Harga Kedelai Chicago Berbalik Melemah, Akhiri Reli Empat Sesi
Monday, February 09, 2026       09:04 WIB
  • Harga kedelai Chicago turun 0,49% setelah empat hari naik, tertekan persaingan pasokan Amerika Selatan.
  • Panen dan potensi ekspor kedelai Brasil meningkat, menambah tekanan harga meski ada wacana pembelian China dari AS.
  • Pasar menanti laporan prospek tanaman global USDA sebagai penentu arah harga selanjutnya.

Ipotnews - Harga kedelai berjangka Chicago melemah, Senin, setelah empat sesi penguatan, tertekan oleh meningkatnya persaingan dari Amerika Selatan meski sebelumnya mendapat dukungan dari komentar Presiden AS Donald Trump terkait potensi peningkatan pembelian kedelai oleh China.
Kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) turun 0,49% menjadi USD1.109,75 per bushel pada pukul 08.18 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Beijing, Senin (9/2).
Sementara itu, harga gandum CBOT melemah 0,28% jadi USD528,25 per bushel, dan jagung berkurang 0,17% ke level USD429,50 per bushel.
Pekan lalu, harga kedelai sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan setelah pernyataan Trump bahwa China mempertimbangkan untuk meningkatkan pembelian kedelai Amerika Serikat hingga 20 juta ton pada musim berjalan. Namun, pelaku pasar masih meragukan realisasi rencana tersebut karena kenaikan harga dinilai membuat pembelian menjadi kurang ekonomis bagi pembeli.
Tekanan tambahan datang dari Brasil, di mana petani memanen 16,55% area tanam kedelai untuk musim 2025/2026, lebih tinggi dibandingkan 9,84% pada periode yang sama tahun lalu, menurut data konsultan Patria AgroNegocios.
Meski penjualan panen baru Brasil berjalan lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, data awal dari kelompok eksportir Anec menunjukkan ekspor kedelai Brasil berpotensi mencapai 14 juta metrik ton pada periode Januari hingga Februari.
Di pasar gandum, pelaku pasar memantau kondisi cuaca dingin di wilayah produksi Amerika Serikat dan Rusia. Namun, lapisan salju diperkirakan dapat membatasi potensi kerusakan tanaman.
Pelaku pasar kini menanti laporan prospek tanaman dunia dari Departemen Pertanian Amerika Serikat ( USDA ) yang dijadwalkan rilis pada Selasa, yang diperkirakan memberikan arah baru bagi pergerakan harga komoditas pertanian global.
Sementara itu, konsultan pertanian Ukraina APK-Inform menurunkan proyeksi ekspor gandum negara tersebut untuk musim 2025/2026 menjadi 14,5 juta ton dari sebelumnya 16,7 juta ton. Proyeksi ekspor jagung juga dipangkas menjadi 23,5 juta ton dari sebelumnya 25,5 juta ton akibat lambatnya laju ekspor. Ukraina merupakan salah satu produsen dan eksportir biji-bijian utama di dunia. (Reuters/AI)

Sumber : Admin