Harga Pangan Masih Stabil, Waspadai Imbas Kenaikan Harga Bahan Bakar: BPS
Monday, April 16, 2018       16:16 WIB

Ipotnews - Sebulan jelang puasa Ramadhan, Badan Pusat Statistik (BPS) belum melihat tanda-tanda adanya kenaikan harga komoditas pangan. BPS juga belum melihat ada tanda-tanda inflasi yang dikontribusikan dari kelompok pengeluaran bahan pangan atau makanan jadi.
Deputy Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, survei bulanan sementara yang dilakukan BPS terhadap 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) menunjukkan bahwa sejumlah komoditas pangan masih dalam kondisi stabil. Bahkan di sepuluh kota IHK, justru terjadi penurunan harga pangan seperti beras dan komoditas lainnya.
"Sebetulnya bulan puasa masih nanti mulai pertengahanMei ya, keliatannya kalau April sih masih aman. Pergerakan harga beras turun sampai dengan minggu kedua ini, beberapa komoditas juga turun," kata Yunita usai konferensi pers perkembangan neraca perdagangan nasional di kantornya, Senin (16/4).
Namun begitu, Yunita mengingatkan agar pemerintah tetap fokus untuk menjaga stabilisasi harga. Untuk saat ini yang mulai terlihat ada pergerakan harga adalah bumbu-bumbuan seperti cabai merah, bawang putih, bawang merah. Biasanya mendekati puasa-lebaran komoditas ini bergerak naik.
"Pemerintah harus waspada pada inflasi bulanan, terutama imbas dari kenaikan (harga) pertalite di pertengahan Maret dan April ini, lalu juga gas LPG 12 kg yang juga naik. Kelompok ini berpotensi menyumbang inflasi," ujarnya. (Marjudin)

Sumber : Admin

berita terbaru
Thursday, Oct 18, 2018 - 15:07 WIB
RESULTS NOTE : BMRI
Thursday, Oct 18, 2018 - 14:44 WIB
Gandeng Jamdatun, Telkom Terapkan GCG
Thursday, Oct 18, 2018 - 14:36 WIB
Upaya Indonesia Terbitkan Green Bond Undang Reaksi
Thursday, Oct 18, 2018 - 14:15 WIB
Laba Bank Bukopin Menggemuk per September 2018
Thursday, Oct 18, 2018 - 14:03 WIB
Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%
Thursday, Oct 18, 2018 - 14:02 WIB
ADHI Miliki 10% Saham Tol Cikunir Ulujami
Thursday, Oct 18, 2018 - 14:02 WIB
DSSA Suntik Anak Usaha Senilai Rp 4,5 Miliar