- Dolar jatuh ke level terendah 10 hari setelah AS-Iran sepakat berdamai.
- Indeks Dolar turun 0,20% ke level 99,60.
- Euro dan poundsterling menguat terhadap dolar AS.
Ipotnews - Dolar AS terjerembab dan menyentuh level terendah dalam 10 hari versus euro dan sterling, Senin, setelah tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan tersebut menekan harga minyak dan imbal hasil US Treasury sekaligus meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
Presiden AS Donald Trump mengatakan nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri perang di kawasan Teluk telah ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Iran, demikian laporan Reuters, di New York, Senin (15/6) atau Selasa (16/6) pagi WIB.
Laporan dari kedua belah pihak mengenai kesepakatan tersebut meningkatkan keyakinan pasar bahwa perdamaian akan bertahan. Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, mengatakan investor ingin mempercayai bahwa perjanjian itu dapat diwujudkan.
Berdasarkan keterangan dari kedua pihak, kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran yang selama ini diblokade serta perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Dalam periode tersebut, sejumlah isu sensitif, termasuk masa depan program nuklir Iran, akan dibahas lebih lanjut.
Upacara penandatanganan resmi perjanjian tersebut dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat.
Meski demikian, pasar masih bersikap hati-hati sambil menunggu rincian lengkap perjanjian dan proses penandatanganan final. Chandler menilai tingkat ketidakpercayaan antara kedua pihak masih sangat tinggi sehingga terlalu dini untuk mengasumsikan proses implementasi perjanjian akan berjalan mulus.
Indeks Dolar AS (Indeks DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama termasuk euro dan yen, turun 0,20 persen menjadi 99,60. Sementara itu, euro menguat 0,25 persen ke posisi USD1,1597 setelah sebelumnya sempat menyentuh USD1,1622, tertinggi sejak 5 Juni.
Poundsterling juga naik 0,1 persen menjadi USD1,342. Di sisi lain, yen Jepang melemah tipis 0,03 persen menjadi 160,25 per dolar AS setelah sempat menguat pada awal perdagangan. Nilai tukar tersebut tetap berada di sekitar level yang dipandang berpotensi memicu intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke serangkaian pertemuan bank sentral utama dunia yang akan berlangsung pekan ini, termasuk Federal Reserve, Bank of Japan (BOJ), Bank of England (BoE), dan Reserve Bank of Australia (RBA). Investor akan mencermati apakah tercapainya perdamaian di Timur Tengah dapat meredakan kekhawatiran inflasi dan memengaruhi arah kebijakan moneter dalam jangka pendek.
The Fed diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen pada pertemuan Rabu. Namun, bank sentral AS berpotensi mengurangi kecenderungan untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Pasar juga akan mencermati nada pernyataan Chairman Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers pertamanya sejak menjabat. Investor saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada pertemuan Desember mencapai 56 persen di tengah membaiknya pasar tenaga kerja dan inflasi yang masih berada di atas target tahunan the Fed sebesar 2 persen.
Sementara itu, Bank of Japan diperkirakan menaikkan suku bunga menjadi 1 persen, level tertinggi dalam 31 tahun, pada akhir pertemuan dua hari yang berakhir Selasa. BOJ juga diperkirakan memberikan sinyal kesiapan untuk terus menaikkan biaya pinjaman guna mengatasi risiko inflasi, meski ketegangan di Timur Tengah mulai mereda.
Chandler menilai kenaikan suku bunga BOJ kemungkinan tidak akan banyak memengaruhi pergerakan dolar terhadap yen karena langkah tersebut telah diperhitungkan oleh pasar. Namun, pelemahan yen yang berlanjut dapat meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan intervensi otoritas Jepang.
Adapun Reserve Bank of Australia dan Bank of England diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya pada level saat ini sambil terus mencermati perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi global. (Reuters/AI)
Sumber : Admin