Gubernur BI Klaim Kebijakan Suku Bunga Berhasil Tarik Modal ke SBN dan Jaga Rupiah
Wednesday, July 11, 2018       15:34 WIB

Ipotnews - Bank Indonesia (BI) mengklaim, kenaikan suku bunga acuan (BI 7-day Reverse Repo Rate) menjadi 5,25 persen telah memicu aliran modal masuk melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN).
"Pasar keungan kita, rupiah stabil. Ini menunjukkan langkah koordinasi kita yang baik dengan pemerintah. Bahwa, kenaikan suku bunga BI supaya pasar keuangan Indonesia kompetitif," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo di Gedung DPR Jakarta, Rabu (11/7).
Perry menegaskan, beberapa waktu belakangan ini arus modal masuk sudah mengalir ke pasar keuangan Indonesia, terutama melalui SBN. "Arus masuk di SBN itu satu poin untuk mendorong stabilitas nilai tukar," ucap Perry.
Lebih lanjut Perry menyebutkan, penguatan koordinasi dengan pemerintah tidak semata-mata hanya terfokus untuk menjaga neraca transaksi berjalan. "BI selalu berada di pasar untuk menjaga stabilitas ekonomi, menjaga nilai tukar dengan instrumen yang ada," ujarnya.
Dia menyakan, kebijakan nilai tukar yang diterapkan BI berupaya menjaga stabilitas rupiah yang masih terlalu lemah. "Tetapi, dari sisi fundamental lebih apresiatif. Itu (tren depresiasi rupiah, karena ada tekanan eksternal," kata Perry.
Namun demikian, jelas Perry, depresiasi nilai tukar rupiah relatif lebih terkendali, jika dibandingkan dengan negara-negara lain. "Pelemahan (rupiah) kita lebih rendah dari Filipina, India, Brazil, South Korea dan Turki. Makanya, kami bilang nilai tukar relatif terkendali," tegasnya. (Budi)

Sumber : admin

berita terbaru
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:46 WIB
Indosat Realisasikan Obligasi Rp 2,71 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
Jasa Marga Raup Laba Bersih Rp 1,04 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:45 WIB
Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:44 WIB
Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target
Thursday, Jul 19, 2018 - 11:27 WIB
INCO mengintip potensi mobil listrik