Go-Pay Gandeng BNI Salurkan Kredit ke Mitra Go-Food
Tuesday, March 13, 2018       20:41 WIB

AKARTA -- Go-Pay bekerja sama dengan BNI untuk menyalurkan kredit murah bagi usaha mikro, kecil, dan menengah yang tergabung sebagai menjadi mitra Go-Food.
Dompet digital di dalam ekosistem Go-Jekitu menyediakan profil usaha mitra Go-Food yang layak dan mampu memperoleh kredit untuk mengembangkan bisnisnya.
CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo menyatakan salah satu tantangan utama penyaluran kredit mikro merupakan keterbatasan perbankan mengukur tingkat kemampuan pengembalian debitur.
Dengan kerja sama tersebut, Go-Pay membagikan data profil usaha mitra UMKM yang layak dan mampu mengakses pinjaman KUR melalui BNI.
"Dengan memanfaatkan data transaksi Go-Pay, BNI dapat lebih mudah menilai kelayakan UMKM untuk memperoleh pinjaman. Di sisi lain, UMKM semakin mudah mengakses kredit mikro," ujarnya, Selasa (13/3).
Go-Pay sebagai layanan pembayaran dapat mendorong pertumbuhan transaksi di dalam platformnya dengan menumbuhkan kapasitas UMKM mitra yang tersedia di dalam Go-Food.
"Bagi BNI target penyaluran KUR dapat tercapai, Go-Pay pun sebagai platform pembayaran dapat menuai manfaat pertumbuhan volume transaksi kalau mitranya terus berkembang," ujarnya.
Menurutnya, pembiayaan melalui KUR bagi merupakan fasilitas yang paling tepat ditujukan kepada mitra Go-Food. Sebab mitra UMKM dapat mengakses kredit murah untuk mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani bunga tinggi maupun syarat yang berat.
Mitra yang tergabung dengan layanan itu dapat memperoleh plafon kredit maksimalRp25 juta tanpa agunan dengan bunga sebesar 7%. Pada tahap awal, program penyaluran KUR itu menyasar mitra pedagang Go-Fod yang berada di empat kota yaitu Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Malang.
Chief Commercial Expansion Go-Jek, Catherine Hindra Sutjahyo menyatakan terdapat sebanyak 125.000 mitra pedagang yang tersedia di dalam layanan Go-Food. Lebih dari 80% di antaranya merupakan bisnis UMKM berbentuk warung pinggir jalan maupun restoran kecil.
Salah satu kendala utama pengembangan bisnis UMKM di dalam Go-Food merupakan keterbatasan modal untuk ekspansi.
"Sebagian besar membutuhkan modal yang cukup besar untuk membayarkan kontrak setahun atau dua tahun di muka ketika membuka tempat baru. Dengan keterbatasan capex yang begitu besar, sulit bagi UMKM mengembangkan bisnisnya. Kerjasama bersama BNI ini, semoga dapat menjadi titik permulaan bagi mitra ratusan ribu Go-Food berkembang lebih besar," ujarnya.
Senior Executive Vice President Information Technology BNI Dadang Setiabudi menyatakan kedua perusahaan sudah membangun sistem aplikasi pengajuan berbasis web dan big data untuk mempercepat penyaluran pinjaman kepada UMKM yang tersedia di dalam Go-Food.
"Kerja sama ini terus terang sangat mempermudah BNI. Terus terang bank selalu terkendala begitu mencari UMKM yang membutuhkan pembiayaan. Kalau mencari satu per satu, sulit bagi kami memitigasi dan biayanya pun tinggi. Dengan sudah tersedianya profiling merchant, BNI bukan hanya dapat memastikan penyaluran kredit tidak macet tapi kalau bisa debiturnya segera naik kelas," ujarnya.
BNI menargetkan mampu menyalurkan KUR segmen mikro senilai Rp1,5 triliun pada tahun ini kepada UMKM sektor produktif yang tergabung di dalam Go-Food. Secara keseluruhan, bank itu menargetkan dapat menyalurkan senilai Rp13,5 triliun KUR pada tahun ini.
Pada tahap awal, BNI berencana hanya mencarikan KUR sebagai Kredit Modal Kerja dengan metode repayment angsuran. Pembayaran angsuran dapat dipungutkan per hari dari pendapatan agar beban debitur terasa lebih ringan.

Sumber : BISNIS.COM