliki total kapasitas produksi mencapai 320.000 ton NPI ( TNPI ) atau setara dengan 30.000 ton nikel (TNi) yang terdiri dari 8 line dengan total investasi sekitar USD320 juta. Untuk dua line pertama diharapkan dapat memulai produksi pada kuartal 4 tahun 2020, sedangkan secara keseluruhan ditargetkan beroperasi tahun 2023.
Proyek NPI Blast Furnace akan menambah portofolio kelolaan smelter selain pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara berkapasitas 27.000-30.000 TNi serta Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur berkapasitas 13.500 TNi.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Proyek Smelter Grade Alumina Refinery ( SGAR ) Kalimantan Barat oleh Managing Director PT Inalum (Persero), Oggy A. Kosasih, dengan Presiden Direktur Aluminum Corporation of China Ltd (CHALCO) Hongkong, Li Wangxing. Antam dan Inalum akan bersinergi untuk meningkatkan nilai tambah produk bauksit menjadi alumina.
"Konstruksi proyek SGAR terdiri dari tahap satu dan tahap 2 dengan total kapasitas produksi 2 juta ton alumina. Untuk tahap satu direncanakan groundbreaking dilaksanakan pada kuartal IV tahun 2018," pungkasnya. (Marjudin)

Sumber : Admin
765
0.0 %
0 %

10,794

BidLot

16,687

OffLot