- IHSG cetak rekor: Ditutup menguat 0,85% ke level tertinggi sepanjang masa di 8.025 pada Rabu (17/9), dengan nilai transaksi Rp18,27 triliun.
- Prospek teknikal: MNC Sekuritas menilai IHSG berpotensi melanjutkan tren naik, menguji resistance 8.063-8.125, dengan support di 7.899-7.848.
- Strategi trading: Rekomendasi "Buy on Weakness" untuk saham , , , dan .
Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini berpeluang untuk meneruskan tren kenaikan, setelah kemarin ditutup menguat 0,85 persen dan sekaligus menggapai level tertinggi sepanjang masa (ATH) di posisi 8.025.
Penguatan IHSG pada perdagangan Rabu (17/9) ditopang kenaikan 360 saham, sedangkan 318 saham terpantau menurun dan ada 124 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi kemarin mencapai Rp18,27 triliun, naik dibandingkan sehari sebelumnya Rp16,12 triliun.
Menurut analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, dominasi volume pembelian masih menopang pergerakan IHSG . Adapun total volume transaksi sepanjang perdagangan kemarin sebanyak 44,38 miliar saham atau menurun dibandingkan sehari sebelumnya 44,52 miliar saham.
"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian Wave [iii] dari Wave 3 dan Wave (3)," kata Herditya dalam riset Daily Scope Wave untuk perdagangan Kamis (18/9).
Dia menjelaskan, pola pergerakan secara teknikal tersebut menunjukkan IHSG tetap berpeluang untuk melanjutkan pola penguatan dalam upayanya menguji rentang resistance terdekat di area 8.063-8.125. Saat ini support IHSG di level 7.899 dan 7.848, sedangkan resistance-nya di level 8.039 dan 8.063.
Untuk perdagangan hari ini, kata Herditya, MNC Sekuritas merekomendasikan trader agar menerapkan strategi "Buy on Weakness" (BoW) pada saham , , dan . (Budi/AI)
Sumber : Admin