Hino Finance Bidik Rp800 Miliar dari Obligasi Tahap II, Kupon Maksimal 6,15%
Thursday, February 12, 2026       07:12 WIB
  • Hino Finance terbitkan obligasi Rp800 miliar dalam rangka PUB I senilai total Rp3 triliun, terdiri dari tiga seri dengan kupon tetap 4,75%-6,15% dan tenor 370 hari hingga 5 tahun.
  • Obligasi berperingkat idAA+ (Pefindo), bunga dibayar tiap triwulan, dan pokok dilunasi sekaligus saat jatuh tempo (bullet payment).
  • Dana digunakan untuk pembiayaan kendaraan komersial Hino (truk dan bus), tanpa jaminan khusus, melainkan dijamin seluruh aset perseroan.

Ipotnews - PT Hino Finance Indonesia memulai penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan target penghimpunan dana sebesar Rp800 miliar.
Penerbitan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I senilai total Rp3 triliun.
Berdasarkan prospektus tambahan yang dirilis Kamis (12/2) melalui Keterbukaan Informasi di laman IDX, obligasi tahap II tersebut terbagi dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebagai berikut:
Seri A senilai Rp313 miliar, tenor 370 hari kalender, dengan kupon 4,75% per tahun.
Seri B senilai Rp255 miliar, tenor 3 tahun, dengan kupon 5,75% per tahun.
Seri C senilai Rp232 miliar, tenor 5 tahun, dengan kupon 6,15% per tahun.
Pembayaran bunga dilakukan setiap triwulan (3 bulan). Bunga pertama dijadwalkan jatuh tempo pada 11 Mei 2026. Sementara itu, pelunasan pokok obligasi dilakukan secara sekaligus (bullet payment) pada saat jatuh tempo masing-masing seri.
Dalam penerbitan ini, Perseroan memperoleh peringkat idAA+ (Double A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kemampuan sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang.
Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi adalah PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia. Adapun Wali Amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Manajemen menetapkan jadwal pelaksanaan sebagai berikut: masa penawaran umum pada 4-6 Februari 2026, penjatahan pada 9 Februari 2026, distribusi secara elektronik pada 11 Februari 2026, serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Februari 2026.
Seluruh dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha utama Perseroan, yakni pembiayaan sewa (finance lease) kendaraan komersial truk dan bus merek Hino.
Obligasi ini tidak dijamin dengan agunan khusus, melainkan dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan sesuai ketentuan Pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.(Adhitya/AI)

Sumber : Admin