HBA Juni 2019 Kembali Tertekan, Ini Strategi Adaro Energy (ADRO)
Wednesday, June 12, 2019       18:30 WIB

JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (). menjalankan efisiensi dan keunggulan operasional di seluruh rantai bisnis perseroan di tengah tren penurunan harga komoditas batu bara.
Dilansir melalui laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ), harga batu bara acuan (HBA) menyentuh level US$81,48 pada Juni 2019. Posisi itu lebih rendah dari Mei 2019 di level US$81,86. Berdasarkan catatan Bisnis.com ,posisi pada Mei 2019 menjadi yang terendah sejak Agustus 2017.
Head of Corporate Communication DivisionPT AdaroEnergyTbk. FebriatiNadira menjelaskan bahwa harga batu bara tidak dapat diprediksi. Langkah yang dapat dilakukan perseroan yakni terus menjalankan efisiensi dan keunggulan operasional di seluruh rantai bisnis perseroan. "Sehingga bisa menghasilkan kinerja operasional yang solid," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com ,Rabu (12/6/2019).
Sebelumnya, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir menjelaskan bahwa perseroan membukukan operasional dan keuangan yang solid pada kuartal I/2019. Hal itu menurutnya mencerminkan model bisnis terintegrasi yang kokoh serta keunggulan operasional.
Garibaldi mengatakan emiten berkode saham itu mengendalikan biaya. Selain itu, perseroan juga mempertahankan margin.
melaporkan pendapatan usaha naik 11% secara tahunan menjadi US$846 juta pada kuartal I/2019. Pencapaian itu sejalan dengan pertumbuhan produksi 26% secara tahunan menjadi 13,75 metrik ton (mt).
Kendati demikian, harga jual rata-rata batu bara perseroan turun 10% secara tahunan pada kuartal I/2019. Namun, posisi disebut masih relatif sama apabila dibandingkan secara kuartalan.
Adapun, perseroan merealisasikan penjualan 13,31 Mt pada kuartal I/2019. Pencapaian itu tumbuh 22% secara tahunan. Pada kuartal I/2019, Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization(EBITDA) operasional mencapai US$323 juta. Posisi itu naik 18% dari US$273 juta pada kuartal I/2018.
Manajemen menyebut perseroan mempertahankan margin EBITDA operasional sekitar 38% untuk kuartal I/2019. Selain itu, perseroan juga membukukan pertumbuhan laba bersih 59,60% secara tahunan dari US$74,43 juta pada kuartal I/2019 menjadi US$118,79 juta per akhir Maret 2019.

Sumber : BISNIS.COM

berita terbaru
Tuesday, Jun 18, 2019 - 18:43 WIB
Hasil RUPS Juni 2019 TAXI
Tuesday, Jun 18, 2019 - 18:21 WIB
Kinerja Moncer, MDKA Alokasikan Capex USD160 Juta
Tuesday, Jun 18, 2019 - 18:17 WIB
Terkendala Beban Utang, BUMI Tak Tebar Dividen
Tuesday, Jun 18, 2019 - 17:31 WIB
Evening Update 2019/06/18
Tuesday, Jun 18, 2019 - 17:29 WIB
Mahar Kawin dengan Reksa Dana? Bisa Banget
Tuesday, Jun 18, 2019 - 17:07 WIB
Financial Statements 1Q 2019 of RELI
1,245
1.2 %
15 %

58,749

BidLot

20,055

OffLot